Posisi dan Otoritas Sosial Menurut Ralf Dahrendorf

0
2243
Posisi dan Otoritas Sosial Menurut Ralf Dahrendorf*
skeeze / Ilustrasi Pixabay

Nama lengkapnya Ralf Gustav Dahrendorf. Lahir 1 Mei 1929 di Hamburg, Jerman. Ralf Dahrendorf dibesarkan di Berlin. Semasa kecilnya pernah ditahan oleh kaum Nazi. Seperti ayahnya, Ralf Dahrendorf merupakan penentang rezim Nazi.

Dahrendorf seorang sosiolog, filsuf, politisi kenamaan. Sebagai penulis, Dahrendorf disiplin, penulis ilmu sosial dan penulis politik inspiratif. Dahrendorf seorang pemikir sosiologi modern dengan teori konfliknya.

[Baca: Teori Interaksi Sosial]

Ia pernah belajar filsafat, ekonomi, sosiologi di Jerman dan Inggris. Ia pernah menjadi pengajar akademik di Jerman, Inggris dan Amerika Serikat, mengajarkan tentang pendidikan, ilmu sosial, politik dan ekonomi.

Dahrendorf juga seorang politisi, di Jerman dan di Inggris, yang aktif dalam partai politik, menjadi anggota parlemen dari tingkat daerah sampai nasional. Partai yang dipilihnya selalu berhubungan dengan demokrasi, sosial dan liberalisme.

Selain sebagai pengajar, Dahrendof juga aktif dalam organisasi sosial, kegiatan amal sosial, pendidikan, demokrasi, ekonomi, tingkat nasional maupun internasional. Penghargaan yang diterimanya; mendapatkan gelar kebangsawanan dari kerajaan Inggris tahun 1982, lalu Dahrendorf pindah berkewarganegaraan Inggris tahun 1988, tahun 1998 dianugerahi dua puluh lima gelar doktor kehormatan berbagai universitas dan negara.

[Baca:Teori Sistem Sosial]

Tulisan-tulisannya telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, yang terkenal, Class and Class Conflik in Industrial Society, diterbitkan tahun 1959/1957. Dahrendorf memiliki tiga anak perempuan dari istri pertamanya. Istri keduanya, Ellen, seorang sarjana sejarah Rusia.

Bentuk sumbangan pemikirannya salah satunya tentang posisi dan otoritas sosial. Bukunya Class and Class Conflik in Industrial Society, berisi rangkaian argumen dan beberapa kasus tentang teori konflik. Teori konflik Ralf Dahrendorf seringnya disebut teori konflik dialektik. Bagi Dahrendorf masyarakat memiliki dua wajah yakni konflik dan konsensus. Kita tidak akan mengalami konflik kalau sebelumnya tidak ada konsensus. Demikian sebaliknya konflik bisa menghantar orang terhadap konsensus.

Setiap orang di dunia memiliki posisi dan peranya masing-masing serta otoritas/kuasanya. Ralf Dahrendorf berpendapat bahwa posisi seseorang yang ada dalam masyarakat memiliki/memberinya otoritas/kekuasaan dengan intensitas berbeda-beda. Berkaitan dengan otoritas, Dahrendorf menyatakan, otoritas adalah sesuatu yang melekat pada posisi sosial seseorang. Bagi yang memiliki posisi sosial lebih tinggi maka otoritasnya lebih tinggi, sebagai pengatur atau pembuat keputusan.

[Baca: Pengantar Sosiologi Perkotaan]

 

Otoritas tidak terletak dalam diri individu, tetapi dalam posisi, sehingga tidak bersifat statis. Jadi, seseorang bisa saja berkuasa dalam lingkungan tertentu dan tidak mempunyai otoritas tertentu pada lingkungan lainnya. Seseorang bisa saja begitu berkuasa di perusahaan karena ia direktur, tapi di rumah ia pendiam karena kalah posisi dan kuasa dengan istri atau suaminya.

Posisi dan Otoritas Sosial Menurut Ralf Dahrendorf*
Professor R.G Dahrendorf pada 1980. Sumber: Wikipedia.

Otoritas adalah sebuah aturan yang disepakati dan memberikan legitimasi untuk melakukan penghukuman atas pelanggaran aturan. Otoritas dan posisi berkaitan dengan institusi dan mempengaruhi perubahan dan konflik masyarakat. Oleh karena itu otoritas bisa memunculkan terjadinya konflik, karena yang atas ingin mempertahankan otoritasnya dan meningkatkannya, sementara di bawah ingin perubahan.

Dalam perjalanan otoritas/kuasa tidak bisa memusat, melainkan didistribusikan, seperti sebuah perusahaan, ada direktur, sekretaris, bendahara, kepala gudang dan pekerja itu sendiri. Dahrendorf menyatakan bahwa perbedaan distribusi otoritas selalu menjadi faktor menentukan konflik sosial sistematis. Tiap orang akhirnya memperebutkan distribusi otoritas dan posisi. Maka posisi dan otoritas seseorang berkaitan dengan perubahan dan konflik, bisa bertambah atau turun tergantung dari yang ia kerjakan. Dahrendorf menilai, otoritas, institusi, kelas sosial, konflik, struktur sosial dan perubahan semuanya saling terkait.

Pemikiran Dahrendorf tidak luput dari kritik. Teori konflik telah dikritik, misalnya, teori ini diserang karena mengabaikan ketertiban dan stabilitas. Teori konfliknya adalah terjemahan dari teori Marxian dalam sosiologi. Teori konflik lebih banyak kesamaannya dengan fungsionalisme struktural. Teorinya, teori konflik bersifat makroskopik, kurang memperhatikan pemikiran dan tindakan individu. 

***

Sumber Rujukan

[1] Ritzer, George & Goodman, Douglas J, Teori Sosiologi Modern, Kencana Prenada Media Group, Jakarta, 1997.

[2] Ralf Dahrendorf. Wikipedia, diakses pada  17 Agustus 2015

 

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here