Inilah Ketentuan Penggunaan Tanda Koma Pada Sebuah Kalimat

5
2513
Inilah Ketentuan Penerapan Tanda Koma Pada Sebuah Kalimat
Penerapan Tanda Koma Pada Sebuah Kalimat

Dalam penulisan resmi baik berujud dokumentasi ataupun surat-menyurat yang ditujukan kepada pihak lain, dan atau menulis sebuah buku resmi, pemakaian tanda baca menjadi salah satu faktor yang tak bisa diabaikan begitu saja. [Baca juga: Panduan Penulisan Angka dalam Bahasa Indonesia]

Ada tanda baca, ada pembeda huruf besar (kapital) ataupun huruf kecil, ada tanda hubung, dan masih banyak lagi. Dan berikut ini adalah pembahasan mengenai penggunaan tanda koma pada sebuah kalimat.

Penggunaan Tanda Koma

  • Memisahkan Kalimat Setara

Tanda koma digunakan sebagai pemisah antara kalimat setara satu dengan kalimat setara berikutnya, yang juga diawali dengan kata “seperti,” “tetapi,” “namun,” dan “melainkan.”

Contoh: Kami sudah membaca artikel ensiklo, namun belum semuanya.

  • Di Antara Unsur Perincian

Tanda koma diterapkan di antara unsur-unsur dalam suatu pembilangan ataupun pemerincian.  Sebagai contoh adalah; Pak Badu membawa cangkul, sabit, dan keranjang. [Baca juga: Rumus Segitiga: Luas dan Keliling]

Catatan: Apabila terdapat lebih dari tiga kata, maka harus tetap ditambah tanda koma di depan kata “dan.” Hal ini masih banyak yang melakukan kesalahan, seperti pada contoh berikut ini; Saya membawa handphone, laptop dan charger.

  • Di Belakang Ungkapan Penghubung

Tanda koma dkenakan pada belakang kata /ungkapan penghubung antar kalimat. Kata penghubung itu di antaranya adalah: “oleh karena itu,” “jadi,” “lagi pula,” “meskipun begitu,” “akan tetapi,” dan lain sebagainya.

Contoh kalimatnya adalah: Meskipun begitu, kesimpulan yang diperoleh tak selalu sama.

  • Pemisah Anak Kalimat & Induk Kalimat
  1. Apabila anak kalimat posisinya mendahului induk kalimat, maka tanda koma dipakai sebagai pemisah antarkeduanya.
    Contoh: Karena sakit, makan pun menjadi tak enak rasanya
  2. Namun sebalinya, jika anak kalimat posisinya mengiringi induk kalimat maka tanda koma tidak dipakai.
    Contoh: Saya tidak akan ikut berbuka puasa sekiranya tak ada yang bisa menjemput.
  • Tempat, Tanggal, Alamat

Tanda koma diterapkan di antara:
(i) Nama dan Alamat
(ii) Bagian-bagian Alamat
(iii) Tempat dan Tanggal
(iv) Nama Tempat dan Wilayah atau Negeri yang ditulis berurutan.

Contoh:
Yogyakarta, 27 Mei 2006
Yogyakarta, Indonesia.

  • Mengikuti Ungkapan Reaktif

Tanda koma digunakan pada belakang kata-kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan, yang kata-kata itu ada di bagian awal kalimat.

Contoh:
O, jadi dia masih kelas satu
Wah, saya tak hendak ikut mencampuri urusannya

  • Bagian Dalam Catatan Kaki

Tanda koma diterapkan antarbagian dalam catatan kaki. Sebagai contoh dalam kalimatnya adalah: “[1] Ahmad Munif, Perempuan jogja. (Navila: Yogyakarta, 2012), hlm. 49.

  • Pemisah Petikan Langsung

Tanda koma diterapkan sebagai pemisah pada petikan langsung dari bagian lain dalam sebuah kalimat.
Contoh: Kata Pak Lurah, “Dana itu bukan dari saya!”

  • Di Antara Nama dan Gelar

Tanda koma digunakan antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya. Hal ini diterapkan guna membedakan antara singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
Contoh: Prita Handayani, S.H.

  • Pemisah Bagian Nama Daftar Pustaka

Di negeri kita mungkin belum begitu biasa menggunakan nama belakang (sebagai nama keluarga) ditaruh di bagian depan, dan selanjutnya nama depan diletakkan mengikutinya.     Penggunaan tanda baca ini, ada pula yang diterapkan guna menceraikan ataupun memisahkan bagian nama yang dibalik susunannya itu (depan dan belakang) di dalam daftar pustaka.
Sebagai contoh: Spencer, Robert, 2010. How to get Excotism in Jogja. Jilid 3 dan 4. Yogyakarta: Ensiklo Inc.

  • Pemisah Satuan Bilangan

Tanda koma diterapkan pula pada awal angka persepuluhan ataupun di antara satuan rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.
Contoh: 27,5 m      Rp 10,50

  • Penghindar Salah Baca

Tanda koma dipakai guna menghindari salah baca pada belakang keterangan yang terdapat di awal kalimat.

Contoh: Guna mengetahui perkembangan terkininya, kita harus jeli mengamati dari segala lini.
Kalimat di atas tentu akan sedikit berbeda penulisannya ketika di balik, yaitu: Kita harus jeli mengamati dari segala lini guna mengetahui perkembangan terkininya.

  • Mengapit Keterangan Tambahan

Tanda koma diterapkan guna mengapit keterangan tambahan yang bersifat tidak membatasi.
Contoh: Menurut pemaparan Pak Lurah Keseneng, Hadi Prayitno, daerah itu memang berbahaya.

Tidak Memakai Tanda Koma

Ada yang mengharuskan pemakaian tanda koma, namun ada pula yang tak menerapkan tanda koma dalam sebuah kalimat.

  • Pemisah Anak Kalimat & Induk Kalimat
  1. Apabila anak kalimat posisinya mendahului induk kalimat, maka tanda koma dipakai sebagai pemisah antarkeduanya.
    Contoh: Karena sakit, makan pun menjadi tak enak rasanya
  2. Namun sebalinya, jika anak kalimat posisinya mengiringi induk kalimat maka tanda koma tidak dipakai.
    Contoh: Saya tidak akan ikut berbuka puasa sekiranya tak ada yang bisa menjemput.
  • Pemisah Petikan Langsung

Tanda koma tidak digunakan sebagai pemisah  petikan langsung (dialog) dari bagian lain yang mengiringi dalam satu kalimat jika petikan langsung tersebut akhirannya menggunakan tanda tanya atau tanda seru.
Contoh: “Bagaimana kamu bisa mengetahuinya?” tanya Widya pada suaminya. [uth]

Sumber Rujukan:
[1] Pedoman penulisan tanda baca, id.wikipedia.org, diakses pada 7 Juli 2015
[2] Gambar ilustrasi, theguardian.com, diakses pada 7 Juli 2015

Berbagi dan Diskusi

5 COMMENTS

LEAVE A REPLY