Faktor Penting Dalam Perawatan Rambut Halus – Waxing

0
1020
Higienis dan Sanitasi Menjadi Faktor Penting Dalam Perawatan Rambut Halus dan Proses Waxing
Higienis dan Sanitasi Menjadi Faktor Penting Dalam Perawatan Rambut Halus dan Proses Waxing

HIGIENIS  adalah sebuah istilah yang harus akrab bagi mereka yang menggeluti dunia makanan, obat-obatan, dan juga dunia kebersihan alias Cleaning Service.

Dunia makanan dan obat-obatan mungkin tak akan diragukan lagi keberadaannya bagi masyarakat sekitar kita. Namun dunia kebersihan alias cleaning service masih menjadi profesi yang dianggap remeh dan dipandnag sebelah mata. Padahal jika kita mau mengamati, justru profesi tukang bersih-bersih inilah yang menjadi  tulang-punggung keberlangsungan hospitality industri pun dunia perhotelan. [Baca juga: Inilah Beberapa Fakta Bekerja di Bidang Perhotelan]

Alat Make Up Butuh Kebersihan

Kembali pada hygiene and sanitation. Kenyataannya hal itu tak hanya berlaku pada makanan, obat-obatan, dan dunia kebersihan. Pasalnya alat make up yang acap dipakai untuk membersihkan badan kita juga membutuhkan higien dan sanitasi. Ialah shaver dan waxer di antaranya.

Shaver dan waxer adalah dua alat untuk mencukur rambut yang tumbuh di bagian kulit tubuh kita. Waxing cukup dikenal sebagai alat pencukur rambut halus pada kaki pun tangan, sedang shaving dikenal sebagai pencukur rambut jambang, kumis, ataupun jenggot.       Keduanya membutuhkan perawatan agar tetap terjaga higienis dan sanitasinya, sehingga risiko terjadinya infeksi dapat dihindari. [Baca juga: Tahukah Anda Mode Rambut Sambungan Telah Ada Sejak 3000 Tahun Lampau?]

Perawatan Sebelum Waxing

Dan demi mendapatkan hasil maksimal, ada pula beberapa perawatan yang bisa dilakukan sebelum waxing. Di bawah ini adalah di antaranya;

  • Jaga Kondisi Kulit

Rutinitas memeriksa kulit merupakan langkah yang tak ada ruginya. Karena dengan begitu kita bisa memastikan kulit aman dalam hal menerima lelehan lilin dan pengangkatan ketika proses waxing. Selain  itu kondisi bengkak, merah-merah atau iritasi juga bisa dihindari.

  • Jaga Kelembaban Kulit

Memmbuat kulit lembab menjadi langkah penting yang bisa dilakukan sebelum waxing. Karena dengan menjaga kelembabannya, maka kulit pun secara otomatis juga menjadi elastis, sehingga proses pengangkatan rambut saat mencukurnya akan lebih mudah, bahkan risiko kemunculan in-grown hair maupun iritasi kulit bisa diminimalisir.

  • Kelupas Kulit Ringan

Melakukan pengelupasan kulit ringan atau istilah kerennya ‘Eksfoliasi Kulit’ bisa dilakukan sebelum melakukan waxing. Hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan produk berformula lembut, sebagai contoh adalah krim scrub dengan butiran halus.

Langkah ini ditempuh karena mampu membuat rambut yang terperangkap di bawah sel kulit mati lebih mudah terangkat ketika proses waxing.

  • Lakukan Secara Rutin

Disarankan melakukan proses waxing ini secara rutin dan berkala, jangan lebih dari 4 minggu. Alasannya, tatkala rutin melakukan waxing, maka efeknya rambut-rambut tubuh akan tumbuh lebih halus. Dengan begitu pada proses waxing selanjutnya akan menemui kemudahan dan rasa sakit juga cenderung lebih kecil.

Demikian beberapa hal yang bisa dilakukan dalam hal perawatan rambut di seputar tubuh kita, khususnya proses waxing. Dan apabila terjadi ketidakberesan, alangkah baik dikomunikasikan kepada pihak yang ahli, misalnya ahli kecantikan ataupun dokter spesialis. [uth]

Sumber Rujukan:
[1] What your waxer wants you to know (and the things that’ll give the best results), dailymail.co.uk Diakses pada 29 Juli 2015
[2] Gambar ilustrasi, shutterstock.com, Diakses pada 29 Juli 2015

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here