Inilah Pengantar Sosiologi Media

0
2564
Inilah Pengantar Sosiologi Media
Inilah Pengantar Sosiologi Media

SOSIOLOGI media adalah ilmu yang mengkaji media dari sudut sosiologis. Dapat dijelaskan bahwa, sosiologi mempelajari interaksi, struktur yang terjadi di masyarakat, sedangkan media merupakan alat/teknologi penghubung, penyampai sesuatu, baik itu informasi maupun berita. Cotohnya adalah media cetak koran, media televisi dan masih banyak lagi. Jadi dapat disimpulkan bahwa; sosiologi media adalah gabungan antara ilmu sosiologi dan juga media.

Efektif dengan Media

Yang harus dipahami adalah, interaksi manusia ini tidak selamanya bisa dilakukan secara langsung, face to face, secara fisik, tidak pula bisa selalu disampaikan secara keseluruhan. Maka ada makelar, penterjemahan bahasa, pidato, puisi, cerita maupun anekdot.

Lantas dengan perkembangan jaman, penemuan ilmu dan perkembangan informasi & teknologi memunculkan alat-alat sebagai bagian dari media; telegram, telepon, koran, majalah, televisi, yang kesemua itu sebagai alat, media penghubung dan penyampai realitas, informasi dan hiburan.    Tentunya informasi, realitas yang disampaikan media bukan realitas yang utuh, melainkan realitas yang sudah dikonstruksi. Sedangkan untuk konteks saat sekarang ini, media lebih terkait dengan media cetak, koran, majalah dan media elektronik televisi, radio dan website.

[Baca juga: Informasi: Pengertian, Operasionalisasi dan Penalarannya]

Kajian Sosiologi Media

Apa yang dikaji dalam sosiologi media adalah nilai sosial dari media itu sendiri, dan juga relasi media dengan konsumenya, misalnya pembaca, pendengar, ataupun pemirsa.

  • Ideologi & Ekonomi

Hal yang berhubungan dengannya adalah bahwa dalam satu media terdapat sekelompok orang yang memiliki ideologi, nilai kerja dan profit. Kaitannya dengan industri itu sendiri tentunya pasti memikirkan untung dan rugi. Dengan latar belakang tersebut,  informasi dan hiburan yang diberikan media selain sudah dikonstruksi realitasnya, tentu juga akan tetap memberikan dampak pada masyarakat secara umum dalam segala bidang.

  • Ekonomi & Politik

Pihak penguasa dan pengusaha membutuhkan media untuk memenuhi kepentinganya, contohnya adalah sebagai alat promosi, sarana penyampai kebijakan, wadah menampilkan sisi positif kepada konsumen dan rakyatnya, dan masih banyak lagi.  Sehubungan dengan hal tersebut, keberadaan media pun dipilih berdasar kredibilitasnya dimata rakyat, juga berdasarkan pengetahuan dan produksinya. Itu semua adalah hal-hal yang tak bisa lepas dan justru selalu berkaitan erat dengan ekonomi, ideologi dan pemilik media tersebut.

[Baca juga: Pengantar Sosiologi Ekonomi]

Ruang Lingkup

Mengenai ruang lingkup yang menjadi obyek kajian sosiologi media adalah sebagai berikut;

  1. Berkaitan dengan perspektif umum media massa dan masyakat; politik ekonomi, cultural studies, teori kritis.
  2. Berhubungan dengan dimensi ekonomi dari institusi media; komersialisasi media, konglomerasi dan integrasi.
  3. Berkaitan dengan media massa dan ruang publik.
  4. Berkaitan dengan media dan realitas sosial; refleksi, representasi dan simulasi, ideologi interpelasi dan hegemoni media.
  5. Berhubungan dengan budaya media; budaya massa dan budaya populer, postmodernisme dan budaya populer, budaya konsumen.
  6. Berhubungan dengan gender dan komunikasi; pengertian gender, media dan perspektif feminis, analisis gender dalam iklan, film, musik.
  7. Berkaitan dengan media, teknologi dan globalisasi; determinisme teknologi dan determinisme budaya, imperialisme budaya dan identitas global, post-colonialism.
  8. Berkaitan dengan media massa dan khalayak; tipologi khalayak dan khalayak aktif.

Keberadaan sosiologi media adalah mengkaji konflik media dengan masyarakat yang tidak terima dengan produksi pemberitaan tersebut. Selain itu, ia mengkaji pula orang-orang yang bekerja pada sebuah media. Pekerja media harus dilihat bagaimana kehidupan keseharian mereka, yang melingkupinya dan menjadi rutinitas media. Rutinitas media inilah yang menunjuk pada pola-­pola tertentu, bentuk dan praktik yang secara terus­menerus terjadi dalam aktivitas pekerja media.

Mengapa Sosiologi Media Harus Dihadirkan?

Pada perkembanganya, media tidak bisa dilepaskan sebagai sebuah organisasi/perusahaan yang mencari untung, tak bisa dilepaskan pada usaha membuat produk yang menghasilkan keuntungan. Hal ini mau tak mau tentunya memberikan pengaruh atas produksi beritanya. Dan dalam perkembanganya nilai berita yang menarik sudah barang tentu adalah yang memberikan keuntukan, meski itu secara jurnalisme jelas bukanlah berita bermutu.

Pada kondisi semacam itulah mengapa sosiologi media dihadirkan, tentu saja guna memperhatikan media.  Alasannya karena media massa merupakan alat vital yang memiliki peran sosial sangat penting di  masyarakat. Sebagai contoh adalah sebagai agen perubahan,  alat mediasi, fungsi pengantar bagi bermacam pengetahuan.    Selain itu, hadirnya sosiologi media juga karena media massa memiliki jangkauan lebih banyak orang daripada institusi lainnya, juga mampu menciptakan persepsi lebih besarbagi banyak orang pula.

Sumber Rujukan:
[1] Burhan Bungin, Imaji Media Massa Konstruksi dan Realitas Sosial: Iklan Televisi dalam Masyarakat Kapitalistik, Yogyakarta, Jendela, 1999.
[2] Burhan Bungin, Pornomedia, Sosiologi Media, Konstruksi Sosial Teknologi Telematika dan Perayaan Seks, di Media Massa, Jakarta, Prenada Media, 2003
[3] Tuti Widiastuti, Analisis Sosiologi Media Pada Konstruksi Berita Bernuansa Pornografi, Journal Communication Spectrum, Vol 2 No 2 2012, journal.bakrie.ac.id, diakses 7 September 2015
[4] Gambar ilustrasi; pixabay.com, diakses pada 14 Oktober 2015

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here