Tahukah Anda Beberapa Kandungan dalam Suplemen Ternyata Tak Baik bagi Tubuh?

0
1397
Inilah Beberapa Kandungan dalam Suplemen yang Tak Baik bagi Tubuh
Inilah Beberapa Kandungan dalam Suplemen yang Tak Baik bagi Tubuh

SUPLEMEN baik yang berbentuk pil, tablet, kapsul, ataupun cair, belakangan ini semakin  mudah ditemui karena peredarannya memang semakin bebas. Sebagai contoh adalah suplemen bentuk kampsul yang bisa kita dapatkan dengan membelinya di toko ataupun warung-warung terdekat. Belum lagi jenis beragam suplemen cair dalam botol dengan berbagai labelnya.   Akibat dari bebasnya peredaran tersebut, orang yang dahulunya tak tertarik pun pada akhirnya menjadi seolah kecanduan mengonsumsinya.

Semacam kepercayaan bagi para penggunanya bahwa suplemen-suplemen itu bakal memberi manfaat. Padahal jika kita perhatikan bagi banyak orang meski sudah mengonsumsi suplemen toh tetap tidak memberikan hasil apa-apa.    Alih-alih memberikan manfaat dan energi lebih, kenyataannya justru sebaliknya. Karena ada sebuah penelitian yang menyatakan, yaitu pada jurnal kesehatan Archives of Internal Medicine. bahwa beberapa jenis suplemen ternyata justru menimbulkan risiko negatif, bahkan ada kecenderungan  memperpendek usia hidup.

[Baca juga: Stroke Bisa Menyerang Pada Usia Muda bahkan Pada Masa Kanak-kanak]

Kandungan Suplemen

Kenapa Suplemen justru memberikan risiko negatif? Tak lain adalah karena kandungan-kandungan yang digunakannya memang tak bagus bagi kesehatan tubuh. Dan di bawah ini adalah beberapa contoh kandungan dari beragam suplemen itu.

  • Vitamin E

Sebuah studi yang dilakukan di Amerika pada tahun 2008 memaparkan bahwa vitamin E yang menjadi bagian dari suplemen bisa meningkatkan risiko kanker bagi paru-paru bagi, khususnya bagi mereka kaum wanita perokok. Di samping itu, mengonsumsi vitamin E tak diizinkan bersamaan dengan beberapa jenis obat, dan apabila hal itu tetap dilakukan akan menimbulkan efek fatal yang merugikan tubuh kita.

  • Asam Folat

Senyawa asam folat diyakini memang bisa membantu pembentukan otak janin serta menjadi pencegah cacat pada janin. Akan tetapi, satu menurut penelitian di Amerika pada tahun 2007 diperoleh keterangan bahwa mengonsumsi asupan suplemen folat lebih dari 1 mg setiap hari nya bisa meningkatkan risiko kanker pada usus.    Dan perlu diketahui bahwa konsumsi asam folat sebanyak 1 miligram per hari itu ternyata merupakan dua kali lipatnya dari dosis anjuran dokter.

  • Beta Karoten

Berdasar dari beberapa studi ilmiah yang pernah dilakukan diperoleh keterangan bahwa mengonsumsi beta karoten secara berlebih apalagi dalam waktu yang cukup lama bisa mengakibatkan peningkatan risiko kanker dan juga keracunan hati.

[Baca juga: Hepatitis C Akan Bisa Mudah Diobati Asal Belum Mengidap Sirosis Hati]

Mempercepat Detak Jantung

Demikian kandungan-kandungan yang biasa terdapat dalam suplemen dan terkonsumsi tubuh. Bagi sebagian orang, setelah mengonsumsi suplemen memang akan keluar banyak keringat dan merasa memiliki tenaga penuh. Namun kenyataannya secara umum setelah konsumsi suplemen ini juga menimbulkan detak jantung yang semakin cepat. Nah, demi keamanan dan kenyamanan tubuh, alangkah baiknya meminimalisir konsumsi suplemen itu. Atau jika sudah kencanduang, usahakan untuk mengontrolnya, dan sedikit demi sedikit juga mengurani kebiasaan itu. [uth]

 Sumber Rujukan:
[1] Bukannya Memberi Manfaat Kesehatan, Beberapa Jenis Suplemen Justru dapat Perpendek Umur; intisari-online.com, diakses 6 Oktober 2015
[2] Gambar ilustrasi; pixabay.com, diakses pada 6 Oktober 2015

 

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here