Tahukah Anda, Satuan Barel Awalnya Berasal dari Wadah Kayu Bentuk Drum

0
2349
Satuan Barel Berasal dari Wadah Kayu Semacam Drum Besar
Satuan Barel Berasal dari Wadah Kayu Semacam Drum Besar

BAREL adalah skala-ukuran yang biasa kita dengar untuk menyatakan satuan minyak, khususnya minyak mentah. Satuan barel ini bukan saja diterapkan oleh sebuah negara yang menghasilkan minyak, akan tetapi digunakan secara umum oleh negeri yang tak berpenghasilan minyak sama sekali.

Hal ini bisa dipahami karena minyak mentah ternyata memiliki manfaat bagi manusia pada semua lini, bukan saja sebatas sebagai bahan bakar.

Bahan Sampo, Losion, & Pengawet Makanan

Menilik sejarah yang ada, pada tahun 1846 minyak mentah pasarannya mulai meroket, yaitu pasca asanya distilasi kerosin  yang dilakukan oleh Abraham Pineo Gesner, warga Kanada yang selain sebagai ahli fisika sekaligus juga merupakan ahli geologi.     Hal itu diperkuat oleh Ignacy Lukasiewicz  yang juga mengembangkan minyak mentah sebagai bahan bakar pada penerangan.

Seiring perkembangan zaman, bukan saja sebatas sebagai bahan bakar, namun kini minyak mentah juga digunakan pada kebutuhan sehari-hari. Sebagai contoh adalah sebagai salah satu bahan sampo, bahan losion, pengawet makanan, dan tentu saja menjadi bahan (kantong & kemasan) plastik.

[Baca juga: Hindari Penggunaan Ulang Botol Plastik dan Pahami Angka Simbol Pada Kemasannya]

Satuan Ukuran

Menyimak rentetan pemanfaatan minyak mentah sebagaimana disebutkan di atas, maka kita pun pasti akan berpikir mengenai ukuran yang digunakan untuk menakar minyak mentah cair ini.

Sekitar tahun 1800-an tercatat bahwa seluruh benda cair mulai ditempatkan pada satu wadah sebagai media yang dijamin keamananannya dengan tujuan untuk penyimpanan. Kala itu yang menjadi pilihan adalah sebuah wadah berujud  “semacam drum besar” dan terbuat dari bahan kayu, di mana dalam satu drum tersebut ditengarai setara dengan 158,97 liter cairan, atau kalau di Amerika setingkat dengan 42 galon.    Sedangkan di Indonesia, ukuran ini jumlahnya serupa dengan 8,5 galon plastik air minum.

Praktis & Bisa Ditangani

Sejatinya pada masa yang sama, terdapat banyak wadah minyak yang diproduksi sebagai satuan-ukura. Akan tetapi ukuran yang terbuat dari kayu dan menyerupai drum tersebut dianggap sebagai ukuran yang paling praktis, pasalnya itu merupakan ukuran yang masih bisa ditangani. Ukuran inilah yang selanjutnya dinamakan sebagai “satu barel,” dengan berat kurang-lebih adalah 136 kilogram.

Mungkin akan timbul pertanyaan, apabila alasannya adalah “kepraktisan dalam penanganan,” kenapa tak menggunakan ukuran yang lebih kecil saja? jawabannya tak lain adalah karena ukuran yang lebih kecil dari itu dinilai kurang memberikan keuntungan.

[Baca juga: Ada Banyak Keuntungan Jika Kita Melakukan Rutinitas Sarapan]

1866: Ukuran Barel Disepakati

Menindaklanjuti tentang ukuran yang harus diterapkan tersebut, maka pada seputar bulan Agustus tahun 1866 terdapat banyak produsen minyak swasta yang menghadiri pertemuan dengan tempat di Titusville, Pennsylvania.

Pada pertemuan tersebut disepakati mengenai penerapan ukuran barel sebagai satuan standar minyak mentah di kawasan setempat. Namun ternyata kesepakatan ini juga diterapkan oleh wilayah lain di Amerika Serikat.   Pada tahun 1872, ukuran barel dijadikan sebagai standar dalam Petroleum Producers Association, yang selanjutnya pada tahun 1882 United States Geological Survei (USGS) juga mengadopsi satuan ukuran ini.

Sumber Rujukan:
[1] Seberapa Besar Ukuran Barel Minyak Mentah?; nationalgeographic.co.id, Diakses pada 17 September 2015
[2]  Gambar ilustrasi; pixabay.com, Diakses pada 17 September 2015

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here