Memahami Teori Sistem Sosial

0
17670
Teori Sistem Sosial
Ilustrasi: Pixabay.com

Teori sistem sosial merupakan suatu cara pendekatan sosiologi yang memandang setiap fenomena mempunyai berbagai komponen saling berinteraksi satu sama lain agar dapat bertahan hidup. Teori sistem sebagai paradigma fakta sosial, berkaitan dengan nilai-nilai, institusi sosial yang mengatur dan menyelenggarakan eksistensi kehidupan bermasyarakat. Sistem sendiri merupakan suatu kesatuan dari elemen-elemen fungsi yang beragam, saling berhubungan dan membentuk pola yang mapan. Hubungan antara elemen-elemen sosial tersebut adalah timbal-balik.

Kehidupan sosial masyarakat sebagai sistem sosial harus dilihat sebagai suatu keseluruhan atau totalitas dari bagian-bagian atau unsur-unsur yang saling berhubungan satu sama lain, saling tergantung dan berada dalam satu kesatuan.

[Baca Juga: Sosiologi Pendidikan]

Menurut Ritzer, metode yang digunakan dalam teori sistem adalah metode kuisioner, jenis penelitian kuantitatif. Tokoh-tokoh teori sistem; Herbert Spencer, Talcott Parsons, Nikklas Luhman, Kenneth Bailey, Walter Buckley,

Menurut Buckley, ada beberapa manfaat menggunakan teori sistem, yakni: dapat diterapkan pada semua ilmu perilaku dan ilmu sosial, memiliki beragam level yang dapat diterapkan pada semua skala terbesar sampai skala terkecil atau paling objektif sampai paling subjektif, membahas beragam hubungan antar aspek sosial, tidak parsial, keseluruhan aspek dipandang dalam konteks proses khususnya terkait dengan jaringan informasi dan komunikasi, bersifat integratif.   

Buckley memperkenalkan tiga jenis sistem, yaitu: sistem sosial budaya, sistem mekanis dan sistem organis. Sistem mekanis, kesalingketerkaitan antar bagian didasarkan pada transfer energi. Sementara dalam sistem organis kesalingketerkaitan antar bagian lebih didasarkan pada pertukaran informasi ketimbang pertukaran energi. Sistem sosial budaya, kesalingketerkaitan lebih didasarkan pada pertukaran informasi.

Dalam memahami sistem sosial, dikenal dua pendekatan, yaitu: pendekatan sibernetis dan pendekatan ekuilibrium. Pendekatan sibernetis untuk mempelajari dinamika, pertumbuhan, evolusi dan perubahan sosial. Sedangkan pendekatan ekuilibrium digunakan untuk mempelajari keseimbangan di tengah masyarakat.

Teori sistem mengenal dua konsep krusial yaitu: entropi dan negentropi. Entropi adalah kecenderungan sistem berhenti bekerja, sementara negentropi adalah kecenderungan sistem pada struktur yang lebih besar. Sistem dalam suatu masyarakat yang tertutup cenderung entropis, sementara sistem pada masyarakat yang terbuka cenderung negentropis.

Dalam The Social System, Parsons menengarai dua masalah fungsional yang harus ditangani oleh sistem sosial apa pun, mulai dari satu pasangan (seperti suami istri) hingga suatu masyarakat dunia, yaitu: alokasi sumber-sumber daya di antara berbagai unit sosial dan kecocokan atau integrasi berbagai institusi, termasuk metode-metode kontrol sosial dan metode-metode yang dapat digunakan untuk menangani pertentangan dan sengketa.

Teori sistem sosial Parsons dikembangkan bersama rekan-rekanya dalam kerangka A-G-I-L (Adaptation, Goal Attainment, Integration, dan Latent Pattern Maintenance), sebagai empat persayarat fungsional dalam semua sistem sosial. Adaptation merupakan keharusan bagi sistem-sistem sosial untuk menghadapi lingkungannya. Goal Attainment merupakan persyaratan fungsional bahwa tindakan itu selalu diarahkan pada tujuan bersama para anggota dalam suatu sitem sosial. Integration merupakan persyaratan yang berhubungan dengan interelasi antara para anggota dalam suatu sistem sosial. Latent Pattern Maintenance menunjukkan pada berhentinya interaksi, baik itu letih maupun jenuh, serta tunduk pada sistem sosial.

Teori sistem Niklas Luhmann diawali dengan pertanyaan prinsip sosiologi, apakah masyarakat itu? Ini adalah titik awal dari usaha Luhmann untuk mengembangkan sebuah teori sistem. Teori sistem Luhmann mendefinisikan masyarakat sebagai “semua yang mencakup sistem sosial termasuk semua sistem kemasyarakatan lainnya”. Sistem sosial adalah setiap sistem yang menghasilkan komunikasi sebagai elemen dasarnya untuk mereproduksi dirinya sendiri.

Sumber Rujukan 

[1] George Ritzer & Douglas J. Goodman, Teori Sosiologi Modern. Jakarta, Prenada Media, 2004

[2]

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here