Jejak Pemikiran Sosial Saint Simon

0
6360
biografi dan pemikiran saint simon
Ilustrasi: Pixabay.com

 

Tokoh sosialis Perancis ini memiliki nama lengkap, Claude Henri de Rouvroy Comte de Saint Simon. Tapi ia lebih dikenal Henri de Saint Simon. Lahir 17 Oktober 1760 di Paris, Prancis, daerah pinggiran miskin namun dari keluarga terkemuka. Ayahnya putra kedua Louis-Francois de St. Simon seorang tentara. Saint Simon dididik secara privat oleh para tutor pribadinya, dan belajar otodidak. Usia 17 tahun ikut pendidikan militer kemudian bertugas koloni Perancis di Amerika, sebagai kapten artileri di Yorktown tahun 1781.

Ia seorang pengembara, sering berpergian ke Jerman, Inggris, dan Swiss. Tak heran tahun 1783 ia menjadi wakil pemimpin negara Meksiko mengawasi daerah Atlantik dan Pasifik dan 1787 menjadi menteri di Spanyol. Ia ikut dan mendukung beberapa tindakan Revolusi Prancis tahun 1789. Ia aktif dalam kehidupan politik di bawah undang-undang, serta turut berpartisipasi dalam negosiasi damai dengan Inggris di Lille.

Ia sempat hidup kaya saat Revolusi Perancis pada tahun 1789. Ia pernah mengonstruksi kanal antara Samudra Atlantik dengan Samudra Pasifik yang tersambung dengan Kota Madrid. Saint Simon akhirnya pensiun dari aktifitas pemerintahan dan finansial, dan memulai karier sebagai penulis hingga akhir hidupnya (meninggal 19 Mei 1825).

Sejak 1802 dia mengambil karir baru sebagai penulis. Tulisan-tulisan Saint Simon mulai diterima publik, khususnya para manager bisnis, pelaku industri dan bankir. Setelah pertemanannya dengan Thierry berakhir, Saint Simon memulai hubungan dengan Auguste Comte, yang menjadi murid dan sekretarisnya.

Saint Simon menciptakan ilmu sosial integratif, memadukan ilmu sosial dan ilmu alam. Visinya adalah masyarakat yang memiliki prestasi, produktif, dimana kemiskinan dan peperangan dihapuskan melalui industrialisasi, terbentuknya masyarakat terbuka, sistem kasta dan suku bangsa dihapuskan, serta penghargaan berdasarkan jasa.

Pemikiran Saint Simon banyak dipengaruhi pengalamannya selama hidup di Amerika. Di Amerika, semua agama mendapat kedudukan dan hak yang sama. Negara menjamin kebebasan dan toleransi dalam kehidupan. Kedudukan negara lebih bersifat sebagai pengawas dan bukan pemegang peran sentral yang birokratnya tidak memeras kehidupan industrialisasi.

Bagi Saint Simon, revolusi merupakan hasil dari fermentasi moral dan konflik menjadi sumber perubahan atau revolusi. Konflik ini diawali oleh perkembangan budi manusia yang kemudian sampai pada tahap krisis. Sebuah perubahan besar selalu diawali dengan konflik berdarah, dan Revolusi Perancis yang menjadi contoh nyata saat itu.

Simon menegaskan bahwa kerja adalah esensi dari seluruh keutamaan. Gagasan Saint Simon terangkum dalam sebuah teori yang disebut Filsafat Kerja. Ia membagi kelas sosial menjadi dua, dengan tolak ukur adalah kerja atau industri. Pertama, kelas produktif, yaitu para pelaku kerja atau industri, dan kedua kelas non produktif, tidak menghasilkan sesuatu demi terbentuknya masyarakat industri, terdiri dari raja, para pemimpin agama, dan para birokrat.

Saint Simon memaknai prinsip dasar ajaran Kristiani itu secara baru. Kekristenan bukan melulu dogmatis, namun sebagai proyek jiwa dalam pembentukan suatu sistem industri atas dasar cinta kasih. Tujuan utama kekristenan dalam sistem industri seharusnya adalah perbaikan nasib kelas proletar. Tugas gereja adalah ikut serta menghasilkan kesejahteraan umat secara konkret dalam perbaikan hidup manusia yang tercapai lewat kerja.

Peran penting Saint Simon adalah pengembangan teori sosiologi konservatif (seperti dilakukan Comte) maupun terhadap teori Marxian radikal. Di sisi teori konservatif, Saint Simon ingin mempertahankan kehidupan masyarakat seperti apa adanya, tetapi ia tak ingin kembali ke kehidupan seperti di Abad Pertengahan. Di sisi radikalnya, Saint Simon melihat perlunya reformasi sosialis terutama sentralisasi perencanaan sistem ekonomi.

Pengaruhnya pada sekretarisnya yaitu August Comte dan Augustin Thierry, teroritikus sosial politik, John Stuart Mill dan Karl Marx, penulis Heinrich Heine dan George Sand, dan pemusik Franz List dan Hector Berlioz. Idenya mempengaruhi pemikiran positivisme, marxisme dan ide-ide dari Thorstein Veblen. Kalau Auguste Comte disebut bapaknya sosiologi, tak berlebihan kiranya kalau Saint Simon disebut kakeknya/mbahnya sosiologi.***

Referensi

[1] George Ritzer & Douglas J. Goodman, Teori Sosiologi Modern, Jakarta, Prenada Media, 2004; 

[2] Biografi Saint Simont. Merdeka.com, diakses 25 September 2015.

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here