Ringneck Pheasant: Ayam Unik Tanda Bahaya Pencurian & Bencana Gempa

0
3099
Ringneck Pheasant: Ayam Pemberi Tanda Bahaya Gempa
Ringneck Pheasant: Ayam Pemberi Tanda Bahaya Gempa

AYAM memiliki banyak macam dan juga jenis, baik dilihat dari segi wujud (bentuk), suara, ataupun hasil telurnya. Dari beberapa spesifikasi tersebut, pemeliharaan ayam dilakukan banyak orang juga dengan beragam kepentingan, misalnya memang hendak diambil telurnya, dimanfaatkan dagingnya, ataupun dipelihara keunikannya sebagai binatang hias.

Ayam kampung, ayam petelur dan juga ayam pedaging adalah jenis unggas yang biasa kita jumpai di lingkungan, apalagi jika masyaralatnya memang dominan dengan usaha dan budidaya ayam kampung, petelur, pun pedaging itu. Akan tetapi masih banyak beberapa jenis ayam lain yang termasuk langka, di antaranya adalah ayam Ringneck Pheasant.

[Baca juga: Fungsi Kokok Ayam Sebagai Penanda Waktu dan Bahasa Komunikasi]

Apa itu Ayam Ringneck Pheasant?

Tak jauh dari arti ring dan neck, yaitu cincin dan leher,  ayam ini dinamakan Ringneck (Pheasant) karena merupakan jenis unggas-ayam yang memiliki warna bulu berbeda di sekitar lehernya, tepatnya mengelilingi bagian leher (neck), sehingga menyerupai cincin alias ring. Namun wujud ringneck itu memang sebagian besar hanya dimiliki oleh pejantan saja.

Beberapa sumber memaparkan bahwa unggas berjuluk Ringneck Pheasant yang jumlah bertelurnya serpa dengan ayam pada umumnya –yaitu 20 hingga 30 butir– ini ditengarai berasal dari Amerika Latin.

  • Gaduh Ketika ada Orang Berniat Jahat

Ayam dengan bulu-bulu menarik ini juga memiliki suara layaknya ayam kampung ataupun ayam negeri, hanya saja ia juga mempunyai kelebihan, yaitu akan mengeluarkan suara gaduh dan ramai apabila ada orang tak dikenal mendatanginya. Sehingga tatkala ada orang yang hendak melakukan kejahatan –pencurian– di area rumah kita, termasuk mencuri ayam Ringneck Pheasant ini, maka ia akan menjadi tak nyaman akibat kegaduhan yang ditimbulkan unggas unik tersebut.

  • Alarm Gempa Bumi

Begitu pula ketika hendak datang fenomena alam berupa gempa, maka ayam Ringneck Pheasant juga akan mengeluarkan suara serupa. Oleh karenanya, selain sebagai tanda kewaspadaan terhadap kejahatan, ayam jenis ini juga memiliki keunggulan sebagai alarm gempa bumi.

Sebagaimana video yang berisi pemaparan Dwi Prayitno –warga Bantul Yogyakarta, pemelihara ayam Ringneck Pheasant dan pemilik Prayitno Farm– yang diunggah di situs YouTube, dikatakan olehnya bahwa dalam waktu 5 ataupun 10 menit sebelum terjadinya  beberapa gempa, baik gempa laut selatan ataupun gempa meletusnya Gunung kelud waktu itu, ia mengamati tingkah ayam Ringneck Pheasant yang cenderung gaduh dan banyak mengeluarkan suara.

  • Unik dan Menarik

Selain hasil telur yang lumayan banyak dan juga sebagai alarm tanda bahaya, warna bulu cokelat yang acap dipadu dengan ungu dan kemilau hijau menambah kecantikan jenis unggas yang satu ini. Sehingga ada banyak kolektor dan juga penggemar unggas yang sangat menyukainya.

Dianggap Hama & Tak Mudah Stres

Awalnya jenis ayam Ringneck Pheasant ini dikatakan sebagai bagian dari hama pengganggu tanaman, yaitu di tempat asalnya sana, Amerika Latin. Oleh karenanya pada musim panen raya tiba, perburuan besar-besaran terhadap ayam ini dilakukan karena jika tidak, maka akan memakan biji-bijian. Namun tetap ada batasan agar tak menjadi punah habitatnya.

Penggemar unggas yang memilih ayam jenis ini juga melihat bahwa ada banyak kelebihan darinya, di antaranya adalah sifat cukup agresif dan galak, khususnya pada saat melindungi betinanya. Artinya ia akan mengeluarkan segala daya & upaya guna melawan  dan menyerang para pengganggunya.  Ini menjadi nilai tambah karena berkecenderungan tidak mudah stres meskipun berada pada lingkungan yang baru. [uth]

Sumber Rujukan:
[1] Ring Neck Pheasant, Ayam Pendeteksi Gempa Dari Prayitno Farm; ronggolawe.info, diakses pada 7 Oktober 2015

[2] Ayam Pendeteksi Gempa; Koran Cetak Minggu Pagi -Jogja, Minggu I Oktober 2015, diakses pada 7 Oktober 2015
[3] Gambar ilustrasi adalah hasil screen shoot dari situs Youtube yang diunggah oleh Mbak Mitha, diakses pada 7 Oktober 2015

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here