Cara Manual Mendokumentasikan Halaman Web di Wayback Machine

0
2232
Cara Manual Mendokumentasikan Halaman Online di Wayback Machine
Inilah Cara Manual Mendokumentasikan Halaman Online di Wayback Machine

WAYBACK Machine yang sering digunakan sebagai media penyimpanan secara otomatis merupakan mesin yang sangat berguna, karena banyak hal di dunia maya ini –yang sejatinya telah dihapus ataupun dihilangkan– ternyata masih bisa dijumpai di sana. Dan halaman Wayback Machine yang masih satu keluarga dengan Alexa dan Amazon itu bisa ditelusuri di link URL archive.org

Sebenarnya mesin pencari sekelas google juga memiliki fitur serupa, yaitu halaman back up guna mencari hal-hal yang pernah tayang di dunia maya namun  telah hilang. Hanya saja alat milik google ini adakalanya tak bisa diandalkan, lantaran beberapa situs yang sudah lama hilang benar-benar tak tersimpan lagi di sana.

[Baca juga: Tahukah Anda, Alexa dan Internet Archive Adalah Dua Situs Milik Amazon?]

Serupa Web-Cache tapi Tak Sama

Menyimak paparan di atas, maka bisa disimpulkan bahwa ternyata keberadaan  Wayback Machine ini memang tak jauh berbeda jika dibanding dengan web-cache pada umumnya. Yaitu sebagai alat back up, namun memiliki satu kelebihan lain, yaitu sekaligus sebagai tempat mengarsip.    Dikatakan sebagai tempat meng-arsip karena ada banyak wadah (server) yang digunakan untuk mengalokasikan segala dokumen yang pernah tayang di dunia internet, khususnya yang pernah tayang sejak tahun 1996 hingga kini.

Pengembangan diri dilakukan Wayback Machine pada musim gugur tahun 2012, di antaranya dengan mempersembahkan fitur baru. Yaitu memberikan akses kepada setiap pengguna untuk mendokumentasikan tiap halaman website ataupun weblog yang telah dipublis, termasuk juga file yang berbentuk PDF.

Automatic Crawling

Pada masa-masa awal, Wayback Machine seolah rajin melakukan perambahan kepada semua situs yang tayang di dunia maya. Jadi kitapun akan bisa dengan mudah menemukan arsip yang kita cari, karena memang telah dirambah dan disimpan olehnya. Akan tetapi kini kita agak kesulitan menemukan file situs yang pernah dipublis. Selayaknya memang kita harus memakluminya, karena memang dibutuhkan usaha lebih guna menampung semuanya. Disamping memaklumi operasional crawling secara otomatis, tentu juga memaklumi keberadaan server mereka yang harus menampung semua situs di sleuruh penjuru dunia.

Di sisi lain, kitapun wajib berterimakasih karena meskipun layanan ini (masih) bersifat gratisan, namun kita –sebagai pengguna– masih tetap diberikan keleluasaan dalam hal mendokumentasikan sendiri, yaitu bisa dilakukan secara manual.

Mendokumentasikan Situs Secara Manual

Mendokumentasikan sebuah halaman online, baik milik sendiri ataupun milik orang lain bisa dilakukan sendiri secara manual, caranya adalah sebagai berikuit;

  • Kunjungi Homepage Wayback Machine yang digunakan untuk menyimpan, yaitu di URL archive.org/web.
  • Setelah halaman itu terbuka, amati di bagian bawah kanan. Yaitu yang tersedia kolom, di atas kolom bertuliskan “Save Page Now.” dan di bawahnya; Capture a web page as it appears now for use as a trusted citation in the future. (Only available for sites that allow crawlers)
  • Copy alamat URL yang hendak Anda dokumentasikan, kemudian paste di dalam kolom tersebut.
  • Jangan lupa tekan tombol “SAVE PAGE,” atau bisa juga menekan tombol enter.
  • Selesai. Jika berhasil maka yang akan muncul adalah pop up proses crawling.

Demikian cara manual yang bisa kita tempuh. Hal ini selain membantu kita kelak, tentu saja juga sangat berguna bagi tim Internet Archive sebagai pihak yang mengelola Wayback Machine, karena akan diperoleh hasil pengarsipan yang lebih akurat dan komprehensif. [uth]

Rujukan:
[1] How To Save URLs To The Wayback Machine On Demand; searchengineland.com, diakses pada 12 Oktober 2015
[2] Gambar ilustrasi; Screen Shoot dari situs archive.org, diambil pada 12 Oktober 2015

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here