Sketsa Pemikiran Sosial Leonard Trelawny Hobhouse

0
1972
Pemikiran Sosial Leonard Trelawny Hobhouse
Ilustrasi buruh. Sumber: Pixabay.com

 

Kalau di Perancis ada Gabriel Tarde sebagai sosiolog bermadzhab psikologi, maka di Inggris ada LT Hobhouse (1864-1929) yang pernah mengetuai bagian sosiologi dari London School of Economics. Leonard Trelawny Hobhouse, lahir di Cornwall, Inggris, 8 September 1864. Anak dari pasangan Reginald Hobhouse dan Caroline Trelawny ini seorang pemikir politik, sosiolog Inggris, dan pendukung utama liberalisme sosial.

Karya yang terkenal Liberalisme (1911) menempati posisi penting di antara teks-teks dasar liberalisme sosial. Dia seorang akademisi, wartawan, dan memiliki peran sentral dalam penciptaan sosiologi sebagai suatu disiplin. Hobhouse pernah berhenti dari kuliahnya di tahun 1897 dan 1907, yang diisinya dengan menjadi junalis. Di tahun 1907 masuk akademis kembali dan menjadikanya profesor sosiologi di Universitas London yang dijabatnya sampai meninggal dunia pada 21 Juni 1929. Ia merupakan saudara Emily Hobhouse, yang dikenal sebagai aktivisme internasional melawan kamp kosentrasi di Afrika Selatan selama perang Boer.

Pemikiran Leonard Trelawny Hobhouse
Leonard Trelawny Hobhouse (sumber gambar: wikipedia)

Ia bersama Edward Westermarck adalah profesor seni pertama Inggris. Kepedulianya terhadap keilmuan sosiologi dibuktikan dengan mendirikan the sociological review, salah satu jurnal profesional an terkenal dalam sosiologi Eropa.

Pemikiran sosial Hobhouse berhubungan dengan perubahan sosial dan konsep-konsep pembangunan. Dalam mengkaji kondisi sosial masyarakat ia menolak penerapan prinsip-prinsip biologis. Dalam mengukur perubahan sosial ia memakai kriteria dan pendekatan psikologi dan etika.

Hobhouse banyak memusatkan perhatian terhadap kondisi-kondisi psikologis kehidupan sosial. Dia berusaha untuk membuktikan bahwa kehidupan sosial berkembang ke arah keadaan yang lebih rasional dan harmonis. Dengan demikian maka perkembangan sosial terjadi apabila ada kesadaran sosial dan kebutuhan-kebutuhan sosial. Hobhouse juga merupakan salah seorang polopor di dalam penggunaan metode-metode perbandingan di dalam sosiologi.

Bersama Comte dan Spencer, Hobhouse melihat kecenderungan-kecenderungan umum perubahan suatu masyarakat sebagai keseluruhan atau kesatuan utuh. Ini dikembangkan oleh para sosiolog yang berorientasi pada perkembangan masyarakat secara evolusioner. Asumsi dasarnya, setiap masyarakat mengalami perubahan melalui tahap-tahap tertentu. Dimulai dari tahap bersahaja untuk kemudian meningkat ke tahap madya dan modern, yang terakhir merupakan masyarakat industrial-sekuler.

Karyanya merupakan respon langsung terhadap kondisi masyarakat miskin di Inggris. Pemikiranya bertentangan dengan kepercayaan umum dan arus intelektual saat itu, seleksi alam dan penjajahan. Ia ingin sebuah negara demokratis yang memperhatikan kesejahteraan sosial, negara aktif mendorong masyarakat untuk mengembangkan diri.

Visi liberalismenya, kemerdekaan individu untuk berkembang. Hobhouse, menyatakan bahwa pemaksaan harus dihindari, karena pemaksaan tidak efektif. Hobhouse menolak bentuk kekerasan telah ada di masyarakat dari pemerintah. Oleh karena itu, ia mengusulkan kebebasan dan pemerintah harus kontrol.

Karyanya bertujuan menunjukkan kebebasan pribadi dan kebebasan kolektif dapat didamaikan. Hobhouse mengadakan ide harmonis antara individu sebagai pribadi dan anggota masyarakat. Ide ini menegaskan keagungan komunal nilai kompromi tanpa harus meninggalkan kepribadian masing-masing.

Membaca karyanya tetap bermanfaat. Pertama, perhatian keterkaitan dan ketergantungan, antara sosial, ekonomi, dan politik liberal, dan elaborasi kongkret kebebasan. Kedua, diskusinya tentang sejarah dari berbagai jenis teori dan ide-ide politik, menawarkan kepada pembaca sebuah pemahaman komprehensif tentang evolusi pemikiran politik liberal. Akhirnya, ia mengingatkan kita berbagai liberalisme dan pemikirkan antara kebebasan individu dan masyarakat.

Selama hidupnya telah banyak menghasilkan karya, diantaranya; The Labour Movement (1893), Mind in Evolution (1901), Democracy and Reaction (1905), Morals in Evolution; a Study in Comparative Ethics  (1906), Liberalism (1911), Social Evolution and Political Theory (1911), Development and Purpose (1913), The Material Culture and Social Institutions of the Simpler Peoples (1915), The Elements of Social Justice (1922), Social Development; its Nature and Conditions (1924), Sociology and Philosophy: a Centenary Collection of Essays and Articles (1966).***

Sumber tulisan;

[1]Leonard Trelawny Hobhouse, wikipedia. Diakses pada 3 Agustus 2015

[2] Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta, Rajawali Press, 1992

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here