Pemikiran Sosial dari W.E.B Du Bois

0
2736
Pemikiran Sosial Dari W.E.B Du Bois
Pemikiran Sosial Dari W.E.B Du Bois

WILLIAM EDWARD BURGHARDT DU BOIS terlahir pada 23 Febuari 1868 di Great Barrington, Massachusetts. Dia termasuk warga kulit hitam yang cerdas, berani dan beruntung, bisa kuliah dan meraih gelar PhD di Universitas Havard sempat pula belajar di Universitas Berlin.

Melalui Universitas Havard dan Berlin, Du Bois mengenal pemikiran William James, dan Max Weber.

Siapa itu W.E.B Du Bois?

  • Pengajar¬† Universitas Pennsylvania

Du Bois pernah menjadi pengajar bahasa Yunani dan Latin di perguruan tinggi. 1896 Du Bois mengajar ke Universitas Pennsylvania sebagai asisten dosen lalu melakukan riset tentang komunitas warga kulit hitam di Philadelphia, yang kemudian diterbitkan dengan judul The Philadelphia Negro. Ditahun 1907 sampai 1910 dia mengajar sosiologi di Atlanta. Dari sinilah dia menulis memoir otobiografis pertamanya, berjudul The Souls of Black Folk, kemudian berlanjut memoir otobiografisnya lain; Darkwater; Vioce of Dawn; an Essay Toward an Autobiography of a Race Concenpt, The Autobiography of W.E.B Du Bois; a Soliloquy on Viewing My Life From The Last Decade of its First Century.

  • Aktifis Sosial-Politik

Selain sebagai akademisi Du Bois juga seorang aktifis sosial-politik. Dia adalah penggerak organisasi Harlem Renaisannce yang bertujuan menyadarkan warga Afro-Amerika akan kesetaraan antar warga di Amerika itu sendiri, masalah feminis, identitas dan hak-hak sipil. Dia juga penggerak organisasi hak-hak sipil internasional, gerakan Niagara Movement, di New York, 1905. Kemudian ikut dalam organisasi yang lebih besar yaitu National Association for the Advancement of Colored People (NAACP). Organisai NAACP membentuk majalah The Crisis yang memuat opini tentang berbagai isu berhubungan masyarakat Negro di Amerika.

Bersama dengan Henry Sylvester Williams membentuk konggres Pan-Afrika di berbagai kota besar di Eropa dan Amerika. Ikut kegiatan internasional, 1949, World Peace Conggres di Paris, All Soviet Peace Conggres di Moscow. 1950 dia ketua Peace Information Center (PIC) di New York. Dia mendapat penghargaan Lenin Peace Prize 1959.

Semula dia percaya Amerika dapat memecahkan masalah rasialnya secara damai dalam konteks masyarakat kapitalis. Namun kepercayaan itu akhirnya hilang, kemudian dia tertarik pada sosialisme dan kemajuan komunis di Uni Soviet dan Cina. Akhirnya dia bergabung dengan Partai Komunis. Dimasa senjanya dia pindah dan berkewarganegaraan Ghana di Afrika, sempat pula menulis Encyclopaedia Africana, sampai akhirnya meninggal dunia 27 Agustus 1963.

[Baca juga: Metode-Metode Dalam Sosiologi]

Karya

Karyanya yang lain adalah Striving of Negro People (1897), The Study of Negro Problem (1898), The Philadelphia Negro; a Social Study (1899), The Souls of Black Folk (1903).

  • Drawing the Color Line

Dalam karya Drawing the Color Line Du Bois menyebutkan bahwa tidak ada negara dalam sejarah dunia di mana rasisme menjadi masalah utama dan begitu lama seperti di Amerika Serikat. Menurutnya, masalah ras adalah masalah kemasyarakatan warga dunia paling penting yang harus dipecahkan, karena sudah lama dan terus berkembang hingga kini.

[Baca juga: Bagaimana Teori Kelas Penguasa Menurut Gaetano Mosca?]

Bagi Du Bois kajian sosiologis atau menilik sejarah dan perkembangan masyarakat Amerika tidaklah sah dan adil jika tidak mengikut sertakan kajian terhadap golongan masyarakat kulit hitam, sebagai warga minoritas yang ditindas. Du Bois menilai kehidupan masyarakat minoritas dalam hal ini ras negro, warga kulit hitam sangatlah memprihatinkan. Jejak ketidakadilan bukan hanya membekas bagi kemiskinan, diskriminasi sosial budaya, melainkan sampai menembus jantung psikologis dan kesadaran masyarakat kulit hitam. Mereka sebagai warga tertindas akibat diskriminasi memiliki kepribadian dan kesadaran ganda sebagai Negro-Amerika/Afro-Amerika. Kepribadian ganda tersebut terwujud dalam menilai diri mereka sendiri dan orang lain.

  • Supremasi Ras

Du Bois dengan pilu bertanya, Apakah mungkin bagi kulit putih dan kulit hitam hidup bersama tanpa kebencian? Dari sinilah Du Bois memilih gerakan politik harus ditempuh warga kulit hitam untuk menghadapi supremasi kulit putih. Pemikirannya adalah sosiologi ras berbasis landscape ruang sosial permukiman Afro-Amerika akhir abad 19 dan 20. Isinya mencakup kesetaraan hak warganegara dibidang pendidikan, pelayanan publik, politik, ekonomi dan budaya.

[Baca juga: Inilah Revolusi Sosial Perspektif Theda Skocpol]

Terlepas dari karakternya yang terkadang tinggi hati dan teori sosialnya memang tidak utuh, namun peran dan gagasanya memberikan pengaruh atas kemunculan gerakan sosial dan teori sosial multikultural dan feminisme di kemudian hari yang berkembang lebih jauh.***

Sumber Rujukan;
[1] George Ritzer & Douglas J. Goodman, Teori Sosiologi Modern, Jakarta, Prenada Media, 2004
[2] Rasisme di AS dan Bhinneka Tunggal Ika; sinarharapan.co, diakses 23 Oktober 2015
[3] WEB Du Bois: Godfather of Pan Africanism; sahabatmkaa.com, diakses 23 Oktober 2015

[4] Gambar ilustrasi; pixabay.com, diakses 23 Oktober 2015

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here