Apa Arti Tembang Dolanan & Permainan Jamuran itu?

0
21816
Apa Arti Tembang Dolanan dan Permainan Jamuran itu
Apa Arti Tembang Dolanan dan Permainan Jamuran itu?

JAMURAN adalah sebuah permainan yang telah lama ada, khususnya bagi mereka yang bertradisi Jawa. Bisa asli yang tinggal di pulau Jawa, bisa pula mereka para keturunan suku Jawa yang sekarang hidup di negeri Suriname. Sebuah permainan yang umumnya  dilakukan lebih dari 4 anak, dan idealnya adalah sekitar 10 anak.

Permainan Jamuran

Jamuran adalah jenis permainan alias games yang telah ada ejak zaman dahulu kala, dan tak memerlukan alat bantu, karena hanya membutuhkan tanah lapang ataupun halaman luas.

  • Tak Perlu Alat Bantu

Langkah awal yang dilakukan adalah dengan tindakan ‘hompipah,’ demi mendapatkan pemenang dan yang ‘dadi’ alias yang “jaga.”     Anak yang kalahlah yang akan menjadi pemain ‘dadi’ tersebut. Ia musti berposisi di tengah, sementara anak lain mengelilinginya (melingkar) dan bergandengan tangan. Sambil mengelilingi dan bergerak memutar itu para pemain juga menyanyikan sebuah lagu “jamuran” secara bersamaan (koor). Liriknya adalah;

“Jamuran, ya ge ge thok jamur apa, ya ge ge thok jamur gajih mbejijih sak ara-ara, semprat-semprit jamur apa…?”

  • Menyebut Nama Jamur

Dan usai kalimat itu dinyanyikan kemudian yang dadi-jaga menyebutkan nama sebuah jamur, bisa jamur parut, jamur barat atau jamur lot kayu.

Misalnya yang disebut jamur lot kayu, maka pemain yang mengelilingi tadi segera berlarian mengambil posisi mendekati barang barang yang terbuat dari kayu lalu dipeluknya. Nah jika ada anak-anak yang kebingungan dan tak segera mendapatkan kayu sebagai bahan pelukannya, mereka itulah yang menjadiu target yang “dadi” untuk ditangkap. Sehingga pihak yang telah tertangkap tersebut harus bergantia menjadi yang jaga di tengah.

Lain lagi dengan Jamur parut, saat jamur parut itu disebutkan oleh yang “dadi” maka peserta lain mengambil posisi mengangkat kaki sebelah dengan catatan harus diam tak bersuara apalagi tertawa. Disini sebagai sasaran sang “dadi” adalah telapak kaki, telapak kaki tersebut bakalan digelitikin oleh yang “dadi” (jaga), jika yang digelitikin geli dan nggak bisa menahan suara apalagi ketawa maka dia gantian jaga. Begitu seterusnya…

Makna Jamuran

Dari permainan jamuran, ada banyak hal yang bisa dipetik. Pertama menyangkut pembelajaran tingkat wawasan dari yang “dadi”, apabila tak banyak pengetahuan –khususnya mengenai jamur– maka akan sangat lama dia menyebutkan jenis jamur yang akan diperankan. Dari sini pula dapat diambil pelajaran mengenai pergaulan sosial, yaitu  meminimalisir sifat egois, harus cekatan, banyak akal, dan tidak boleh cengeng.

[Baca juga: Mengenal Tiga Jenis Jamur Konsumsi di Indonesia]

Jamuran berasal dari kata dasar “jamur”. Jamur hanyalah tanaman yang tumbuh dan berkembang dari udara yang lembab, kadangkala keberadaan jamur cuma diasumsikan sebagai sosok pengganggu. Namun pada jenis jamur-jamur tertentu sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia itu sendiri, bisa sebagai bahan sayuran atau bahkan ada satu jenis jamur difungsikan sebagai bahan pokok obat-obatan.

  • Pilihan Kebermanfaatan

Dari pengertian jamur ini, maka dapat diambil makna bahwa hal itu serupa dengan kita manusia yang teronggok laksana jamur didunia ini. Mau memposisikan diri dimana dan akan tumbuh berkembang sebagai jamur apa adalah satu pilihan, yang adakalanya harus nrima dan pasrah, tapi harus juga selalu memiliki inisiatif.

Kita bisa saja memposisikan diri sebagai jamur yang hanya berfungsi sebagai gulma. Artinya, jenis jamur ini hanya selalu mengganggu kehidupan pihak lain. Atau kita akan memilih sebagai jamur merang yang bisa dijadikan bahan pokok sayuran. Begitu seterusnya menegnai pilihan itu.

  • Tak Bisa Merasa Paling Bersih & Suci

Jamur kebanyakan muncul dari tempat yang basah atau lembab juga kotor, kecuali kalau dibudidayakan. Seirama dengan kita diciptakan berujud manusia, bahwa beberapa kepercayaan meyakini jika manusia ini awalnya diturunkan ke bumi adalah sebagai buah dari perbuatan mengingkari kesepakatan dengan Tuhan karena telah memetik buah terlarang, buah Quldi. Hal itu dilakukan oleh Adam atas permintaan Hawa.

Artinya, manusia ini ternyata turunnya ke bumi pun bukan dari perbuatan yang murni baik. Karena, meski Adam hendak berbuat baik terhadap Hawa, namun toh dia juga menjadi melanggar terhadap kesepakatan sebelumnya.    Begitu pun manusia, ia laksana jamur. Bahwa begitu tumbuh, maka tak akan lama juga akan  mati. Dan bisa saja matinya manusia ini bermanfaat bagi pihak lain, namun bukn tidak mungkin pula jika keberadaannya hanya sebagai jamur  pengganggu. [uth]

Sumber Gambar: pixabay.com Diakses pada 5 September 2015

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here