Tahukah Anda, Konsumsi Antibiotika Bisa Menyebabkan Protozoa Malaria?

1
1388
Konsumsi Antibiotika Bisa Menyebabkan Protozoa Malaria
Konsumsi Antibiotika Ternyata Bisa Menyebabkan Protozoa Malaria

ANTIBIOTIKA menjadi salah satu jalan pintas untuk dikonsumsi ketika mengalami sakit ataupun masih dalam tahap gejala menuju arah terserang penyakit. Hal ter sebut utamanya dilakukan oleh masyarakat perkotaan, baik yang kerja di perkantoran ataupun yang terjun ke lapangan. Bisa dipahami, karena obat antibiotik memang memiliki khasiat daya tangkal yang cukup efektif bagi tubuh kita.

Ada banyak macam obat anti biotik yang beredar di pasaran sehingga kitapun bisa dengan mudah mendapatkannya. Baik yang memiliki tingkat risiko rendah, yang rendah ataupun berkategori bahaya akibat banyak efek sampingnya.

Disarankan dengan Resep Dokter

Terlepas dari tingkat risiko yang ada, baik rendah, tinggi, ataupun risiko sedang, ada baiknya kita mengikuti saran dokter sehingga apa yang kita perbuat telah yakin dengan alasan sebagaimana yang dikonsultasikan sebelumnya.

Mematikan Bakteri

Antibiotik sering digunakan sebagai bagian dari first aid, karena memang memiliki kemampuan pencegahan terhadap datangnya penyakit. Di samping itu, antibiotik juga memiliki kemampuan mematikan bakteri pendernaan pada usus kita. [Baca juga: Inilah Penyebab dan Gejala Kanker Usus Besar]

Dari pemahaman di atas, ternyata kita pun perlu lebih jeli dalam hal mencermatinya. Bahwa ketika bagian dari tubuh kita (yang mengandung antibiotika) digigit nyamuk, dan kemudian darahnya pun dihisapnya, maka antibiotik itu akan menjalar pula ke bagian dati tubuh nyamuk tersebut.

  • Parasit Malaria

Dari kejadian di atas, ada beberapa kemungkinan yang bakal terjadi setelahnya. Pertama, darah yang mengandung kadar antibiotika itu memiliki kecenderungan menimbulkan paarasit malaria. Akibatnya, nyamuk yang menggigit dan kemudian beredar di sekitar kita akan membawa protozoa malaria. [Baca juga: Inilah Penyebab dan Gejala Penyakit Malaria]

  • Lebih Buas dan Ganas

Efek kedua yang timbul dari nyamuk penghisap darah berkadar antibiotika tersebut adalah semakin ganas dan buasnya perilaku mereka. Penemuan ini sebagaimana dipaparkan dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Mathilde Gendrin dan George Christophides di Imperial College London, Inggris.

Memang belum diteliti secara detil mengenai besaran kandungan yang ada pada antibiotioka satu dengan lainnya, dengan ukuran berbeda. Akan tetapi para peneliti tersebut meyakini yang ditemukannya, berdasarkan pada konsentrasi yang dilakukan mengenai keterkaitan antibiotika dengan perubahan DNA yang terjadi pada nyamuk malaria. [uth]

Rujukan:
[1] Antibiotik Membuat Nyamuk Malaria Buas; technology-indonesia.com Diakses pada 1 September 2015
[2] Gambar ilustrasi; pixabay.com, Diakses pada 1 September 2015

Berbagi dan Diskusi

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here