Inilah Pengantar Sosiologi Militer

0
2712
Pengantar Sosiologi Militer
Pengantar Sosiologi Militer

SOSIOLOGI MILITER adalah bidang kajian yang menyoroti angkatan bersenjata sebagai suatu organisasi bertipe khusus dengan fungsi-fungsi sosial spesifik. Fungsi-fungsi militer sebagai organisasi berkaitan dengan tujuan organisasi-organisasi keamanan beserta sarana-sarananya, kekuatannya, serta kekerasannya. Sebetulnya masalah tersebut sudah disinggung oleh para sosiolog seperti Comte dan Spencer. Akan tetapi secara formal studi-studi sosiologi militer tersebut baru dimulai selama Perang Dunia II.

[Baca juga: Sejarah dan Perkembangan Sosiologi]

Kajian Berkembang di Amerika

Kajian yang paling awal dilakukan Reseaarch Branch of Information and Education of the Armed Forces antara tahun 1942-1945. Kajian sosiologi militer terus berkembang pesat di Amerika Serikat.

  • Institusi, Bukan Organisasi

Sosiologi militer adalah studi yang sistematis terhadap militer sebagai institusi, organisasi dan kelompok sosial. Ada yang menyebutkan bahwa militer lebih sebagai institusi bukan sebagai organisasi.

  • Hubungan Kajian

Kajian sosiologi militer ini dengan medan khusus yang meneliti masalah kelompok sosial berbeda yang memiliki tugas khusus, pelayanan, pengabdian kepada kepentingan keamanan sebuah bangsa. Di samping itu, sosiologi militer berkaitan juga dengan hubungan sipil dengan militer dan interaksi dengan kelompok, organisasi lain dan institusi pemerintah yang lain.

Lima Bidnag Utama Kajian Sosiologi Militer

Menurut Bredow, terdapat lima bidang utama kajian sosiologi militer.

  • Problem Organisasi Internal

Problem-problem organisasi internal, yang menganalisis proses-proses dalam kelompok kecil dan ritual militer dengan tujuan untuk mengidentifikasi problem-problem disiplin dan motivasi serta menguraikan cara-cara subkultur militer dibentuk.

  • Problem Organisasional Internal dalam Pertempuran

Problem-problem organisasional internal dalam pertempuran, dalam hal ini dianalisis pada seleksi para petinggi militer, kepangkatan, dan evaluasi motivasi pertempuran.

  • Angkatan Bersenjata dan Masyarakat

Dalam angkatan bersenjata dan masyarakat, dikaji mengenai citra profesi yang berkaitan dengan dampak perubahan sosial dan teknologi, profil rekrutmen angkatan bersenjata, problem-problem pelatihan dan pendidikan tentara, serta peran wanita dalam angkatan bersenjata.

  • Militer dan Politik

Dalam analisis ada suatu perbandingan bahwa pada demokrasi barat, riset militer terfokus pada kontrol politik terhadap jaringan militer, juga kepentingan-kepentingan ekonomi dan administrasi lainnya. Namun bagi negara-negara berkembang, memfokuskan berbagai sebab dan konsekuensi dari kudeta militer yang diperankannya dengan membawa atribut-atribut pembangunan dan patriotisme.

  • Angkatan Bersenjata dalam Sistem Internasional

Dalam hal angkatan bersenjata sebagai sistem internasional, keberadaan sosiologi militer adalah menganalisis tentang aspek-aspek keamanan nasional dan internasional disertai peralatan dan pengendaliannya, serta berbagai operasi pemeliharaan perdamaian internasional.

Keunikan Profesi Militer

Bagaimanapun militer sebagai institusi, kelompok sosial atau organisasi tetaplah bagian dari masyarakat, milliter adalah masyarakat. Namun begitu militer bukan sekadar masyarakat, melainkan kelompok masyarakat yang memiliki prinsip nilai-nilai patriotik, tradisi, sejarah. Militer memang bisa dikatakan berada dalam wilayah jenis pekerjaan, profesi, dan sebuah panggilan hidup luhur, serta kebangsaan. Sebagai profesi, keunikan militer antara lain adalah:

[Baca juga: Pengantar Sosiologi Keluarga]

  1. Pertama, profesi memiliki pengertian luas berdasarkan keahlian dan kompetensinya.
  2. Yang kedua, ada sistem pendidikan berkelanjutan yang dirancang untuk mempertahankan kompetensi profesional.
  3. Profesi memiliki kewajiban kepada masyarakat dan harus melayani tanpa memperhatikan remunerasi.
  4. Keempat, memiliki sistem nilai yang melanggengkan karakter yang profesional dan membangun dan menjaga hubungan yang sah dengan masyarakat.
  5. Kelima, ada kerangka kelembagaan di mana fungsi profesi, dan keenam, profesi memiliki kontrol atas sistem imbalan dan hukuman dan berada dalam posisi menentukan kualitas yang memasuki profesi.

Warga Prajurit atau Tentara Rakyat

Sosiologi militer mengkaji upaya mendekatkan militer kepada masyarakat, seperti di Amerika Serikat, dikenal istilah konsep warga prajurit, atau tentara rakyat, yang dibutuhkan ketika negara dalam bahaya. Kemudian sosiologi militer juga membahas ketika tentara pensiun, menjadi masyarakat sipil kembali. Selanjutnya sosiologi militer mengkaji kehidupan sosial keluarga personel militer, yang terdiri suami/istri dan anak-anaknya.

Mengenai pengaruh militer yang penuh kedisiplinan terhadap kehidupan keluarganya masing-masing, tentu pengaruhnya bisa positif dan bisa pula negatif, bisa kekerasan rumah tangga, atau bisa pula rumah tangga yang kreatif dan produktif.***

Sumber Rujukan:
[1] Syamsul Maarif, Militer Pasca Perang Dingin Posmo Seri Kajian Sosiologi Militer, Prenada, Jakarta, 2010
[2] Amarulla Octavian, Militer dan Globalisasi, Studi Sosiologi Militer Dalam Konteks Globalisasi Dan Kontribusinya Bagi Transformasi TNI, Jakarta, UI Press, 2012
[3] Gambar ilustrasi; pixabay.com, diakses pada 22 Oktober 2015

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here