Inilah Prague Orloj, Arloji Astronomi Tertua di Dunia

0
1678
Prague Orloj, Arloji Astronomi Tertua di Dunia
Prague Orloj, Arloji Astronomi Tertua di Dunia

KEAJAIBAN dunia adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada satu materi di dunia ini yang cukup menakjubkan dan hanya bisa ditemui pada satu tempat. Salah satu contohnya adalah keberadaan Candi Borobudur di Jawa Tengah.    Dan selain Candi Borobudur, sebenarnya masih banyak lagi yang masuk dalam kategori “keajaiban dunia.”

Jam Astronomi Praha

Satu dari banyaknya keajabian dan keunikan dunia itu adalah ‘jam astronomi Praha,” atau dikenal pula dengan nama Prague Orloj.

  • Tahun 1410

Ialah wujud arloji yang dibangun tahun 1410 oleh Jan Sindel,seorang profesor matematika serta astronom dari Univeresitas Charkes Praha.    Namun Jan Sindel tidak sendirian dalam membangun jam yang hingga kini usianya telah mencapai 605 tahun itu. Melainkan bersama ahli jam Mikulas of Kadan.

[Baca juga: Fungsi Kokok Ayam Sebagai Penanda Waktu dan Bahasa Komunikasi]

  • Abad ke-16

Menginjak abad ke-16, Prague Orloj tersebut sudah mulai mengalami kerusakan berulangkali, oleh karenanya perbaikan pun dilakukan berkali-kali.

Kini, satu jam astroonomi di Old Town (Praha) ini bisa beroperasi lancar dan bahkan juga sangat diperhatikan karena menjadi salah satu atraksi utama wisata kota Praha, Republik Cheska. Atraksi yang berlangsung tiap jam itu berdurasi kurang dari satu menit, dan dimulai sejak pukul 9.00 hingga 23.00

Tiga Komponen Unik

Merujuk pada keterangan yang dipublikasikan di situs prague.cz, terbaca satu keunikan dari jam ini yaitu terletak pada tiga bagian-komponennya.

  1. Komponen paling atas menampilkan empat figur yang dinamakan The Walk of the Apostles
  2. Bagian tengah adalah komponen paling tua, yaitu perhitungan astronomi berdasarkan posisi matahari dan bulan.
  3. Komponen terbawah menjelaskan kalendar bulan dan musim. Komponen kalendar bersimbol 12 zodiak ini baru ditambahkan pada tahun 1870

Atraksi Pertunjukan

Jam astronomi Praha yang dalam bahasa setempat disebut Prazky Aorloj ini mengawali pertunjukannya dengan membuka dua jendela pada komponen paling atas, yang kemudian menampilkan 12 murid secara bergantian. Yang dimaksud 12 murid itu adalah Santo Paulus dan 11 murid Yesus lain, minus Yudas yang berkhianat.

Figur Sebelah Arloji

Selain pertunjukan itu, di bagian sebelah kiri jam juga terdapat sosok patung tengkorak yang memegang sangkar, sebagai figur kematian. Dan di sebelahnya lagi berdiri figur orang Turki sebagai lambang masyarakat yang hanya ingin bersenang-senang.

Sisi bagian kanan berdiri pula dua figur. Pertama adalah seorang pria dengan cermin di tangan, yang melambangkan kesombongan. Fifur kedua, orang kikir yang sedang memegang kantong uang, sebagai lambang keserakahan.

Seni Membaca Arloji

Jam astronomi yang nyaris musnah akibat serangan pasukan Nazi pada Perang Dunia II ini memberi gambaran perspektif alam di abad pertengahan, yaitu ketika bumi menjadi pusatnya. Hal ini sebagaimana terpaparkan melalui bagian astronomi.

  • Latar Warna

Latar warna biru pada bagian jam tersbeut menunjukkan langit di atas garis cakrawala, sementara untuk bagian di bawah garis cakrawala warnanya adalah cokelat dan hitam. Di atas cakrawala tertulis juga ORTVS dalam bahasa latin, yang memiliki arti Timur, OCCASVS berarti barat, ARORA adalah fajar, dan CPEPVSCVLVM yang artinya senja.

Warna-warna di atas bukan tanpa tujuan, melainkan sebagai tanda untuk menunjukkan posisi matahari. Warna hitam untuk menghilangnya matahari alias waktu malam, warna oranye di sebelah kiri jam menunjukkan waktu subuh, dan warna abu-abu di bagian kiri menandakan waktu ketika matahari terbit. Sedangkan untuk siang hari adalah warna biru di bagian atas, waktu matahari tenggelam diwakili warna abu-abu bagian kanan, dan waktu senja adalah berwarna oranye.

  • Lingkaran

Orloj yang juga mencakup tiga lingkaran ini memberikan tiga informasi waktu berbeda. Lingkaran paling luar dengan angka Schwabacher menunjukkan Old Czech Time ataupun Bohemian Time. Lingkaran kedua dengan angka Romawi menunjukkan CET (European Central Time), sedangkan lingkaran di tengah dengan angka Arab menunjukkan Babylonian Time.

Sumber Rujukan:
[1] Prague Orloj, Jam Astronomi Tertua di Dunia; Endah Asih, Koran Cetak Pikiran Rakyat hal. 3, terbit Minggu (Pon) 11 Oktober 2015
[2] Gambar ilustrasi; pixabay.com, diakses pada 13 Oktober 2015

 

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here