Pengantar Pemikiran Nobert Elias

0
2283
Pemikiran nobert elias
ilustrasi masyarakat. Sumber: Pixabay.com

Norbert Elias merupakan sosiolog keturunan Yahudi yang mempunyai kisah hidup dan pemikiran unik. Lahir di Breslau (kini Warclow), dulu wilayah Jerman, kini wilayah Polandia, 22 Juli 1897. Hidupnya lama di Inggris sebagai dosen, kurang-lebih 30 tahun. Namun  ketika berumur 80-an tahun ia sering di Belanda dan meninggal dunia di Amsterdam pada 1 Agustus 1990.

pemikiran nobert elias
Nobert Elias (sumber: wikipedia)

Sejak sekolah di Johannes Gymnasium, Breslau, Elias membaca karya-karya Immanuel Kant, Schiller, Ghoethe. Sewaktu mudanya, ikut wajib militer pada 1915. Usai perang 1918, ia kuliah Universitas Breslau, mengambil jurusan kedokteran dan filsafat sekaligus. Studi kedokterannya kemudian ditinggalkan memusatkan studi filsafat.

Ia mulai menapaki karir akademisnya sebagai asisten akademik Karl Mannheim yang tak mendapat gaji. Kemudian menjadi dosen yang mengajar di Universitas Leicester (1954-1962), berlanjut menjadi Professor dan pengajar di Universitas Ghana (1962-1965).

Ketika Hitler berkuasa Februari 1933, Elias diusir dari Jerman, sempat tinggal di Paris, akhirnya menetap di London. Pada tahun 1935, ia pergi ke London, dan menulis dua jilid Uber den prozeb der civilization (the civilizing process), diterbitkan di Jerman tahun 1939.

Meski tahun 1954 Elias menerima jabatan akademis di Universitas Leicester, menjadi profesor, ia merasa kecewa dan kesepian. Elias tetap menjadi orang pinggiran lingkungan akademis di Inggris.

Ada beberapa sumbangan penting dari Nobert Elias bagi kajian sosiologi, yaitu sosiologi figurasi, perubahan sosial dan teori pemberadaban. Sosiologi figurasi; figurasi adalah proses sosial yang menyebabkan terbentuknya jalinan hubungan antara individu. Individu dipandang sebagai terbuka dan saling tergantung.

Konsep perubahan sosial, perubahan jangka panjang dari figurasi sosial manusia kebanyakan tidak terencana dan tak terlihat. Bagi Elias perubahan sosial dan peradaban tidak diciptakan secara rasional, melainkan lebih pertimbangan emosional.

Teori pemberadaban, Elias mengkritik konsep peradaban superioritas Eropa, merasa paling beradab, merasa paling benar konsep peradabanya, maka sah dan dijadikan pembenaran kolonialisme terhadap bangsa lain yang dianggap belum beradab. Elias mengkritik peradaban eropa yang tak lain adalah kolonialisme dan pengteknikan, yang mengabaikan bangsa lain itu memiliki pemahaman dan standar peradaban berbeda.

Elias menunjukan bagaimana peradaban berkaitan dengan adat istiadat, tata krama, norma, rasa malu, pengendalian diri dalam sejarah eropa, mengalami perubahan. Contohnya mengusap ingus dengan baju, makan bersuara, dinilai tidak memalukan di abad 13 ternyata menjadi sangat memalukan di abad 19.

Studi yang dilakukan Nobert Elias tentang proses peradaban, Uber den Prozeb der Civilization (the Civilizing Process),merupakan sebuah karya yang mengalami nasib tidak lazim. Pertama kali diterbitkan di Jerman di tahun 1939, buku itu praktis terabaikan. Hanya di Belanda, Perancis dan Jerman, karya Elias dipelajari sejak 1950-an dan 1960-an.

Tidak semua murid dan koleganya di Inggris paham gagasannya. Itu disebabkan keterlambatan penerjemahan karya-karyanya kedalam bahasa Inggris, intelektual Inggris sedikit menguasai bahasa Jerman, kebanyakan karya-karyanya ditulis dalam bahasa Jerman.

Baru pada tahun 1970-an, ketika dirinya mendapat penghargaan dari berbagai kalangan, kajian tersebut mendapat perhatian selayaknya. Tahun 1980-an terjadi peningkatan secara drastis terhadap jumlah publikasi yang mengambil rujukan utama dari karya Elias. Menurut Smith (2001) bisa dikatakan popularitas Elias meningkat setelah dia meninggal dunia. Namun, perkembangan pemikiran post-modern mengurangi minat terhadap karya Elias justru disaat mulai mendapatkan perhatian.

Barangkali bisa dikatakan nasibnya sebagai intelektual, di kala mudanya kalah tenar dengan seniornya Karl Manheim, di masa tuanya kalah bersinar dengan yuniornya, seperti Michael Foucault, Anthony Giddens, Pierre Bourdieu, yang tak lain adalah murid-muridnya.

Kritik untuk karyanya, Elias mengilustrasikan teorinya proses peradaban merujuk hanya sejarah Eropa. Konsep peradaban dan atau proses pemberadabannya hanya seputar adanya rasa malu.

Selama hidupnya, Elias telah menghasilkan karya yang terkenal: Uber den Prozeb der Civilization (The Civilising Process (1939).vol.1: The History of Manners,vol.2: State Formation and Civilisation,) The Court Society (1969), Technization and Civilization (1995), The Loneliness of the Dying (1985), The Society of Individuals (1991).***

 

Sumber Tulisan;

[1] Nobert Elias, Wikipedia. Diakses pada 5 Agustus 2015

[2] Sejarah Peradaban: Mengenal Norbert Elias Dalam Perkembangan Sosiologi di Indonesia, Arihan. Diakses pada 5 Agustus 2015.

[3] Peter Burke, Sejarah dan Teori Sosial, Jakarta, Yayasan Obor Indonesia, 2001

[4] George Ritzer & Douglas J. Goodman, Teori Sosiologi Modern, Jakarta, Prenada Media, 2004

 

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here