Teori Pilihan Rasional

0
14254
Teori Pilihan Rasional
Bonnybbx / Pixabay

Teori pilihan rasional (Rational Choice Theory) sering pula disebut sebagai teori tindakan rasional (Rational Action Theory), memiliki kaitan awal dengan sosiologi Max Weber dan teori ekonomi. Teori ini pada awalnya berpengaruh kuat pada analisis-analisis ekonomi, tetapi kemudian diadopsi pula oleh sosiologi, psikologi, ilmu politik. Perannya sebagai perekat teoritis dalam ilmu-ilmu sosial, humaniora, filsafat, etnik dan hukum.

[Baca juga: Pemikiran C Wright Mills]

Teori ini berkembang di dalam sosiologi populer tahun 1990-an, mulai masuk ke dalam Asosiasi Sosiologi Amerika setelah munculnya penerbitan Jurnal Rationality and Society tahun 1989 dan berdirinya Seksi Pilihan Rational (Rational Choice Section) tahun 1994 di negara tersebut.

Gambaran sederhana teori ini, di dalam kehidupan, setiap manusia selalu dihadapkan berbagai pilihan, menyangkut cita-cita, cinta, pendidikan, bekerja, berkeluarga, berorganisasi, berpolitik. Manusia memakai nalar, untuk satu pilihan dan menerima resiko atas pilihan tersebut.

[Baca juga: Sosiologi Kesehatan]

 

Para sosiolog menyebutkan teori pilihan rasional adalah setiap orang ketika memilih tindakan didasari oleh nalar rasional, memaksimalkan kegunaan, memuaskan keinginan dan kebutuhan. Di dalam teori pilihan rasional, pilihan, keyakinan, dan tindakan memiliki hubungan satu sama lain. Sebuah tindakan akan dikatakan rasional bila tindakan tersebut memiliki hubungan dengan pilihan, keyakinan.

Teori ini termasuk sosiologi mikro yang menjadi terkenal diusahakan seorang tokoh yaitu James S, Coleman. Ia membuat jurnal Rationality and Society, menerbitkan buku berpengaruh Foundation of Social Theory. Coleman beranggapan bahwa untuk melihat problem makro maka kita harus mengkaji lebih dulu problem mikro, karena problem mikrolah yang mengawali kajian kita agar sampai pada problem makro. Karena fokusnya pada individu, Coleman adalah seorang individualis metodis yang sambil fokus pada faktor-faktor internal pada fenomena level mikro.

Bagi Coleman teori sosial tak hanya merupakan latihan akademis, tetapi harus dapat mempengaruhi kehidupan sosial melalui intervensi yang mana dilakukan oleh individu untuk menciptakan perubahan sosial.

[Baca juga: Teori Pertukaran Sosial]

Sementara itu, para teoritisi sosiologi pilihan rasional seperti; James S.Colleman, Richard M.Emerson, Karen S.Cook, Peter M.Blau serta Robert von Mises; menyatakan pandangan yang sama, bahwa model pilihan rasional ini berupaya menunjukkan; (1) dasar fenomena sosial itu nyata, (2) para aktor bertindak untuk tujuan mengejar kepentingan secara rasional, (3) kecanggihan individualisme metodologis, (4) fokus analisis lebih pada aktor dan strateginya, dan (5) penggunaan logika deduksi untuk menjelaskan fenomena.

Teori pilihan rasional memiliki dua asumsi pokok : pertama, fenomena sosial, ekonomi, dan fenomena tingkat kemasyarakatan lainnya hanya dapat dijelaskan melalui pemahaman atas tindakan individu-individu, atau pada tingkatan mikro. Kedua Tindakan serta institusi pada dasarnya adalah tindakan sosial.

Ada dua unsur utama dalam teori Coleman, yakni aktor dan sumber daya. Sumber daya adalah sesuatu yang menarik perhatian dan yang dapat dikontrol oleh aktor. Pemusatan perhatian pada tindakan rasional individu dilanjutkannya dengan memusatkan perhatian pada masalah hubungan mikro-makro atau bagaimana cara gabungan tindakan individu menimbulkan prilaku sistem sosial.

[Baca Juga: Pengertian Sosiologi dan Ruang Lingkupnya]

Menurut Friedman dan Hechter ada tiga kelebihan yang dimiliki oleh teori pilihan rasional, yaitu; (1) memiliki kontribusi pada area pengukuran, (2) sebagai pendekatan pertikaian dalam institusi sosial dan (3) memberikan kemungkinan tentang cara untuk menjawab pilihan tujuan individu.

Walaupun demikian, ada 3 kelemahan dari pendekatan Coleman. Pertama, ia memberikan prioritas yang berlebihan terhadap masalah hubungan makro-mikro. Kedua, mengabaikan masalah hubungan makro-makro. Ketiga, hubungan sebab akibat hanya menunjuk pada satu arah, tiada dialektika. [Fay]

Referensi

[1] George Ritzer & Douglas J. Goodman, Teori Sosiologi Modern, Jakarta, Prenada Media, 2004

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here