Mengapa Manusia Lebih Cerdas dari Ayam?

0
1351
johnhain / Pixabay

Mengapa manusia lebih cerdas dari ayam atau hewan lainnya? Pertanyaan tersebut cukup menggelitik dan laik untuk dikaji secara ilmiah. Pelbagai upaya ilmiah telah dilakukan untuk memeriksa mengapa manusia mampu berkembang menjadi hewan paling cerdas di bumi.

Hasil penelitian seorang Peneliti Toronto menunjukkan bahwa peristiwa molekul tunggal dalam sel manusia menjadi  kunci evolusi manusia menjadi hewan paling cerdas di planet ini.

Benjamin Blencowe, seorang profesor di University of Toronto Donnelly dan Banbury Ketua di Medical Research beserta timnya telah menemukan bagaimana perubahan kecil dalam protein yang disebut PTBP1 dapat memacu penciptaan sel otak (Neuron). PTBP1 tersebut memicu evolusi otak mamalia untuk menjadi yang terbesar dan paling kompleks di antara vertebrata lainnya.

[Baca Juga: Penyebab Lumpur Lapindo]

Ukuran otak dan kompleksitas sangat bervariasi di seluruh vertebrata atau hewan bertulang punggung. Secara umum, tidak terdapat kejelasan secara terperinci mengapa perbedaan tersebut muncul. Manusia dan katak, misalnya. Keduanya berevolusi secara terpisah selama 350 juta tahun dan memiliki kemampuan otak yang sangat berbeda. Sementara, para ilmuwan telah menemukan bahwa kedua spesies ini menggunakan gen yang sangat mirip untuk membangun organ dalam tubuh. Jadi bagaimana mungkin jumlah gen yang sama, proses aktivasi yang serupa pada spesies vertebrata yang beragam, menghasilkan berbagai macam ukuran dan kompleksitas organ?

Kuncinya perbedaan tersebut terletak pada proses yang dikenal sebagai alternative splicing (AS) dalam studi kelompok Blencowe. Produk gen dirakit menjadi protein yang merupakan blok bangunan kehidupan. Selama AS, fragmen gen (ekson) dikocok untuk menghasilkan jenis dan bentuk bentuk protein yang berbeda. Beberapa bagian protein hilang dan bagian terbaru muncul. Inilah yang membedakan antara gen akhir manusia dan hewan lainnya.

AS memungkinkan sel untuk membuat lebih dari satu protein dari gen tunggal, sehingga jumlah total protein yang berbeda dalam sel sangat melebihi jumlah gen yang tersedia. Kemampuan sel untuk mengatur keragaman protein pada waktu tertentu mencerminkan kemampuannya untuk mengambil peran yang berbeda dalam tubuh. Kerja Blencowe sebelumnya menunjukkan bahwa AS meningkat prevalensi dengan kompleksitas vertebrata. Jadi meskipun gen yang membuat tubuh vertebrata mungkin mirip, protein mereka menimbulkan jauh lebih beragam pada hewan seperti mamalia, daripada di burung dan katak.

[Baca: Penyebab dan Gejala Kanker Usus Besar]

Kajian ini mencoba melihat apakah AS dapat mendorong perbedaan morfologis pada otak mamalia dan vertebrata. Kajian ini melihat perubahan atau evolusi pada beberapa jenis mamalia. Perkembangan PTBP1 dan AS menunjukkan bahwa otak mamalia berkembang secara berbeda-beda. PTBP1 dan AS menjadi faktor utama pembentukan otak, termasuk pada manusia. Keduanya merupakan faktor pembeda dan pembentuk gen-gen lain pada tubuh manusia dan hewan lainnya.

Rekayasa yang dilakukan pada sel ayam menunjukkan bahwa AS dan PTBP1 memengaruhi proses pembentukan embrio pada ayam. Hal tersebut juga menunjukkan bagaimana AS memengaruhi perbedaan hasil dan perkembangan morfologis otak berikut ukurannya.

Rujukan:

[1] S. Gueroussov, T. Gonatopoulos-Pournatzis, M. Irimia, B. Raj, Z.-Y. Lin, A.-C. Gingras, B. J. Blencowe. An alternative splicing event amplifies evolutionary differences between vertebrates. Science, 2015; 349

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here