Inilah Revolusi Sosial Perspektif Theda Skocpol

0
1964
Revolusi Sosial Perspektif Theda Skocpol
Revolusi Sosial Perspektif Theda Skocpol

THEDA SKOCPOL merupakan sosiolog Amerika beraliran Marxis. Karyanya antara lain; Review Wallerstein (artikel), 1977, State and Revolutions, 1979, Vision and Method in Historical Sociology (editor), 1984. Karyanya terkenal berjudul States And Revolutions, yang merupakan buku dari karya disertasinya di Universitas Havard. Dalam karya tersebut Theda Skocpol mengkaji tiga revolusi besar, yaitu revolusi di Perancis, revolusi di Rusia dan revolusi di Cina.

Dua Revolusi Theda Skocpol

Bagi Theda Skocpol revolusi adalah perubahan sosial yang cepat dan mendasar. Dia membagi revolusi menjadi dua, yaitu, revolusi sosial dan revolusi politik.

[Baca juga: Inilah Burung-Burung Manyar Sebagai Refleksi Kisah Cinta Pada Masa Revolusi Indonesia]

  • Revolusi Sosial

Revolusi sosial adalah perubahan cepat dan fundamental dalam masyarakat dan struktur kelas suatu negara, terdapat konflik sosial-politik, mengubah struktur sosial dan struktur negara.

  • Revolusi Politik

Sedangkan mengenai revolusi politik mengubah struktur negara tetapi tidak mengubah struktur sosial dan revolusi tersebut tidak dilakukan dengan konflik sosial. Contoh dari revolusi politik adalah Restorasi Jepang dan Revolusi Inggris. Revolusi di kedua negara tersebut hanya dilakukan beberapa golongan kelas menengah terhadap penguasa monarki absolut untuk membentuk pemerintahan parlementer.

Revolusi Tak Serupa Pemberontakan!

Revolusi berbeda dengan pemberontakan. Pemberontakan bisa berhasil dan mengikutsertakan kelas bawah, tetapi tidak menimbulkan perubahan struktural. Berbeda pula dengan industrialisasi, memang industrialisasi merubah struktur sosial tetapi tidak melalui sebuah pergolakan politik. Ciri khas revolusi sosial adalah, terjadinya perubahan mendasar pada struktur sosial dan struktur politik, dan adanya perjuangan kelas yang sangat kuat dan penting.

  • Empat Teori Revolusi

Dalam mengupas revolusi, Theda Skocpol mengulas dulu empat teori revolusi sebelumnya dan melakukan kritik;

  1. Pertama teori revolusi Marxis, dari pemikiran Karl Marx.
  2. Kedua, teori agregrat psikologi, teori ini dikemukakan Ted Gurr.
  3. Ketiga teori konflik politik, teori ini dimotori oleh Charles Tilly.
  4. Ke empat adalah teori konsensus sistem/nilai, gagasan ini dikemukakan oleh Chalmers Johnson.

Keempat perspektif di atas menurut Theda Skocpol sama-sama keliru karena melihat negara terutama sebagai arena tempat konflik sosial diselesaikan.

[Baca juga: Teori Kontrak Sosial]

  • Tiga Prinsip Utama dari Tiga Negara

Studinya tentang revolusi sosial dengan mengkomparasikan tiga revolusi sosial di tiga negara, dengan berlandaskan tiga prinsip utama;

  1. Pertama, analisis revolusi harus melibatkan perspektif struktural untuk meneliti sebab dan proses revolusi sosial.
  2. Kedua, revolusi sosial tidak dapat dijelaskan tanpa mengacu secara sistematis pada struktur internasional dan perkembangan sejarah dunia.
  3. Ketiga, untuk menjelaskan sebab dan akibat revolusi sosial harus memahami negara sebagai suatu organisasi administratif dan organisasi pemaksa, organisasi yang otonom dari struktur dan kepentingan sosial ekonomi.

Theda menyebutkan, dalam tiga revolusi di tiga negara tersebut, tidak bisa dilepaskan dari peran petani. Konflik petani dengan tuan tanah itu mendasari ketegangan-ketegangan politik dalam rezim lama prarevolusioner di Perancis, Rusia dan Cina. Pemberontakan petani sebagai jalan pembuka bagi kalangan politisi yang dimarginalkan oleh rejim penguasa.

Theda menilai terdapat pola-pola yang sama dalam revolusi di tiga negara tersebut. Mulai dari terjadi proses pembusukan rezim lama dan terbentuknya rezim baru yang revolusioner. Kemudian tiga revolusi sosial tersebut sama-sama negara agraris kaya belum dijajah sebelum revolusi. Ketiga negara tersebut sama-sama negara otokratis proto-birokratis (Perancis dengan Burbon, Rusia dengan Romanov, Cina dengan Manchunya) yang menghadapi tantangan militer asing yang lebih maju secara ekonomi. Tantangan dari luar bertemu dengan masalah dari dalam, krisis ekonomi, pemberontakan dari bawah kaum petani, tidak becusnya aparat pemerintah.

  • Tiga Elemen Penting

Ada tiga elemen struktur yang dianggap penting oleh Theda Skocpol untuk menganalisis revolusi, yaitu; peranan konteks internasional, perkembangan ekonomi dalam negeri dan negara-negara lain, dan organisasi-organisasi kenegaraan dari rezim lama dan baru.

Gagasan Theda Skocpol memang menarik. Walau demikian, pandangannya terlalu strukturalis, reduksionis. Mereduksi pengaruh internasional hanya berkaitan dengan perang, ekonomi, mereduksi semua revolusi adalah revolusi petani. Dia melupakan aspek aktor dan motivasi individu, meremehkan peran Lenin dan golongannya yang memiliki motivasi mendirikan negara Komunis. Dia terlalu strukturalis melupakan aspek budaya politik sebuah bangsa, sehingga bisa menjadi penjelas mengapa setelah revolusi, Rusia dan Cina pemerintahanya Komunis, Perancis Presidensialis.***

Sumber Rujukan:
[1] Theda Skocpol, ­Negara dan Revolusi Sosial, Jakarta, Erlangga, 2001
[2] Peter Burke, Sejarah dan Teori Sosial, Jakarta, Yayasan Obor Indonesia, 2001
[3] George Ritzer & Douglas J. Goodman, Teori Sosiologi Modern, Jakarta, Prenada Media, 2004
[4] Negara Revolusi Pandangan Theda Skocpol; hermawaneriadi.wordpress.com, diakses 26 September 2015
[5] Gambar ilustrasi; pixabay.com, diakses 5 Oktober 2015

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here