Memahami Definisi dan Lingkup Sosiologi Pendidikan

0
2412
Pengantar Sosiologi Pendidikan
Ilustrasi: Pixabay.com

Sosiologi pendidikan menurut F.G. Robbins adalah sosiologi khusus yang tugasnya menyelidiki struktur dan dinamika proses pendidikan. Struktur mengandung pengertian teori dan filsafat pendidikan, sistem kebudayaan, struktur kepribadian dan hubungan kesemuanya dengan tata sosial masyarakat. Sedangkan dinamika yakni proses sosial dan kultural, proses perkembangan kepribadian,dan hubungan kesemuanya dengan proses pendidikan.

[Baca: Biografi Max Weber]

Nasution, mengartikan sosiologi pendidikan sebagai ilmu yang berusaha untuk mengetahui cara-cara mengendalikan proses pendidikan untuk mengembangkan kepribadian individu agar lebih baik. Sementara menurut Ary H. Gunawan, sosiologi pendidikan merupakan ilmu pengetahuan yang berusaha memecahkan masalah-masalah pendidikan dengan analisis atau pendekatan sosiologis.

Maka boleh kita artikan sosiologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari seluruh aspek pendidikan, baik itu struktur, dinamika, masalah-masalah pendidikan, ataupun aspek-aspek lainnya secara mendalam melalui analisis atau pendekatan sosiologis.

[Baca: Teori Konflik Sosial]

Bedanya dengan psikologi pendidikan, apabila psikologi pendidikan memandang gejala pendidikan dari konteks perilaku dan perkembangan pribadi, maka sosiologi pendidikan memandang gejala pendidikan sebagai bagian dari struktur sosial masyarakat.

Sejarah dan perkembangan sosiologi pendidikan sebagai ilmu pengetahuan dimulai sejak awal abad ke 20 yang merupakan bagian dari sosiologi. Lester Frank Word merupakan pelopor lahirnya sosiologi pendidikan di Amerika. Dalam bukunya berjudul: Applied Sociology, yang mengkaji perubahan-perubahan masyarakat karena tindakan dan usaha manusia. Gagasan itu dikembangkan John Dewey (1859-1952), dalam karyanya: School and Society dan Democracy and Education pada 1916, Dewey memandang pentingnya hubungan antara lembaga pendidikan dan masyarakat, yang itu mendorong berkembangnya sosiologi pendidikan.

Kemudian tahun 1910 Henry Suzzaalo memberi kuliah sosiologi pendidikan pertama kali di Teachers Collage, University of Columbia. Tahun 1914 kuliah sosiologi telah disampaikan di 16 Lembaga Pendidikan Tinggi. Tahun 1917 terbit buku teks sosiologi pendidikan pertama: Introduction to Educational Sociology diterbitkan oleh Walter R Smith. Tahun 1928 terbit jurnal pendidikan, The Journal of Educational Sociology sebagai wadah pemikiran sosiologi pendidikan di bawah pimpinan E. George Payne, dan tahun 1936 disusul munculnya majalah: Social Education.

[Baca: Sosiologi Perkotaan]

Kiranya perlu diperhatikan penggunaan istilah sosiologi pendidikan berkaitan dengan bahasa Inggris. W. Taylor menggunakan istilah Educational Sociology tekanannya terletak pada pendidikan dan sosial, sedangkan Sociology of Education titik tekannya terletak pada permasalahan sosiologis. Sementara R. J. Stalcut memberikan tiga uraian; Educational Sociology merupakan aplikasi prinsip umum dan penemuan-penemuan sosiologi bagi pengadministrasian dan proses pendidikan, Sociology of Education merupakan suatu analisis terhadap proses-proses sosiologis yang berlangsung dengan lembaga pendidikan, Social Foundation of Educational merupakan suatu bidang telaahan yang lazimnya mencakup sejarah, filsafat, sosiologi pendidikan dan pendidikan komparasi.

Objek sosiologi pendidikan adalah masyarakat pendidikan, baik formal, in formal dan non formal dan permasalahannya. Menurut Nasution, ruang lingkup sosiologi pendidikan adalah; hubungan sistem pendidikan dengan aspek-aspek lain dalam masyarakat, hubungan antar manusia di dalam sekolah, pengaruh sekolah terhadap perilaku dan kepribadian semua pihak di sekolah, sekolah dalam masyarakat.

Sosiologi pendidikan bertujuan menganalisis proses sosialisasi anak, baik dalam keluarga, sekolah, maupun masyarakat, status pendidikan dalam masyarakat, partisipasi orang-orang berpendidikan dalam kegiatan sosial, membantu menentukan tujuan pendidikan. Selain itu, sosiologi pendidikan bertujuan utama memberi arahan, pertimbangan, latihan-latihan, kepada kalangan pendidik, pihak terkait dan penentu kebijakan pendidikan, yang efektif sehingga dapat memberikan sumbangannya secara tepat kepada masalah pendidikan.***

Sumber rujukan:

Nasution, S, Sosiologi Pendidikan, Jakarta; Bumi Aksara, 1983

Gunawan Ary H, Sosiologi Pendidikan, Jakarta, Rineka Cipta, 1995

 

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here