Memahami Teori Interaksi Sosial

0
24145
Teori Interaksi Sosial
geralt / Ilustrasi Pixabay

Interaksi sosial adalah tanda kehidupan sosial manusia. Pertemuan orang-orang secara badaniyah belaka di tengah keramaian pasar atau mal, tak kenal tanpa bicara, bukanlah sejatinya interaksi sosial atau pergaulan hidup. Pergaulan hidup baru terasa dan terjadi ketika manusia, baik perorangan atau kelompok-kelompok saling berbicara sambil minum kopi, mengadakan kerja sama, atau bersaing, bertikai sampai marah-marah. Maka dapat dikatakan bahwa interaksi sosial adalah dasar proses sosial yang dinamis.

Interaksi sosial terjadi apabila memenuhi dua syarat, yaitu; adanya kontak sosial dan adanya komunikasi. Bentuk-bentuk interaksi bisa terwujud dalam kerjasama, persaingan dan pertentangan.

[Baca Juga: Pengantar Sosiologi Pendidikan]

Berlangsungnya suatu proses interaksi didasarkan pada berbagai faktor, antara lain, faktor imitasi, sugesti, identifikasi dan simpati. Faktor-faktor tersebut dapat bergerak sendiri, terpisah maupun tergabung.

Imitasi adalah meniru, mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku. Sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu pandangan atau bersikap kemudian diterima pihak lain. Identifikasi merupakan kecenderungan-kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan fihak lain. Simpati merupakan suatu proses di mana seseorang merasa tertarik dengan pihak lain.

George Simmel memusatkan perhatiannya pada bentuk interaksi sosial dan kesadaran individu yang kreatif.  Baginya basis kehidupan sosial adalah individu dan kelompok yang sadar dan berinteraksi satu sama lain untuk berbagai tujuan, motif dan kepentingan.

[Baca: Pengantar Sosiologi Industri]

Adanya kesadaran individu menjadi sumber awal Simmel dalam mengkaji lebih jauh tentang interaksi sosial, berkaitan dengan masalah modernitas, perkembangan teknologi, pengetahuan, berikut diferensiasinya dan resikonya. Karena kehidupan dengan interaksi dan komunikasi dapat menumbuhkan kemungkinan-kemungkinan tertentu, dimana memiliki dampak positif dan negatif.

Menurut Georg Simmel interaksi sosial dapat dikelompokan dalam berbagai hal:

  • Menurut bentuk, meliputi : subordinasi (ketaatan), superordinasi (dominasi), hubungan seksual, konflik, sosiabilita (interaksi yang terjadi demi interaksi itu sendiri dan bukan untuk tujuan lain)
  • Menurut tipe, meliputi : interaksi yang terjadi antar individu-individu, interaksi yang terjadi antar individu-kelompok, interaksi yang terjadi antar kelompok-individu

Terdapat beberapa teori interaksi sosial berhubungan dan mengadopsi teori psikologi sosial, yaitu;

Teori perbandingan sosial adalah proses saling mempengaruhi dalam interaksi sosial yang ditimbulkan karena adanya kebutuhan untuk menilai diri sendiri dengan membandingkan diri dengan orang lain. Menurut Brigham (1991), pada umumnya yang dijadikan perbandingan adalah orang yang dinilai mempunyai kesamaan atribut dengannya, misalnya sama dalam hal usia, jenis kelamin, sikap, emosi, pendapat, kemampuan atau pengalaman.

[Baca: Pengantar Sosiologi Keluarga]

 

Teori inferensi korespondensi adalah jika tingkah laku individu berhubungan dengan sikap atau karakteristik seseorang, berarti seorang individu dapat melihat individu lain berdasarkan sikap dan karakteristik individu yang dilihatnya. Teori ini dikembangkan oleh Jones & Davis (1965).

Teori atribusi eksternal adalah teori yang membahas tentang prilaku seseorang. Apakah itu disebabkan karena faktor internal, misalnya sifat, karakter, sikap. Atau karena faktor eksternal, misalnya tekanan situasi atau keadaan tertentu yang memaksa seseorang melakukan perbuatan tertentu.

Teori penilaian sosial adalah suatu teori yang memusatkan bagaimana kita membuat penilaian tentang opini atau pendapat yang kita dengar dengan melibatkan ego dalam pendapat tersebut. Teori ini dikemukakan oleh Sherif dan Hovland (1961) mencoba menggabungkan sudut pandangan psikologi, sosiologi dan antropologi. ***

Sumber Rujukan:

[1] Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta, Rajawali Press, 1992

[2] Teori-teori interaksi sosial. Mahatiakurniasari.blogspot.com, diakses 17 agustus 215.

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here