Bagaimana Cara Agar Rambut Bayi Tumbuh Lebat?

0
1283
Ketahui Beberapa Faktor ini Agar Rambut Bayi Tumbuh Lebat
Ketahui Beberapa Faktor ini Agar Rambut Bayi Tumbuh Lebat

RAMBUT merupakan bagian dari tubuh yang tiada ternilai harganya, terutama bagi para kaum hawa, oleh karena itu rambut acap dijuluki sebagai mahkota wanita. Namun, bukan berarti ia hanya penting bagi para wanita, karena selain jenis kelamin (pria), usia kanak-kanak juga menjadi usia penting dan membahagiakan apabila keberadaan rambut terlihat tumbuh subur di kepalanya.

Ada banyak alasan kebahagiaan itu muncul, tentu yang paling kentara adalah keindahan dari penampilannya.

[Baca juga: Tahukah Anda Mode Rambut Sambungan Telah Ada Sejak 3000 Tahun Lampau?]

Hampir Seluruh Bagian Kulit Tubuh Berambut

Pada tubuh manusia, hal yang musti dipahami adalah bahwa rambut bukan saja sebatas menutup pada bagian kepala, ketiak, di sekitar kemaluan, dan beberapa tempat lain. Namun kenyataannya rambut justru tumbuh hampir pada seluruh bagian kulit tubuh kita, dan hanya sebagian kecil saja yang tak ditumbuhi olehnya. Yaitu bagian kulit telapak tangan, telapak kaki, kuku, dan juga bibir.

  • Apa itu Rambut Terminal & Rambut Velus?

Menjadi tak banyak disadari akan tumbuhnya rambut di banyak tempat ini tak lain adalah karena penampakannya yang tak semua bisa dilihat kasat mata. Rambut di bagian kulit lengan kita tentu tak setebal pada kulit bagian kepala, bagian seputar kemaluan, dan juga pada bagian lainnya. Kenapa demikian? Ya tentu saja kita akan bisa menjawab dengan mudah, apabila semua memiliki ketebalan sama, tentunya kita yang akan kelabakan mengatasinya.

Dalam dunia medis, perbedaan tebal-tipisnya rambut itu memiliki nama sendiri-sendiri. Misalnya yang berada pada bagian lengan maka akan disebut rambut velus, yaitu yang memiliki penampakan lebih tipis dan memiliki panjang  kurang dari 2 cm Sedangkan rambut pada bagian kulit kepala memiliki nama rambut terminal, ia berpenampakan lebih tebal yang bahkan panjangnya mampu mencapai 100 cm.

  • Rambut Lanugo

Hal yang masih dipertanyakan beberapa orang adalah keberadaan rambut yang justru menghilang pada usia sekitar 4 bulan, padahal rambut tersebut boleh dikatakan banyak pada waktu-waktu sebelumnya karena memang bawaan sejak dalam kandungan.

Hal di atas bisa dipahami ketika kita juga mau mengerti bahwa meskipun kita tidak menggunduli Si Kecil, namun rambut bawaan lahir tersebut akan rontok seluruhnya, yang kemudian bakal digantikan dengan rambut baru.    Dalam dunia medis, rambut inilah yang dinamakan sebagai lanugo. Yaitu satu jenis rambut yang biasanya akan menghilang secara otomatis di usia 32 hingga 36 minggu kehamilan. Karenanya, rambut ini biasa dijumpai pada anak yang lahir.

Bukan Karena Digunduli

Sejak bayi baru dilahirkan hingga mencapai usia 4 bulan, pada umumnya akan terjadi kerontokan rambut. Ini adalah hal biasa yang tak perlu dikhawatirkan, pasalnya rambut akan kembali tumbuh tatkala bayi menginjak usia 6 bulan.

  • Jenis Asupan Nutrisi

Seiring bertumbuhnya, banyak orang yang percaya bahwa setelah digunduli, maka rambut bayi akan bisa dengan cepat tumbuh subur. Namun kenyataannya bukan karena digunduli itu, karena toh ada juga bayi yang tetap memiliki pertumbuhan rambut tipis meski sudah digunduli.    Lain dari itu, subur ataupun tidaknya rambut bayi tetap bergantung pada jenis asupan nutrisi yang dikonsumsi, dan juga kondisi klinis yang mendasarinya.   Genetik adalah juga menjadi faktor penting yang tak bisa diabaikan karena ia menjadi pengaruh yang sangat penting pula.

Dengan demikian, tatkala si kecil tak memiliki kondisi klinis tertentu, maka tiada hal yang perlu dikhawatirkan tentang ketebalan dan kesehatan rambutnya.

  • Apa saja Kondisi Klinis itu?

Maksud dari kondisi klinis sebagai salah satu faktor yang melatarbelakangi tumbuhnya rambut bayi secara lebat ataupun tidak –seperti tersebut di atas– adalah suatu jenis penyakit yang mampu menimbulkan pertumbuhan rambut menjadi tidak/kurang normal. Contohnya adalah sebagai berikut;

  1. Terjadinya kelainan hormon, antara lain hormon tiroid dan paratiroid.
  2. Timbulnya infeksi seperti cacingan dan juga jamuran.
  3. Adanya pengaruh obat-obatan yang dikonsumsi ketika masih berada dalam kandungan, di antaranya adalah vitamin A dengan dosis tinggi, obat anti pembekuan darah, dan juga obat kejang.
  • Suplemen Rambut

Demi mendapatkan pertumbuhan rambut yang maksimal, asupan nutrisi menjadi hal yang tak bisa ditinggalkan, di antaranya adalah vitamin, mineral, protein, biotin, seng, asam lemak esensial, serta zat besi.

Zat besi bisa didapatkan dari konsumsi daging merah, hati, dan sayuran hijau. Sumber asam lemak ada pada ikan salmon, kedelai, dan juga kacang kenari. Sedangkan protein ada pada telur, daging, ikan, susu, dan kacang-kacangan.        Biotin juga menjadi vitamin yang dipercaya sangat bermanfaat bagi kesehatan rambut. Untuk mendapatkan biotin, sumbernya bisa berasal dari kuning telur, pisang, daging, kacang-kacangan, dan juga gandum.

Satu penelitian juga memaparkan bahwa kondisi rambut yang rontok pada bayi bahkan juga bisa diberhentikan dengan suplementasi seng dalam kurun waktu 3 minggu.      Sedangkan konsumsi protein dan minyak ikan dapat menurunkan jumlah kerontokan rambut. [uth]

Sumber Rujukan:
[1] Cara Agar Rambut Si Kecil Tumbuh Lebat; klikdokter.com, diakses pada 28 Oktober 2015
[2] Gambar ilustrasi; pixabay.com, diakses pada 28 Oktober 2015

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here