Kenapa Helikopter Tak Perlu Landas Pacu yang Panjang?

0
1413
Apa Kecanggihan Helikopter Seahawk Angkatan Laut USA?
Apa Kecanggihan Helikopter Seahawk Angkatan Laut USA?

HELIKOPTER merupakan kendaraan yang melintasi udara sebagaimana pesawat udara lainnya, namun memiliki perbedaan tersendiri, baik dalam hal penerbangan maupun pendaratan.

Sebagai sesama kendaraan lintas udara, antara helikopter dengan pesawat lain, baik pesawat militer ataupun sipil, memiliki keunggulan masing-masing, tentu sesuai fungsi dan perannya juga.      Untuk helikopter, keunggulannya tentu saja adalah dalam hal take off —tinggal landas dan juga landing —pendaratan, yaitu tak membutuhkan landas pacu yang panjang. Cukup tanah lapang, maka sebuah helikopter sudah bisa didaratkan dan juga diterbangkan. Namun tentu saja ada beberapa aturan yang harus ditaati dalam hal pendaratan serta penerbangan itu. Sebagai contoh adalah tentang luas area tanah lapang, pengaruh pada lingkungan sekitar, dan efek-efek lain yang diperhitungkan. Hal itu tentu saja tidak akan bisa kita temukan pada pesawat udara selain helikopter.

[Baca juga: Inilah Kotak Hitam Pesawat Terbang yang Tak Berwarna Hitam]

Bagaimana Helikopter Bisa Terbang?

Terbangnya helikopter adalah dengan cara memutarkan sudu rotor panjang dengan bentuk penampang menyerupai sayap pada pesawat terbang lain.

  • Membumbung dan Belok Arah

Dengan perputaran sudu rotor tersebut, ada gaya bubung dan melambung yang bisa diubah-ubah sesuai kehendak, yaitu dengan menyesuaikan sudut-sudut puntir semua sudunya sekaligus. Sedangkan mengenai arah belok, bisa dilakukan dengan menyesuaikan setiap sudu dengan durasi sesuai daur putar yang dikehendaki.

  • Arah Depan, Belakang, pun Ke Samping

Mengenai  terbang ke arah depan alias maju, ataupun ke arah belakang (mundur), dan juga menyamping –ke kiri ataupun ke kanan–, sudu rotor yang berputar harus dimiringkan sesuai arah gerakan yang dikehendaki.

Sementara mengenai keberadaan sudu rotor kecil tambahan, yaitu yang dipasang pada bagian ekor helikotper, memiliki fungsi guna mencegah berputarnya pesawat akibat (momentum) perputaran rotor pembumbung. Oleh karenanya, sudu rotor bagian belakang ini bisa dikatakan sebagai “penyeimbang” terbangnya helikopter.

  • Melayang-Diam di Udara

Dengan adanya sudu-sudu rotor ini, helikopter juga memiliki kelebihan lain, yaitu mampu melayang-diam di atas tanpa adanya gerakan di udara. Proses itu terjadi adalah karena adanya proses penyeimbangan bobot pesawat terhadap gaya bubung yang ditimbulkan oleh rotornya.

Bagian Penting Helikopter

Kemampuan terbang, berbelok, maju ataupun mundur di udara, dan juga melayang-diam helikopter tak bisa lepas dari beberapa komponennya. Di bawah ini adalah beberapa di antaranya;

  • Rotor Utama

Penampang pada sudu rotor utama bentuknya serupa dengan sayap pada pesawat terbang pada umumnya. Permukaan atas serta bawah sudu yang dilewati arus udara memnciptakan tekanan rendah pada bagian atas, sehingga menyebabkan terjadinya gaya bubung.

  • Rotor Penyeimbang

Apabila rotor pada helikopter bagian belakang terjadi kerusakan dan tak berfungsi, maka bisa dipastikan akan terjadi pergerakan memutar dari badan helikopter  itu sendiri.

Dengan begitu bisa disimpulkan bahwa; perputaran badan pesawat ini terjadi lantaran tak ada atau tak berfungsinya penyeimbang yang dihasilkan dari rotor tambahan. Dan hal tersebut sebagaimana telah dipaparkan pada bagian atas tadi, bahwa keberadaan rotor tambahan di bagian ekor (belakang) tak lain adalah sebagai penyeimbang sehingga tetap ada balance.

  • Naf Rotor Utama

Apabila telah melakukan manufer dalam penerbangan, dan kemudian tetap menghendaki manufer itu bertahan untuk beberapa saat lamanya, maka penerbang musti menyesuaikan sudut sudu-sudu rotor dengan memanfaatkan pelat pemiring. Yaitu sebuah alat yang terpasang pada bagian poros rotor.

Helikopter memiliki kemampuan terbang, berputar, ataupun melayang-diam, semuanya bergantung dari si penerbang dalam mengendalikan pelat pemiring tersebut. Sebagai contoh apabila pelat pemiring digerakkan ke arah atas dan juga ke bawah, maka yang akan diperoleh adalah berubahnya kemiringan dari sudu rotor. Dan pelat pemiring ini juga bisa diserongkan guna mengubah sudut cakram rotor.

Dengan memahami beberapa komponen dan juga proses cara terbang dari helikopter, maka kita akan bisa mengerti  alasan helikopter tak memerlukan landas pacu yang panjang sebagaimana pesawat terbang lainnya. [uth]

Sumber Rujukan:
[1] Bagaimana Helikopter Terbang?; nationalgeographic.co.id, diakses pada 8 Oktober 2015
[2] Gambar ilustrasi; pixabay.com, diakses pada 8 Oktober 2015

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here