Menonton Film Porno Memiliki Dampak Buruk Terhadap Otak dan Perilaku

0
1904
Menonton Film Porno Ternyata Memiliki Dampak Buruk Terhadap Otak dan Perilaku
Menonton Film Porno Termyata Memiliki Dampak Buruk Terhadap Otak dan Perilaku

TEKNOLOGI informasi dan komunikasi yang berkembang pesat dewasa ini membawa banyak perubahan berarti bagi peradaban. Ada yang merasa dimudahkan, terdapat pula yang merasa memiliki beban kesulitan. Banyak yang terbantu, tak sedikit juga yang justru menjadi terganggu.

Terciptanya kemajuan teknologi itu tak pelak juga berbanding lurus dengan kebebasan dan keterbukaan. Publik menjadi semakin mendapatkan keterbukaan atas haknya, namun publik juga dituntut harus semakin mengerti akan kewajibannya.

Keterbukaan dan Buka-Bukaan

Mengacu pada “era keterbukaan” dan kebebasan yang tercipta seiring perkembangan teknologi, pada akhirnya hal yang awalnya acap ditutup-tutupi menjadi mulai tersingkap dan terbuka. Bisa dicermati, diamati, diperiksa, dan disaksikan oleh khalayak ramai. Buka-bukaan menjadi bagian hasil dari proses itu.   Dampaknya, ada yang menjadi “dicerahkan,” namun ada pula yang menjadi “kebablasan.”

Ada banyak contoh mengenai buka-bukaan pada era keterbukaan ini. Dari bahasan politik yang dahulu hanya dikuasai oleh para penguasa, sehingga efeknya adalah segala lini ekonomi, budaya dan hal-hal yang mengiringinya juga sebatas dimonopoli penguasa itu. Kini semua itu mulai menjadi terbuka, yang korup pun mulai tersibak kelakuannya, meski hukum masih belum berjalan mengiri keterbukaan itu. [Baca juga: Asta Brata: Pegangan Hukum Para Dewa Yang Tetap Mulia Bila Dipatuhi Juga Oleh Manusia]

  • Buka-Bukaan Film Biru

Hal di atas adalah salah satu bagian dari efek positif yang dihasilkan dari keterbukaan.    Sedangkan contoh lain dari efek negatif keterbukaan sejatinya ada banyak, satu di antaranya adalah terbukanya akses pornografi pada masyarakat, di mana tak seharusnya itu terjadi karena akan mengakibatkan perilaku buruk terhadap banyak pihak. Beredarnya film porno atau dikenal dengan film biru (blue film) adalah contoh realnya.

  • Bagian dari Pemanasan

Meski pihak regulator bidang “Informasi dan Telekomunikasi” Indonesia ini telah menghimbau pihak penyedia layanan untuk menutup akses film biru sehingga tak bisa diakses oleh publik, namun kenyataannya masih banyak terjadi kebocoran, bahkan pada akses pengunduhan.

Dampak dari menonton film porno itu bisa saja menjadi hal positif bagi pasangan dewasa, misalnya bisa mendorong rangsangan seksual sehingga mampu meningkatkan hubungan intim dengan pasangan.    Akan tetapi tak bisa juga kita menutup mata, bahwa jika tontonan itu disaksikan oleh banyak pihak tentu akan banyak efek yang timbul.   Apalagi ada sebuah penelitian yang memaparkan bahwa menonton film porno memiliki dampak buruk bagi kesehatan otak.

Apa Saja Dampak  Buruk Film Porno?

Berdasar hasil penelitian yang dilakukan di negara Jerman, paar peneliti menjumpai bahwa apabila terlalu sering atau secara teratur menonton film biru –video porno, maka ada akibat yang akan terjadi adalah membuat volume otak di daerah striatum mengalami penyusutan.       Yang dimaksud “daerah striatum” ini adalah area otak yang berhubungan dengan motivasi.

  • Mengganggu Kesehatan Otak

Tatkala menyaksikan film porno memang akan terjadi peningkatan pada produksi dopamin, sehingga suasana hati menjadi bahagia. Namun apabila hal itu terjadi dalam waktu yang terlalu sering, maka justru akan mengakibatkan penurunan daya sensitif pada otak terhadap rangsangan seksual.         Pada akhirnya otak memerlukan lebih banyak dopamin agar tetap bisa terangsang secara seksual. Dengan begitu keinginan untuk menonton film porno lebih sering tak bisa dihindari lagi. Efek “ketergantungan” dan ‘ketagihan’ adalah hal yang tak bisa dihindari. [Baca juga: Mengenal Istilah Adiksi atau Ketergantungan]

  • Hilangnya Sensitifitas

Jika disimak dari dua penelitian, yaitu yang pertama adalah tahun 2014 dan dipublikasikan di JAMA Psychiatry, maka dapat dibaca bahwa menyakiskan film pornografi secara teratur dan rutin akan dapat menumpulkan respon terhadap rangsangan seksual. Sedangkan yang kedua, yaitu berdasar pada penelitian tahun 2011 yang diterbitkan dalam Psychology Today, dipaparkan bahwa apabila terlalu sering menonton film biru, maka pria ataupun wanita akan memerlukan pengalaman seksual yang lebih ekstrim agar  bisa terangsang.

Pada kondisi inilah maka senstitifitas itu terlihat semakin menghilang, dan perilaku eksibionis pun tak bisa terhindarkan, pasalnya mereka yang acap menonton film porno tak akan merasa cukup puas apabila hanya melakukan hubungan seksual biasa. [Baca juga: Bulu ketiak mampu menambah daya tarik seksual]

  • Addicted & Putus Asa

Dampak menonton video mesum ini sejatinya juga tak jauh berbeda dengan kebiasaan mengonsumsi narkoba, bahwa selain bisa menciptakan generasi muda yang putus asa di atas kamar tidur, otak mereka juga akan mengarah pada perilaku “kecanduan” dan ketergantungan. Hal itu sebagaimana diungkapkan oleh mereka yang mengadakan penelitian di Cambridge University pada tahun 2013.[uth]

Sumber Rujukan:
[1] Ingin Tahu Dampak Buruk Menonton Film Porno Bagi Otak Kita? nationalgeographic.co.id, Diakses pada 27 Agustus 2015
[2] Gambar ilustrasi pixabay.com, Diakses pada 27 Agustus 2015

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here