Cina Totok – Cina Babah dan Hubungannya dengan Raden Patah

0
2593
Apa Cina Totok, Cina Babah, dan Hubungannya dengan Raden Patah itu
Apa Cina Totok, Cina Babah, dan Hubungannya dengan Raden Patah itu?

CINA adalah kata yang bisA membuat sebagian orang sensitif mendengarnya, baik itu orang bersuku cina sendiri ataupun mereka yang bukan bersuku cina. Dan kendati belakangan ini kata Cina telah disarankan untuk digeser menjadi “Tiongkok,” namun penerapannya ternyata toh tak semudah membalikkan telapak tangan.

Bentuk kesensitifan akibat diolok-olok ini, bagi sebagian orang yang memiliki ras cina seolah akan merasa terpojok. Sebaliknya bagi para pribumi yang mengolok-olok, kenyataannya sebagian hanya karena merasakan iri atas ketidak-adilan, padahal adakalanya ini hanyalah alasan bagi yang bermalas-malasan –yang pada akhirnya tak bisa memiliki apa yang dimiliki orang-orang bersuku cina. [Baca juga: Inilah Beberapa Alam Unik dan Menarik di Negeri Tiongkok]

Entah kesenjangan ekonomi dan jarak sosialnya. Yang bisa kita lihat adalah sebagian orang bersuku cina memang lebih cenderung bisa meraih sukses dibanding lainnya, khususnya dalam hal usaha dan bisnis. Sayangnya, dari kebanyakan ras cina itu pula kita bisa melihat kecenderungan kurangnya berbaur dengan lingkungan sekitar.    Pernyataan ini tentu tak berlaku secara umum, karena memang tak semuanya berlaku serupa.

Dua Golongan Tionghoa

Membahas tentang ras cina ini, terdapat hal yang bisa kita gali dalam catatan sejarah dan perkembangan sosialnya. Bahwa ternyata di mata kebanyakan orang Jawa, orang bersuku cina itu digolongkan menjadi dua, yaitu Cina Baru alias Cina Totok dan juga Cina Babah.

  • Cina Baru a.k.a Cina Totok

Cina baru alias Cina Totok adalah kategori bagi mereka yang baru datang dari daratan Cina. Mendarat  dari kapal, kemudian merapat di pelabuhan dan selanjutnya menyebar dan berpencar. Pada umumnya mereka ini bekerja sebagai penjual kelontong. Warga Cina Totok ini sebagian besarnya adalah mereka yang berasal dari suku Khek,  sehingga dinamakan sebagai Khek-lang alias orang Khek.

  • Cina Babah

Babah adalah sebutan untuk keturunan mereka  yang telah berbaur, dan atau menikahi orang pribumi. Sebagian  besar dari cina babah adalah mereka yang berasal dari suku Hokkian.

Dalam pernikahannya, tak sedikit dari  mereka yang memilih menikahi orang dari kalangan berdarah biru,  ningrat, dan kerabat keluarga kerajaan. [Baca juga: ‘Anjir’ Adalah Tanda Khusus di Tengah Sawah yang Dipasang Para Petani Jawa]

Raden Babah Patah

Masih membahas tentang cina babah, ternyata masih belum banyak yang memahami  bahwa sejatinya yang menjadi babah awal di Pulau Jawa  ini salah satunya adalah Raden Patah, pria keturunan Putri Campa yang diperkiraan terlahir pada tahun 1500.

Ia terlahir sebagai seorang  pangeran Majapahit, karena meski sang Ibu adalah putri cina –yang juga dikenal dengan nama Putri Campa– namun ayahnya tak lain adalah Prabu Brawijaya. Yaitu raja  terakhir dari kerajaan Majapahit.

