Meski Baru, Sosiologi Lingkungan Menjadi Cabang Ilmu Sosial yang Sangat Penting

0
6422
Sosiologi Lingkungan: Cabang Sosiologi yang Sangat Penting
Sosiologi Lingkungan: Cabang Sosiologi yang Sangat Penting

SOSIOLOGI lingkungan adalah studi terhadap hubungan antara manusia-masyarakat dengan lingkungan. Ini merupakan gabungan dari ilmu sosiologi dan ilmu lingkungan. Sedangkan ilmu lingkungan adalah gabungan atau perlintasan berbagai ilmu, biologi, fisika, kimia, ekosistem, geografi, geologi dan lainya.

Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa lingkungan memberikan arti penting bagi manusia. Manusia membutuhkan air dan udara yang sehat dan bersih. Manusia membutuhkan pepohonan, tanaman, ikan di laut dan sungai sebagai bahan kebutuhan tempat tinggal dan makanan. Begitu pula dengan tanah tempat berpijak diperlukan untuk menyerap sampah. Lingkungan adalah tempat keberadaan dan menentukan corak manusia.

[Baca juga: Sosiologi Pedesaan]

Keserakahan Manusia atas Alam

Namun seiring berjalannya waktu, justru dalam perkembanganya manusia memanfaatkan sumber daya alam dengan rakusnya, sehingga memunculkan masalah lingkungan. Air dan udara menjadi tak bersih dan tak sehat dikonsumsi. Di samping itu, pertumbuhan penduduk yang pesat, rakusnya pemanfaatan ilmu dan teknologi hanya untuk mengeksploitasi sumber daya alam. Pada akhirnya hanya menyisakan masalah lingkungan; kekeringan, banjir, pencemaran, global warming, ilegal loging, ilegal fishing.

Mempelajari Faktor Lingkungan

Lebih khusus tentang sosiologi lingkungan, ia adalah bidang ilmu yang mempelajari faktor sosial, yaitu yang mengakibatkan masalah lingkungan, dampak masyarakat terhadap masalah-masalah tersebut, dan sekaligus usaha untuk menyelesaikan masalahnya juga. Perhatian sosiologi lingkungan terhadap proses sosial menjadi bagian mengkondisikan satu lingkungan tertentu, agar dapat ditetapkan secara sosial sebagai sebuah masalah.

[Baca juga: Pengantar Sosiologi Ekonomi]

  • Cabang Sosiologi Baru

Sebagai sebuah cabang ilmu sosiologi, bisa dikatakan bahwa sosiologi lingkungan ini termasuk relatif baru. Namun bukan tidak penting, karena dengan adanya kajian sosiologi lingkungan maka akan dapat memberikan pemahaman atas persoalan-persoalan yang dihadapi manusia, juga masyarakat atas kerusakan lingkungan.

Sebaliknya, justru karena baru muncul ini, bisa pula dikatakan bahwa kemunculan sosiologi lingkungan ini dangat terlambat. Pasalnya telah terjadi kerusakan lingkungan yanng sangat parah dan mengkhawatirkan. Contohnya adalah mengenai keterlambatan kita dalam hal menangani kabut asap, padahal ini terjadi hampir setiap tahunnya, Banyak orang –utamanya penguasa– lebih mementingkan perusahaan ketimbang lingkungan, lebih mementingkan kemajuan daripada pemerataan.

  • Keterlambatan sebagai Kesalahan Sosiolog

Dan jika kita mau fair, sejatinya keterlambatan itu tak serta-merta menjadi kesalahan penguasa negeri, lain dari itu juga merupakan kesalahan dari sosiolog yang selama ini terlalu sibuk dan asyik mengkaji hubungan manusia, yaitu hal yang berkaitan interaksi antar manusia, struktur dan konfliknya. Intinya lebih terfokus pada bahasan manusia.

Teramat disayangkan ketika kita juga menggali ulang, bahwa kenyataan yang kita hadapi ini sungguh ironis. Bagaimana tidak, lha wong sudah sibuk dengan obyek fokusnya pada manusia, dan belum juga menyelesaikan masalah, namun kenyatannya mereka pun melupakan keberadaan lingkungan, bahkan bisa dibilang hanya sebatas mengeksploitasi lingkungan.

Perluasan Perspektif; Antroposentrime menjadi Ekosentrisme

Jika diamati, kemunculan sosiologi lingkungan ini adalah pada saat terjadi perluasan perspektif sosiologi dari antroposentrime (manusia) menjadi ekosentrisme (lingkungan, alam), dan baru mengemuka tahun 1978.   Dan pelaku perluasan itu salah di antaranya adalah Riley Dunlap dan William Catton.

  • Dibangun Berdasar Keetrkaitan Konsep

Jika merujuk pada Dunlop dan Catton, sosiologi lingkungan dibangun dari beberapa konsep yang saling berkaitan, yaitu;

  1. Persoalan-persoalan lingkungan dan ketidakmampuan sosiologi konvensional untuk membicarakan persoalan-persoalan tersebut, merupakan cabang dari pandangan dunia yang gagal menjawab dasar-dasar biofisik struktur sosial dan kehidupan sosial.
  2. Kedua; masyarakat modern tidak berkelanjutan karena mereka hidup pada sumberdaya yang sangat terbatas dan penggunaan atas ekosistem jauh lebih cepat jika dibandingkan kemampuan ekosistem memperbarui dirinya. Dalam tataran global, proses ini diperparah lagi dengan pertumbuhan populasi yang pesat.
  3. Masyarakat menuju tingkatan lebih besar atau lebih kurang berhadapan dengan kondisi yang rentan ekologis.
  4. Ilmu lingkungan modern telah mendokumentasikan kepelikan persoalan lingkungan tersebut dan menimbulkan kebutuhan akan penyelesaian besar-besaran jika krisis lingkungan ingin dihindari.
  5. Pengenalan dimensi-dimensi krisis lingkungan menyumbang pada pergeseran paradigma dalam masyarakat secara umum.
  6. Perbaikan dan reformasi lingkungan akan dilahirkan melalui perluasan paradigma ekologi baru di antara publik, massa dan akan dipercepat oleh pergeseran paradigma yang dibandingkan antara ilmuwan sosial dan ilmuwan alam.

Lebih lanjut tentang sosiologi lingkungan juga mengkaji beragam perilaku sosial seperti konflik dan integrasi yang berkaitan dengan perubahan kondisi lingkungan, adaptasi terhadap perubahan lingkungan atau adanya pergeseran nilai-nilai sosial yang merupakan efek dari perubahan lingkungan harus dapat dikontrol.

[Baca juga: Pengantar Sosiologi Agama]

Jika melihat latar belakang yang sedang dan harus dihapai, sepertinya kajian sosiologi lingkungan memang sudah sangat urgen bagi kita saat ini, apalagi melihat bencana asap yang ada. Empati terdalam bagi lingkungan sudah selayaknya lebih diperhatikan.***

Sumber Rujukan:
[1] Rachmad K. Dwi Susilo, Sosiologi Lingkungan, Jakarta, PT. Rajagrafindo Persada, 2008
[2] Bruce Mitchel Dkk, Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan, Yogyakarta, Gadjah Mada University Press, 2003.
[3] Gambar ilustrasi; pixabay.com, diakses pada 15 Oktober 2015

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here