Inilah Beberapa Konsekuensi Makan Mi Instan

0
1878
Inilah Beberapa Konsekuensi Makan Mi Instan
Beberapa Konsekuensi Makan Mi Instan

MIE, mi, ataupun bakmi adalah nama jenis makanan yang banyak digemari bukan saja oleh masyarakat di seputar kita, namun juga oleh mereka yang jauh di manca negara. Karena meskipun bernama lain, toh spaghetti juga memiliki wujud yang tak jauh berbeda dengan mie.     Saking banyaknya peminat mi, maka tak heran jika perusahaan yang memproduksi mi juga mengalami keberhasilan luar biasa. Hal itu bisa kita saksikan pada salah satu perusahaan di Indonesia ini yang produk mi instannya ternyata telah menyebar di seluruh dunia.

Mie instant (instant noodle) memang merupakan makanan ekonomis yang mudah dan tak memerlukan waktu lama guna memasak dan menyajikannya. Bahkan dengan kesibukan yang ada –sehingga membuat waktu yang kita miliki sangat terbatas, kita tetap bisa menikmati aneka rasa mi instan itu.

Membahas tentang mi instan, atak sedikit orang bicara bahwa mengonsumsi mi instan secara rutin, atau bahkan berlebihan memiliki dampak yang kurang baik bagi kesehatan tubuh. Benarkah demikian?    Di bawah ini adalah beberapa penjelasan mengenai mi instan yang harus dipahami sehingga kita bisa tahu konsekuensi yang bakal didapatkan ketika mengonsumsinya.

[Baca juga: Inilah Beberapa Asupan-Makanan Pencegah Radang Tulang Sendi]

Refluks Gastroesofageal

Sakit Refluks Gastroesofageal atau terkenal pula dengan istilah GERD bisa muncul akibat adanya cairan lambung yang naik menuju area kekerongkongan. Penyebabnya tak lain adalah tidak berfungsinya secara baik kinerja klep antara lambung dan kerongkongan.

  • Alur Balik Asam Lambung

Sedangkan sebagai salah satu penyebabnya adalah jenis-jenis makanan yang memiliki sifat refluksogenik atau bisa merangsang refluks, yaitu alur balik asam lambung yang berasal dari lambung menuju ke kerongkongan.    Yang memiliki sifat refluksogenik ini adalah makanan berjenis pedas, berkadar lemak, memiliki rasa manis, dan rasa tegas lainnya. Contohnya yaitu minuman beralkohol, minuman bersoda, minuman berkafein, serta beberapa jenis roti.

  • Pemicu GERD

Nah, berkaitan dengan makanan yang memiliki sifat refluksogenik ini, ternyata ada satu penelitian yang memaparkan bahwa mi instan juga masuk dalam jenis makanan refluksogenik itu.      Karenanya, mi instan bisa memicu gejala GERD menjadi lebih parah, tak lain karena dalam mi instan terdapat kadar karbohidrat tinggi.     Hal ini tentu akan semakin bisa dipahami pada saat orang mengetahui bahwa kenyataannya bagi mereka (penderita GERD) yang menjalankan diet rendah karbohidrat akan secara signifikan bisa teratasi.

[Baca juga: Puasa dan Diet? Hindari Jenis Makanan Yang Merangsang]

Dibanding nasi, mi yang biasanya berbahan terigu juga memungkinkan dapat memicu gejala GERD. Dan yang paling penting diperhatikan, karena kandungan garam yang tinggi pada (bumbu) mi instan, maka kkemunculan gejala GERD juga akan cenderung dominan.

Gula darah

Konsumsi mi instan diyakini juga bisa memicu turunnya kandungan glukosa ataupun gula darah bagi orang dewasa.  Hal ini diperoleh dari perbandingan antara memakan mi instan dengan makan nasi.

Pengaruh pada Nutrisi

Dari hasil sebuah penelitian tercatat bahwa mengkonsumsi mi instan bisa menyebabkan seseorang mengalami peningkatan beberapa zat nutrisi. Di antaranya adalah;vitamin B1 & B2, kalori, lemak, dan juga garam. Akan tetapi di sisi lain, ada pula beberapa zat nutrisi yang menurun ataupun melemah, yaitu protein, kalsium, fosfor, zat besi, kalium, vitamin A, vitamin B3, serta vitamin C.

[Baca juga: Tahukah Anda, Makanan Bernutrisi Tinggi Bisa Mencegah Risiko Kehamilan?]

Kanker Lambung

Demi membuktikan hubungan antara kanker lambung dan makan mi instan, beberapa penelitian telah dilakukan, di antaranya adalah membandingkan antara konsumsi mi instan dan mi biasa.  Hasilnya menunjukkan bahwa mengonsumsi mi instan memiliki keterkaitan dengan risiko munculnya kanker lambung lebih besar dibandingkan konsumsi mi biasa. Hal ini serupa dengan yang ditemukan pada jenis makanan olah dewasa, misalnya sosis dan daging olahan lainnya.

Kondisi Jantung

Berdasar satu penelitian dipaparkan bahwa mengonsumsi mi instan sebanyak dua kali ataupun lebih dalam waktu satu minggu bisa meningkatkan terjadinya sindrom kardio-metabolik, yaitu hingga mencapai 68%. Hal ini terutama pada para perempuan.

  • Apa itu Sindrom Kardio-Metabolik?

Sindrom Kardio-Metabolik merupakan satu rangkaian permasalah yang berhubungan dengan organ jantung dan pembuluh darah, sistem metabolik tubuh, ginjal, sistem pembekuan darah, serta peradangan. Rangkaian masalah kesehatan itulah yang menjadi  faktor pemicu munculnya risiko sakit stroke dan jantung pembuluh darah, hipertensi, diabetes tipe 2, serta kandungan kolesterol dalam darah yang tinggi.

  • Kenapa Cenderung Menyerang Perempuan?

Tentu hal di atas merupakan kabar tak baik, karena selain pada wanita, adakalanya juga menjadi penyebab kuat munculnya sakit jantung pembuluh darah dan stroke parah pada usia muda.       Alasan mudah menyerang pada perempuan adalah; pertama, karena para wanita memiliki perbedaan pada homon seks dan metabolisme daripada pria. Kedua, karena pada kemasan mi instan juga acap dilapisi menggunakan BPA, padahal BPA ini memiliki kecenderungan bisa mengganggu keseimbangan estrogen.

Demikian beberapa hal tentang konsumsi mi instan yang bisa dijadikan bahan pertimbangan. Memang tiada larangan mutlak untuk tak konsumsi mi instan. Hal ini terpaparkan tak lain adalah demi pemahaman agar tetap bisa mengendalikan keinginan sehubungan konsekuensi yang akan diperoleh. [uth]

Sumber Rujukan:
[1] Apakah Mi Instan Baik Untuk Kesehatan?; klikdokter.com, Diakses pada 16 September 2015
[2] Gambar ilustrasi; pixabay.com, Diakses pada 16 September 2015

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here