Pengantar Sosiologi Keluarga

0
4439
Pengantar Sosiologi Keluarga
White77 / Iustrasi Keluarga: Pixabay.com

Sosiologi keluarga adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar individu di dalam keluarga, hubungan keluarga dengan keluarga lainnya dan konsekwensi dari hubungan tersebut. Keluarga dipelajari sebagai sebuah institusi, unit sosialisasi, relasinya dengan dunia luar seperti kapitalisme industri, tanpa melupakan aspek internal, soal anak dan gender.

[Baca Juga: Pengantar Sosiologi Agama]

Keluarga dalam pengertian sosiologis, dapat didefinisikan sebagai suatu kelompok dari orang-orang yang disatukan oleh ikatan-ikatan perkawinan, darah, atau adopsi, merupakan susunan rumah tangga sendiri, berinteraksi dan berkomunikasi satu sama lain yang menimbulkan peranan-peranan sosial bagi suami istri, ayah dan ibu, anak-anak, kakak-adik.

Di dalam sosiologi keluarga dibahas tentang fungsi keluarga, yang itu berhubungan dengan sistem sosial yang luas adalah sebagai berikut:

Fungsi Reproduksi, artinya keluarga mempunyai fungsi sebagai generasi penerus, artinya setiap keluarga mempunyai keinginan untuk mempunyai anak dalam mempertahankan kelangsungan keturunan keluarga tersebut. Fungsi Sosialisasi, sosialisasi ialah proses belajar, bersikap, berperilaku, dan keluarga menjadi tempat proses memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai, norma-norma baru di dalam masyarakat.

[Baca Juga: Pengantar Sosiologi Industri]

 

Fungsi Afeksi, artinya keluarga menjadi tempat memberikan cinta dan kasih, di dalam keluarga ada rasa kasih sayang dan cinta kasih antar sesama anggota keluarga. Fungsi Proteksi atau perlindungan, keluarga berfungsi memberikan perlindungan bagi anggota keluarganya, sehingga akan menimbulkan rasa aman dan tentram.

Fungsi Ekonomi, keluarga mempunyai fungsi sebagai alat ekonomi untuk mencari nafkah dan mengatur keluarganya. Fungsi Religius, keluarga mempunyai fungsi untuk menanamkan dasar-dasar agama bagi anak dan anggota keluarga. Fungsi Pendidikan, keluarga mempunyai fungsi untuk mendidik anak-anak sebelum masuk sekolah secara formal dan masyarakat secara luas, terbentuk personalitinya, mengetahui, memahami norma-norma mengenai apa yang baik dan tidak layak dalam masyarakat.

Fungsi Rekreasi, keluarga mempunyai fungsi menciptakan suasana yang menyenangkan bagi anggota keluarganya. Fungsi Penentuan Status, keluarga mewariskan statusnya pada tiap-tiap anggota atau individu sehingga tiap-tiap anggota keluarga. Fungsi Pemeliharaan, keluarga pada dasarnya berkewajiban untuk memelihara anggotanya yang sakit, menderita, dan tua.

[Baca Juga: Teori Sistem Sosial]

 

Di dalam sosiologi keluarga juga diungkapkan bentuk-bentuk keluarga, yaitu;

Keluarga inti (nuclear family) yaitu keluarga yang terdiri atas ayah, ibu, dan anak. Keluarga besar (extended family) yaitu keluarga yang di dalamnya terdiri atas keluarga inti dengan saudara-saudara lainnya. Keluarga luas yaitu keluarga dimana di dalamnya terdapat anggota-anggota yang tidak ada hubungan keluarga yang diakui di dalam rumah tangga.

Sosiologi keluarga termasuk dalam rumpun ilmu sosiologi khusus. Sebagai suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri dapat dikatakan baru mendapatkan perhatian selayaknya. Saat ini sosiologi keluarga merupakan ilmu yang dibahas tersendiri, karena banyak aspek-aspek sosiologis yang timbul dari hubungan-hubungan di dalam dan antar keluarga.

Di dalam sosiologi keluarga akan dibahas bagaimana kedudukan keluarga sebagai inti sebuah masyarakat. Urgensi keluarga di tengah-tengah masyarakat, keluarga memiliki kontribusi penting terbentuknya lembaga-lembaga sosial pada umumnya.

Dibahas pula sosialisasi dalam keluarga, proses-proses sosial, pembentukan kepribadian, peran orang tua dalam sosialisasi, interaksi dalam keluarga, mulai dari interaksi suami istri, orang tua dengan anak, hubungan antar saudara, hubungan keluarga dengan tetangga, disharmoni dan disorganisasi dalam keluarga, kekerasan rumah tangga, perceraian, sistem perkawinan, perkembangan keluarga, munculnya keluarga kecil, single parent, perubahan struktur keluarga, perubahan fungsi keluarga, tipe-tipe keluarga.

Disinilah kita memahami mengapa perlu memperlajari ilmu sosiologi keluarga, karena keluarga sebagai lembaga sosial terkecil memiliki peran penting dalam pembentukan karakter individu. Lalu, sebagai lembaga sosial terkecil, keluarga merupakan miniatur masyarakat yang kompleks, karena dimulai dari keluarga seorang anak mengalami proses sosialisasi. ***

 

Sumber Rujukan:

[1] Sosiologi Keluarga. Wikipedia, diakses pada 17 Agustus 2015

[2] Pembahasan Sosiologi Keluarga Lengkap. rmizzgodrezky.blogspot.com, diakses pada 17 Agustus 2015. 

[3] Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta, Rajawali Press, 1992

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here