Mengenali Teori Perubahan Sosial

0
3308
Teori Perubahan Sosial
Ilustrasi: Pixabay.com

Teori perubahan sosial merupakan salah satu teori sosial penting dalam kajian sosiologi. Perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat, seperti; nilai-nilai sosial, kelembagaan kemasyarakatan, struktur masyarakat, kekuasaan dan wewenang, interaksi sosial, menjadi perhatian teori sosial ini.

Tokoh-tokoh teori ini, antara lain; William F. Ogburn, Kingsley Davis, Gilin, Samuel Koenig serta Selo Soemarjan. Ada beberapa teori perubahan sosial, yaitu; teori siklus, teori evolusioner, teori non evolusioner, teori fungsional dan teori konflik.

Penekanan dari teori siklus adalah perubahan sosial masyarakat itu seperti roda berputar, kadang di atas, kadang di bawah. Artinya proses peralihan masyarakat bukanlah berakhir pada tahap terakhir yang sempurna melainkan berputar kembali pada tahap awal untuk menuju tahap peralihan berikutnya. Tokoh-tokohnya, Oswald Spengler, Arnold Toynbee.

Teori Evolusioner, melihat perubahan sosial sebagai proses linear, artinya semua masyarakat berkembang melalui urutan perkembangan yang sama dan bermula dari tahap perkembangan awal sampai tahap akhir, secara lambat. Tokoh-tokoh teori evolusioner: Auguste Comte, Herbert Spencer.

Teori nonevolusioner lebih melihat bahwa masyarakat bergerak dari tahap evolusi tetapi proses tersebut dilihat secara multilinear artinya bahwa perubahan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tokoh teori ini antara lain adalah Gerhard Lenski.

Salah satu tokoh dari teori fungsional ini adalah Talcott Parson. Ia menilai perubahan sosial terjadi sesuai dengan kebutuhan fungsional saling berhubungan satu sama lain, saling mempengaruhi dan tergantung satu sama lain.

Teori konflik, menurut teori ini konflik muncul ketika masyarakat terbelah menjadi dua kelompok yaitu yang berkuasa dan dikuasai. Hasil dari pertentangan antar kelas memunculkan revolusi dan memunculkan masyarakat tanpa kelas, kondisi ini adalah yang disebut dengan perubahan sosial. Karl Marx dan Ralf Dahrendorf, adalah sebagaian tokoh teori konflik.

Soejono Soekanto, secara garis besar menjelaskan sumber perubahan sosial yang berasal dari dalam masyarakat/internal dan luar masyarakat/eksternal. Faktor Internal; perubahan kependudukan, penemuan, konflik dalam masyarakat, terjadinya pemberontakan atau revolusi. Faktor eksternal ini meliputi antara lain, peperangan dengan negara lain, pengaruh kebudayaan masyarakat lain, perubahan dari lingkungan alam fisik yang ada di sekitar manusia.

Setiap proses perubahan dalam masyarakat ada faktor pendorong yang mempercepat terjadinya perubahan, serta faktor penghambat yang memperlambat ataupun bahkan menghalangi terjadinya perubahan sosial itu sendiri.

Faktor-faktor pendorong perubahan sosial; kontak dengan kebudayaan lain, sistem pendidikan yang maju, keinginan untuk maju, sistem terbuka lapisan masyarakat, penduduk yang heterogen, ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu, orientasi ke masa depan.

Faktor-faktor penghambat terjadinya perubahan: kurangnya hubungan dengan masyarakat lain, perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat, adanya kepentingan-kepentingan yang tertanam dengan kuat, rasa takut berlebihan, prasangka buruk terhadap hal-hal baru atau asing atau sikap yang tertutup, hambatan-hambatan yang bersifat ideologis.

Perubahan sosial yang terjadi di masyarakat terwujud dalam beberapa bentuk; perubahan lambat dan cepat, perubahan kecil dan besar, perubahan yang dikehendaki atau direncanakan dan perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan. Selain itu ada pula pendapat menyebutkan ada bentuk perubahan masyarakat yang alami, yaitu perubahan-perubahan yang tidak disengaja atau terjadi dengan sendirinya.

Suatu perubahan sosial berdampak pada terciptanya tatanan baru dalam masyarakat, yakni dampak positif dan negatif. Dampak positif, adanya kemudahan dalam komunikasi. Dampak negatif, ditandai dengan adanya tindak kriminalitas, konflik sosial, gengsi jadi ukuran.

Sumber Rujukan:
[1] Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta, Rajawali Press, 1992
[2] Perubahan sosial, id.wikipedia.org
[3] Perubahan Sosial menurut Para Ahli, teori-teorisosiologi.blogspot.com

 

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here