Pengalaman Menikmati “Program Transit” di Bandara Narita Jepang

0
1867
Narita Transit Program
Narita Transit Program

Sedang atau berencana transit di Bandar udara Narita Jepang? Jika anda memiliki waktu luang 4-5 jam sebelum penerbangan selanjutnya, tak ada salah jika anda mencoba program wisata singkat bertajuk “Narita Transit Program”. Program transit ini disediakan bagi penumpang yang transit sementara di bandara Narita. Setidaknya penyedia layanan menyediakan 3 jenis perjalanan yang dapat dicoba. Pilihan lokasi yang akan dikunjungi sangat tergantung pada waktu yang anda punyai sebelum terbang kembali.

Wisata transit di narita jepang
Wisata transit di Bandara Narita  Jepang

Program wisata singkat ini berbiaya murah. Setidaknya kita harus membayar 480 ¥ atau sekitar Rp. 50.000,00. Biaya tersebut tergolong murah dan diperuntukkan guna transportasi kereta menuju lokasi. Uniknya, ada sukarelawan yang menemani perjalanan wisata singkat ini. Saya ditemani oleh Pak Ukada, guide senior yang dulunya bekerja sebagai agen travel. Ketika ditanyai alasan menjadi volunteer, jawabannya sederhana: agar bahasa inggrisnya terjaga.

Saya memilih perjalanan paling dekat: Narita-shan Sansijho Temple. Berangkat jam 9, saya kembali ke terminal 3 pada jam 12. Menggunakan pesawat Japan Airline (JAL), saya mendarat di terminal 3. Penerbangan saya selanjutnya menggunakan Aero Mexico menuju bandara Mexico City. Mempertimbangkan bahwa penerbangan Aero Mexico ada di terminal 1, maka saya memilih perjalanan yang paling singkat dalam program transit ini.

Loket program transit Narita ada di lantai 1. Sementara perjalanan ini, saya menitipkan barang di locker penitipan di lantai 3 terminal 3. Biaya yang harus dikeluarkan untuk penitipan adalah 500¥.

 

Saya beruntung pada perjalanan ini bertepatan dengan festival musik tradisional. Sepanjang jalan menuju Narita shan temple tengah ditutup untuk kendaraan bermotor. Hanya pejalan kaki yang diizinkan melewati jalu tersebut. Walhasil, saya bisa menikmati dengan cukup baik wisata singkat ini. Saya bisa menikmati berbelanja jajanan pasar ala Jepang, seperti kue dorayaki yang biasanya hanya saya dengar di film kartun Doraemon.Sepanjang jalan, saya juga menikmati beberapa sajian musik di beberapa panggung. Tapi tidak perlu khawatir, menurut sang pemandu perjalanan, kawasan itu punya banyak festival. Jadi jika beruntung, pengunjung Narita bisa menikmatinya. Jika pada kondisi tidak ada perayaan festival, masih banyak hal bisa dinikmati.

Pertama, lengangnya jalanan. Ini menjadi hal terasa unik bagi saya yang setiap hari di Yogyakarta selalu berhadapan dengan kendaraan. Kedua, ada atraksi di beberapa toko yang menyajikan makanan khas Jepang. Sebut saja atraksi membersihkan dan mempersiapkan belut sebelum dimasak. Di Narita, belut menjadi salah satu makanan khas. Ketiga, temple atau kawasan peribadatan Budha tersebut. Tanpa festival, saya masih bisa menikmati perjalanan singkat yang dominan dinikmati dengan berjalan kaki ini.

Guide akan mengenakan baju khusus berwarna merah muda. Saat kembali ke bandara, pemandu harus menyerahkan kembali baju tersebut ke loket. Hal ini berguna untuk memastikan bahwa pemandu mengarahkan wisatawan sampai kembali ke Bandara. Sebelum perjalanan ini, kami dibekali dengan stiker yang ditempelkan di baju dan sebotol air minum. Saat kembali ke loket, kami diberi tidu basah. Mengacu pada biaya yang dikeluarkan, saya menganggap perjalanan wisata ini sangat murah.

Jika anda berkunjung ke Narita sekedar untuk pindah penerbangan, tidak ada salahnya menikmati program ini.

Berbagi dan Diskusi

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY