Pengertian dan Ruang Lingkup Sosiologi

0
5929
Definisi Sosiologi, ruang lingkup sosiologi
condesign / Pixabay

Secara terminologi sosiologi berasal dari bahasa Latin dan Yunani, yakni kata socius dan logos. Socius (Yunani) berarti kawan, atau masyarakat. Sedangkan logos berarti ilmu atau  berbicara tentang sesuatu. Dengan demikian secara harfiah sosiologi dapat diartikan ilmu tentang masyarakat. Soerjono Soekanto menyatakan, cukup sulit merumuskan suatu definisi sosiologi yang mengemukakan keseluruhan pengertian, sifat dan hakikat. Suatu definisi hanya dapat dipakai pegangan sementara. Berikut pegangan sementara tersebut, beberapa definisi sosiologi:

Pitirim Sorokin mengemukakan bahwa sosiologi adalah suatu ilmu tentang hubungan dan pengaruh timbal-balik antara aneka macam gejala-gejala sosial. William Ogburn dan Meyer F Nimkoff berpendapat bahwa sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial. J.A.A. van Doorn dan C.J. Lammers mengemukakan bahwa sosiologi ilmu tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

[Baca Juga: Biografi dan pemikiran Max Weber]

Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi menyatakan sosiologi adalah ilmu tentang struktur sosial, proses-proses sosial, dan perubahan-perubahan sosial. Struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial yang pokok yaitu kaidah-kaidah sosial (norma-norma sosial), lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok serta lapisan sosial. Sedangkan proses sosial adalah pengaruh timbal-balik berbagai segi kehidupan bersama, pengaruh timbal-balik antara segi kehidupan ekonomi dengan segi kehidupan politik dan agama.

Dengan demikian sosiologi adalah sebuah ilmu yang mengkaji tentang interaksi sosial, kelompok sosial, gejala-gejala sosial, organisasi sosial, struktur sosial, proses sosial, maupun perubahan sosial.

 

[Baca Juga: Biografi dan Pemikiran Karl Marx]

Sosiologi sebagai ilmu pengetahun memiliki karakteristik, yang menurut Soekanto, diantaranya sebagai berikut: Pertama; sosiologi merupakan bagian dari ilmu sosial, bukan bagian ilmu pengetahuan alam maupun kerohanian. Pembedaan tersebut menyangkut perbedaan metode dan pembedaan substansi.

Kedua; sosiologi bukan merupakan disiplin normatif, melainkan suatu disiplin kategoris; artinya sosiologi membatasi diri pada apa yang terjadi dewasa ini, dan bukan apa yang semestinya terjadi atau seharusnya terjadi.

[Baca juga: Sosiologi Agama]

 

Ketiga; sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum. Berbeda dengan sejarah misalnya menekankan tentang keunikan sesuatu yang dikaji. Keempat: Sosiologi merupakan ilmu sosial yang empiris, faktual, dan rasional.

Kelima; sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak, bukan tentang ilmu pengetahuan yang konkrit. Bahan kajian yang diperhatikan dalam sosiologi adalah bentuk-bentuk dan pola-pola peristiwa-peristiwa dalam masyarakat.

[Baca juga: Teori Konflik Sosial]

 

Secara tematis ruang lingkup sosiologi dapat dibedakan menjadi beberapa sub-disiplin sosiologi, diantaranya seperti: sosiologi pedesaan, sosiologi industri, sosiologi perkotaan, sosiologi medis, sosiologi perempuan, sosiologi militer, sosiologi keluarga, sosiologi pendidikan, sosiologi seni.

Ruang lingkup dan obyek kajian sosiologi adalah masyarakat dan perilaku sosial manusia dan kelompok-kelompoknya. Kelompok tersebut mencakup; keluarga, etnis/suku bangsa, komunitas pemerintahan, dan berbagai organisasi sosial, agama, politik, budaya, bisnis dan organisasi lainnya. Obyek kajian sosiologi adalah masyarakat manusia yang dilihat dari sudut hubungan antar manusia, dan proses-proses yang timbul dari hubungan manusia dalam masyarakat.

[Baca Juga: Sosiologi Industri]

Menurut Soerjono Soekanto ada 4 unsur yang terdapat dalam masyarakat; 1. Adanya manusia yang hidup bersama, 2. Mereka bercampur untuk waktu yang cukup lama, yang menimbulkan sistem komunikasi dan tata cara pergaulan lainnya, 3. Memiliki kesadaran sebagai satu kesatuan, 4. Merupakan sistem kehidupan bersama yang menimbulkan kebudayaan.

Obyek sosiologi adalah sebagai berikut; 1. Struktur sosial, adalah jalinan dari seluruh unsur-unsur sosial. 2. Unsur-unsur sosial, yang pokok adalah norma/kaidah sosial, lembaga sosial, kelompok sosial, dan lapisan sosial. 3. Proses sosial, adalah pengaruh timbal balik antara pelbagai segi kehidupan bersama. 4. Perubahan sosial, adalah segala perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga sosial dalam masyarakat yang mempengaruhi sistem sosial, seperti nilai, sikap dan sebagainya.***

Referensi:

[1] Soerjono Soekanto, Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta, Rajawali Press, 1992

[2] Soerjono Soekanto, Kegunaan Sosiologi Hukum Bagi Kalangan Hukum, Alumni, Bandung, 1976

 

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here