  • Penebar Islam

Pada masa kelahiran Raden Patah, bumi Nusantara –utamanya tanah Jawa– yang berada di bawah kekuasaan kerajaan Majapahit memiliki masyarakat penganut taat agama Budha. Agama yang telah mengakar di bumi nusantara bersama agama Hindu, yaitu selama lebih dari 1000 tahun. Hal itu sebagaimana dibuktikan dari keberadaan tempat peribadatannya, Candi Borobudur.    Namun seiring dengan jalinan asmara antara Brawijaya dan putri cina, ternyata kedatangan Putri Campa ke bumi nusantara itu adalah juga memiliki misi menyebarkan agama Islam.

Jika mengacu dari perjalanan putri campa itu, maka bisa kita simpulkan bahwa sejatinya yang menjadi penyebar awal agama Islam di bumi nusantara ini bukan saja hanya bangsa Gujarat sebagaimana disebutkan dalam buku-buku pelajaran, akan tetapi juga orang-orang Cina yang telah memeluk keyakinan Islam.

  • Kaotiang

Raden Babah Patah terlahir di bumi Sumatera bekas kerajaan Sriwijaya, Palembang, dengan nama kecil adalah Kaotiang. Dengan nama itu pula ia menganut kepercayaan Islam bersama sang bunda.      Entah karena perbedaan kepercayaan, karena kesibukan sang ayah yang harus menjalankan roda pemerintahan, atau karena terdapat alasan lainnya. Sebagai sesama lelaki, ada yang sangat disayangkan, yaitu Raden Patah justru tak selalu bisa dekat dengan sang ayah.

Raden Babah Adipati Demak

Beranjak dewasa, Kaotiang menuju tanah Jawa dan mendekati ayahnya, ayah yang memberinya gelar Raden Babah. Gelar yang tak biasanya.

Disebut sebagai gelar tak seperti biasanya karena seperti kebanyakan dari bangsawan Jawa seharusnya ia pun memiliki nama (gelar) Bambang.      Bisa jadi alasan berdarah separuh cinalah yang melatar-belakangi gelar Raden Babah itu.   Namun begitu Raden Babah tetap mendapatkan bagian mandat dari sang ayah, yaitu menjabat sebagai Adipati di wilayah Demak.

  • Senopati  Jimbuningrat

Jika ayahanda menjulukinya Raden Babah, maka ia dikenal pula dengan beberapa nama lain, yaitu Cek Ko Po ataupun Copo, dan juga Jimbun yang merupakan kepanjangan dari Senopati  Jimbuningrat

Sultan Adi Surya Alam di  Bintoro

Pada akhirnya, sekitar tahun 1520, Raden Babah justru menyerbu Majapahit dan melawan kekuasaan ayahnya sendiri.  Entah dengan alasan dijauhkan semasa kanak-kanak, alasan perbedaan keyakinan, atau ada alasan lainya, yang pasti ia berhasil meluluh-lantakkan kerajaan yang dipimpin Brawijaya itu, dan membuat sang ayah tak memiliki kekuasaan lagi.

Setelah Majapahit hancur, kemudian Raden Babah menjadikan Demak sebagai kerajaan Islam pertama di bumi nusantara, dengan gelar Sultan Syah  Alam Akbar Khalifahturrasul Amirulmukminin Tajudil  Abdulhamid Khak atau dikenal pula dengan nama Sultan Adi Surya Alam ing  Bintara, ia memimpin roda pemerintahannya.

  • Masjid Demak

Kejayaan Demak Bintoro dibawah kekuasaan Raden Babah Patah ini juga ditandai dengan hadirnya para penyebar agama Islam yang dikenal dengan nama wali sanga. Salah satu bentuk kebesaran kerajaan ini adalah dengan dibangunnya Masjid Besar Demak yang kini telah berusia lebih dari 500 tahun, namun tetap masih bisa kita saksikan kekokohannya. [uth]

Sumber Rujukan:
[1] BABAH ? Asal-usul Sebutan untuk Keturunan Pembauran, osdir.com. Diakses pada 11 Agustus 2015
[2] Gambar ilustrasi, pixabay.com. Diakses pada 11 Agustus 2015

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here