Lumpat: Alat Tradisional Jebakan Ikan di Bengkulu

0
1474
Lumpat adalah Alat Tradisional Penjebak Ikan di Bengkulu
Lumpat adalah Alat Tradisional Penjebak Ikan di Bengkulu

IKAN merupakan sumber makanan yang memiliki banyak manfaat baik bagi kesehatan manusia, dan dari konsumsi ikan kita akan mendapatkan protein yang kadarnya sangat tinggi. Hal ini tentu merupakan kesempatan baik, karena sebagai negeri tropis yang kaya perairan –baik air tawar ataupun air laut– tentu kita memiliki peluang lebih mudah dalam mendapatkan ikan.

Di kota-kota besar bisa jadi kita akan kesulitan mencari lahan yang banyak ikannya, dan karenanya hanya sebatas di pusat-pusat belanja ataupun pasar-pasar tradisional kita akan mendapatkannya. Namun tak jauh dari kota, di pinggiran kota misalnya, maka akan dengan mudah kita menemukan empang, selokan, kolam, dan lahan ikan bisa hidup.

[Baca juga: Legenda Ikan Keramat dan Kelelawar di Gua Ngerong Tuban]

Menjala & Memancing

Berkaitan dengan tak terbatasnya kehidupan ikan ini, tentu tak terbatas pula metode penangkapannya. Dan tak akan selalu samapula cara penangkapan pada tiap daerahnya. Cara menangkap ikan dengan menjala dan memancing, bisa jadi masih bisa dikategorikan sebagai metode yang sama antara tempat yang satu dengan daerah lainnya.

Salah satu cara khas yang berbeda itu ada di daerah Bengkulu, yang menangkap ikan dengan cara ‘lumpat.’

[Baca juga: Inilah Lokasi Wisata Menarik di Bengkulu]

Apa itu Lumpat?

Lumpat adalah sebuah alat tradisional warga Bengkulu yang digunakan untuk menjebak ikan. Jika dilihat bahannya, lumpat di Bengkulu ini bisa jadi tak jauh beda dengan alat penangkap ikan orang Jawa yang bernama sosog. Yaitu berupa susunan bambu yang dibelah dan juga ada bagian yang berasal dari kayu dengan ukuran besar. Lumpat biasanya ditempatkan tepat di tengah-tengah aliran sungai.

Oleh orang-orang lokal Bengkulu, kata lumpat ini dideskripsikan sebagai melompat. Yaitu satu kata sebagai reaksi-gerak sang ikan yang terjebak di dalam alat tradisional itu. Ikan akan melompat-mencoba menyelamatkan diri.

Dibuat Selama Dua Minggu

Masyarakat Bengkulu yang biasa membuat lumpat biasanya akan memerlukan waktu selama dua minggu, yaitu guna mempersiapkan dan lalu menyusun bambu serta kayu. Bentuknya kota, dengan ukuran yang biasa digunakan adalah panjang sekitar 10 meter, sedangkan lebarnya mencapai 1 meter.  Di beberapa bagian sisinya, ditautkan pula tali agar bisa dikaitkan ketika sudah di pakai dalam sungai, tujuannya agar gampang mengendalikannya dan juga tak hanyut serta tergelincir terkena arus.

Pemasangan Lumpat serupa dengan Sosog

Dalam pemasangan lumpat ini, serupa dengan sosog pada masyarakat Jawa. Yaitu pada bagian mulut lumpat yang terbuka dan terendam air, ditata bebatuan guna memusatkan aliran air. Sehingga arus air yang kemungkinan besar membawa ikan itu bisa masuk dalam mulut lumpat. Di kondisi inilah ikan akan terjebak, dan tak bisa kembali karena arus yang datang sangat deras. Selanjutnya ikan justru akan terdorong menuju bagian yang lebih tinggi, dan secara otomatis akan keluar dari sela belahan bambu yang telah disusun tadi. [uth]

Sumber Rujukan:
[1] Mengenal “Lumpat”, Penangkap Ikan Khas Bengkulu; kompas.com, Diakses pada 11 September 2015
[2] Gambar ilustrasi; nationalgeographic.co.id, Diakses pada 11 September 2015

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here