Paleolitikum: Cara Diet Ampuh Masa Kini Berasal dari Pola Hidup Masa Lampau

0
1534
Inilah Paleo; Kiat Diet ala Masyarakat Purba
Inilah Paleo; Kiat Diet ala Masyarakat Purba

DIET memiliki banyak ragam jenis, dari langkah yang paling soft (lunak) hingga yang paling ekstrim. Dikatakan sebagai paling lunak karena masih ada banyak permakluman yang bisa dilakukan, sedangkan dibilang ekstrim karena terdapat banyak aturan larangan sebagai syarat dan prasyarat dalam menjalankan dietnya itu.      Contoh-contoh diet itu di antaranya adalah OCDt, diet ketat, food combining, dan masih banyak lagi.

Baca juga: “Cegah Dhahar lan Guling” Menjadi Prinsip sebelum Tren Diet & Food Combining Muncul]

Pada masa kini diet memang menjadi kebutuhan bagi sebagian orang. Selain demi mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar dan terhindar dari segala penyakit akibat berlebihan kadar di dalam tubuh, ada juga memiliki tujuan demi mendapatkan penampilan yang bagus dipandang mata serta memperoleh gerak yang cekatan karena bebas dari lemak dan kolesterol yang membebani.

Kimiawi Makanan Modern

Modernisasi bukan saja ada pada bidang teknologi, akan tetapi kenyataannya juga merambah pada bidang kuliner. Sehingga bukan rahasia lagi jika pada berbagai jenis makanan masa kini terdapat kandungan bahan-bahan kimia. Ada bahan pengawet, terdapat pewarna buatan, dibubuhi pemanis buatan dengan kadar gula tinggi, dan masih banyak zat kimia lainnya.

Dari banyaknya kandungan zat kimia itu akibatnya memunculkan banyak ganguan kesehatan tubuh. Antara lain adalah gangguan pada pencernaan, serangan jantung, obesitas, diabetes, dan lain-lain.

Masyarakat Paleolitikum?

Dengan pola makan yang kurang sehat seperti itu, beberapa orang mulai berpikir untuk kembali ke kebiasaan zaman dulu, salah satunya adalah zaman paleolitikum.

Yang dinamakan masyarakat paleolitikum adalah masyarakat zaman dahulu yang memiliki kebiasaan konsumsi makanan segar dan tidak banyak melalui proses, apalagi proses kimia. Hidup dengan pola makan seperti itulah yang menjadikan mereka memiliki kesehatan fisik prima.

[Baca juga: Puasa dan Diet? Hindari Jenis Makanan Yang Merangsang]

Diet Paleolitikum

Berkaitan dengan hal di atas maka bisa kita simpulkan bahwa yang disebut diet paleolitikum adalah diet dengan cara mengonsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, telur, dan biji-bijian segar. Selain itu tetap boleh juga mengonsumsi daging ataupun ikan, dengan catatan daging masuk dalam kategori binatang ternaknya adalah hasil ternak organik, sedangkan menenai ikan, udahakanlah untuk melahap ikan yang masih segar.

Melihat dasar dari diet paleo adalah alamiah dan menghindari proses (kimiawi), maka kita bisa menyimpulkan juga bahwa diet ini menyarankan untuk menghindari konsumsi beberapa makanan dan minuman tertentu. Sebagai contoh adalah gandum –dan olahannya (mie, pasta, dan lain-lain), serealia, susu dan olahannya, serta jangan lupa meminimalisir konsumsi gula.    Makanan dengan pemanis buatan, ataupun makanan/minuman dengan banyak proses, misalnya daging kalengan pun makanan kemasan lainnya wajib dihindari.

[Baca juga: Daun Katuk Bisa Menekan Kadar Lemak dan Kolesterol pada Unggas Petelur & Pedaging]

  • Efektif dengan Hasil Maksimal

Jika dibanding dengan cara diet lain, saat ini boleh dikatakan masih belum banyak masyarakat yang melakukan diet paleo. Namun bukan berarti ini tak diminati. Pasalnya selain cukup efektoif, terdapat pula banyak hasil maksimal bagi mereka yang telah menjalankannya.

Hasil efektif tersebut di anaranya adalah kemampuan seseorang dalam hal mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh, mencegah risiko terjadinya perdarahan, menghindari LDL alias kolesterol jahat, mencegah serangan jantung, meminimalisir sakit diabetes, dan tentu saja membantu mengurangi kadar lemak dalam tubuh.        Bukan itu saja, menurut European Journal of Clinical Nutrition bahkan cara diet ini juga memiliki keunggulan karena mampu membantu wanita lanjut usia dalam hal menurunkan berat badan, mengurangi lemak dalam perut, serta meminimalisir risiko terkena serangan jantung.

[Baca juga: Ibadah Puasa Selain Sebagai Solusi Diet Juga Bisa Mencegah Serangan Jantung]

  • Kekurangan Kalsium dan Vitamin D

Sebagaimana hal lain dalam hidup ini, sepositif apapun penghuninya pada satu area tempat kita berdiri, namun di situ tetap saja terdapat penghunis negatifnya. Begitu pula dalam hal diet, termasuk diet paleo ini, meski terdapat banyak keunggulan darinya namun tetap ada kekurangannya.

Selain para pakar gizi mengkhawatirkan akan terjadi kekurangan asupan kalsium dan vitamun D dalam tubuh akibat kurangnya konsumsi susu, ada pula kecemasan lain yang muncul, yaitu defisitnya sejumlah nutrisi penting bagi tubuh akibat minimnya konsumsi nasi dan olahan gandum.

  • Ikan & Telur

Sehubungan hal di atas, kitapun tetap bisa mensiasati tentang konsumsi susu, nasi, gandum dan olahannya itu, hanya saja tetap dalam koridor dan ukuran tertentu. Pasalnya bagi mereka yang kekeuh menghindarinya, kekurangan vitamin D dan kalsium tetap bisa ditolong. Yaitu dengan melebihkan porsi makan ikan dan juga telur.

Mencermati cara kerja diet ini, sebagian ahli menyarankan agar takmenjalankan program diet ini secara terus-menerus dan bertahun-tahun. Akan lebih baik jika dijalankan dalam periode tertentu saja, dan setelah sesuai keinginan silakan beralih kembali pada pola makan sebagaimana waktu sebelumnya, namun dengan catatan tetap memperhitungkan pola makan yang sehat. [uth]

Sumber Rujukan:
[1] Kiat Diet ala Masyarakat Purba; Koran Cetak Kompas, Klasika Jateng & DIY hal. 33, 3 November 2015
[2] Gambar ilustrasi; pixabay.com, diakses pada 4 November 2015

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here