Lapis Banua: Batu Khas Borneo yang Digali Khusus oleh Masyarakat Suku Berau

0
2212
Lapis Banua dari Berau Kalimantan
Lapis Banua: Batu Khas dan Unik dari Borneo karena Digali Khusus oleh Masyarakat Suku Berau

BORNEO atau dikenal pula dengan nama Kalimantan adalah satu pulau di wilayah Nusantara yang kaya akan sumber daya. Baik sumber daya alam ataupun sumber daya manusia. Pada sisi sumber daya alam ada banyak kekayaan berlimpah bisa dinikmati di sana, baik hasil bumi, hutan dengan segala penghuninya, tambang dengan berbagai jenisnya, dan masih banyak lagi. Sedangkan untuk sumber daya manusia, terdapat banyak kemampuan dari tradisi suku-suku yang ada dan menetap di wilayah Borneo ini, salah satunya adalah suku Dayak.

Borneo dikenal sebagai sumber tambang yang tak bisa diragukan lagi, karena selain populer dengan daerah Martapura sebagai penghasil tambang intan, di banyak tempat lain juga tersedia macam-macam tambang, antara lain batu bara, curah minyak, mangan, batu mulia, dan lain sebagainya.

Batu Mulia Borneo

Jauh sebelum tren batu akik merebak di masyarakat, pulau Kalimantan sudah terkenal dengan batu akik berjenis kecubung. Bahkan batu kecubung ini juga pernah menjadi maskot wilayah Borneo. [Baca juga: Batu Kecubung: Keunikan, Mitos dan Fakta Ilmiah]

  • Red Borneo & Lapis Banua

Seiring berjalannya waktu, dan seiring pula batu akik banyak digandrungi khalayak, batu-batu jenis lain asli Kalimantan juga banyak dimunculkan. Sebagai contoh adalah jenis Red Borneo dan juga Lapis Banua.

  • Lapis Banua

Lapis Banua merupakan jenis batu mulia asli Kalimantan, tepatnya ditemukan di Kabupaten Berau. Lapis Banuan merupakan batu yang selain memiliki keunikan karena kandungan mineralnya, adalah juga batu yang memiliki misteri sehubungan dengan struktur mineral dan juga motifnya.

Lapis Banua menjadi khas dan istimewa karena batu jenis ini sangat susah dijumpai di luar wilayah Berau. Oleh karenanya ia menjadi referensi batu permata terkini, apalagi tingkat kekerasannya juga mencapai lebih dari 7 skala mohs.

Kandungan Dalam Batu Lapis Banua

Jika dilihat secara fisik, batu lapis banua ini memiliki beberapa kandungan di dalamnya. Antara lain adalah chalcedony yang memiliki fungsi sebagai pembentuk struktur batu sehingga menjadi kuat. Selain itu ada pula kadar agate, makedoni, kuarsa (perak), kristal perit.

Ragam Motif dan Warna Khas

Batu jenis lapis banua ini memiliki banyak penggemar karena ia juga mempunyai banyak ragam, baik dalam hal warna ataupun motifnya. Merah kecoklatan, hijau kebiruan, perpaduan warna abu-abu yang bercampur kristal jernih, dan lain-lain.

Apabila dibanding dengan batu lain, Lapis Banuan menjadi khas dan berbeda jika dibanding batu lain, karena ia memunculkan unsur perak dengan corak motif yang memukau.

Digali Khusus Suku Berau

Pembeda lain yang membentuk kekhasan dari batu Lapis Banua adalah kebijakan pemerintah setempat yang meminimalisir peredaran jenis batu ini ke luar daerah. Karena jika dikomersialisasi dan tak dibatasi, dampaknya akan banyak penambang liar yang berujung pada perusakan alam. Di samping itu, jenis batu Lapis Banua ini memang meruapakan batu mulia yang sejatinya telah ada karena digali dan dirawat khusus oleh masyarakat suku Berau. Suku yang mendiami tanah Berau, Kalimantan.

Kerajaan Berau

Menapaki jejak batu Lapis Banua, alkiasah pada zaman dahulu kala, tatkala kerajaan Berau sedang dalam masa jayanya, kira-kira 1400 tahun lampau, sang raja perrtama yang bejuluk “Adji Soerya Natakoesoema” (Aji Surya Natakesuma) memiliki kemampuan dalam menyatukan 5 banua dan 2 rantau untuk kemudian dijadikan sebagai kerajaan baru dan berdaulat, dengan bahasa nasionalnya bernama bahasa banua (Barrau).       Penduduk Berau saat itu terdiri dari suku Dayak, suku Banua (Barrau), suku Bajau, suku Barunai, dan Tidung. Selanjutnya terdapat tambahan dari warga suku Bugis, Solok, dan Berau.     Saat penjajahan kolonial Hindia Belanda, maka tak sedikit pula orang-orang dari suku Jawa, Sunda, Manado, Ambon, didatangkan guna bekerja di  Berau serta berdagang di beberapa Toeko Cina. [Baca juga: Jenis dan Macam Batu Akik Khas Indonesia]

Keberadaan batu Lapis Banua pada masa silam, selain bisa dimanfaatkan sebagai sarana terapi adalah juga menjadi pengikat rasa persaudaraan dan kekeluargaan seperti halnya kelengkapan mineral yang menyatu di dalam batu.  [uth]

Sumber Rujukan:
[1] Lapis Banua, Pengikat Kesatuan dan Persaudaraan. Koran Cetak Minggu Pagi No 19 Agustus 2015. Diakses pada 19 Agustus 2015
[2] Gambar ilustrasi adalah screenshot dari situs YouTube.com, Diakses pada 19 Agustus 2015

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here