Tindakan Sosial dalam Perspektif Max Weber dan Talcot Parsons

0
11427
Teori tindakan sosial
Ilustrasi: Pixabay.com

Tindakan sosial adalah suatu tindakan yang memiliki makna ketika individu berinteraksi dengan individu lain dan hasilnya tersebut mempengaruhi perilaku individu lainnya. Teori ini dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran sosiolog, seperti Alfred Marshall, Vilfredo Pareto, Emile Durkheim, dan Max Weber.

Tindakan Sosial Menurut Max Weber

Bagi Weber suatu tindakan hanya dapat disebut tindakan sosial apabila tindakan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain, dan berorientasi pada perilaku orang lain. Menyanyi di kamar mandi menghibur diri sendiri misalnya, bukan tindakan sosial. Tetapi menyanyi di kamar mandi dengan maksud menarik perhatian orang lain bisa disebut tindakan sosial.

[Baca Juga: Biografi Karl Marx]

 

Bagi Weber, dunia terwujud karena tindakan sosial. Weber mengklasifikasinya menjadi empat tipe tindakan dasar, yang dibedakan dalam konteks motif para pelakunya:

– Tindakan Rasionalitas Instrumental (berorientasi tujuan). Tindakan yang dilakukan untuk mencapai tujuan dengan pertimbangan rasional, seperti orang belajar agar pintar.

– Tindakan Rasionalitas Nilai (berorientasi nilai/berdasarkan nilai). Tindakan yang dilakukan berdasarkan pertimbangan nilai etis, estetis, religius, seperti menghormati yang tua dan mencintai yang muda.

– Tindakan Afektif. Tindakan yang dilakukan lebih berdasar faktor emosi/perasaan, seperti orang yang sedang jatuh cinta.

– Tindakan Tradisional. Tindakan yang dilakukan karena sudah menjadi kebiasaan dan lazim dilakukan, seperti mudik waktu lebaran.

[Baca Juga: Teori Konflik Sosial]

Untuk mempelajari tindakan sosial itu Weber menganjurkan melalui penafsiran dan pemahaman, atau menurut terminologi Weber disebut dengan verstehen. Bila seseorang hanya berusaha meneliti perilaku saja, dia tidak akan meyakini bahwa perbuatan itu mempunyai arti subyektif dan diarahkan kepada orang lain. Menurut Weber ada dua cara memahami motif tindakan yaitu : kesungguhan, mengenangkan dan menyelami pengalaman si pelaku.

Teori Tindakan Sosial Talcot Parsons

Pengaruh pemikiran Weber berpengaruh terhadap teori Parsons, dan ini terbukti dari bukunya tentang the Structure of social action menyangkut konsep tindakan sosial yang rasional. Dalam analisisnya, Parsons menggunakan kerangka alat tujuan (means ends framework) yang intinya:

  • Tindakan itu diarahkan pada tujuannya atau memiliki suatu tujuan.
  • Tindakan terjadi suatu situasi, di mana beberapa elemennya sudah pasti, sedangkan elemen-elemen lainnya digunakan oleh yang bertindak sebagai alat untuk mencapai tujuan tersebut.
  • Secara normatif tindakan itu diatur sehubungan dengan penentuan alat dan tujuan. Dalam arti bahwa tindakan itu dilihat sebagai satuan kenyataan sosial yang paling kecil dan paling fundamental. Elemen-elemen dasar dari suatu tindakan adalah tujuan, alat, kondisi dan norma. Antara alat dan kondisi itu berbeda, orang yang bertindak mampu menggunakan alat dalam usahanya untuk mencapai tujuan, sedangkan kondisi merupakan aspek situasi yang dapat dikontrol oleh orang yang bertindak.

[Baca Juga: Teori Perubahan Sosial]

Dalam bukunya the Structure of social action, Parsons mengkaji konsep tindakan sosial rasional. Basis dasar dari teori aksi Parsons ini yaitu apa yang dinamakan unit aksi, yang memiliki empat komponen. Keempat komponen tersebut antara lain, eksistensi aktor, kemudian unit aksi yang terlibat tujuan, lalu situasi-kondisi, dan sarana-sarana lainnya yaitu norma dan nilai-nilai. ***

Sumber tulisan;

[1] Tindakan sosial, wikipedia. Diakses pada 15 Agustus 2015.

[2] Saragih, Tindakah Sosial Menurut Max Weber. Diakses pada 15 Agustus 2015.

[3] George Ritzer & Douglas J. Goodman, Teori Sosiologi Modern. Jakarta, Prenada Media, 2004

[4] Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta: PT. Rajawali Pers, 1992

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here