Khasiat Otok-otok sebagai Obat Luar & Dalam, termasuk Cacingan dan Asma

0
9351
Khasiat Sidaguri sebagai Obat Cacingan, Asam Urat & Asma
Inilah Khasiat Otok-Otok sebagai Obat Cacingan, Asam Urat & Asma

SIDAGURI atau otok-otok merupakan satu tumbuhan yang perdu namun juga tegak dengan ketinggian bisa mencapai 2 meter, batangnya bercabang dengan ditumbuhi bulu-bulu dengan warna putih kehijau-hijauan. Akar dari pohon sidaguri ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan tali-temali.

Bernama latin Sida rhombifolia, sidaguri juga memiliki banyak julukan. Di tiap daerah wilayah nusantara ini, ia bahkan memiliki nama yang tak selalu sama. Nama-nama itu di antaranya adalah; otok-otok untuk orang Jawa, guri untuk masyarakat Minangkabau, sidagori ataupun sadagori adalah nama untuk orang Sunda. Orang Madura menyebutnya taghuri, orang Sumba menjulukinya kahindu, orang Bali Aga menamainya selegui, Halmahera menyebutnya dikira dan atau hutu gamo. Digo untuk orang Ternate, dan masih banyak lagi julukan lainnya.

Tanaman Liar

Sidaguri merupakan tanaman yang bisa dikatakan liar, karena biasanya akan mudah ditemui di tepi-tepi jalan, halaman yang ada rumputnya, ladang, bahkan hutan. Intinya, sidaburi bisa dengan mudah dijumpai pada daerah yang kaya akan sinar matahari, sehingga akan ada di daerah tropis dunia, termasuk di dalamnya adalah Indonesia ini.

[Baca juga: Inilah Beberapa Tanaman Pengusir Nyamuk di Seputar Kita]

Sebagai Tanaman Obat

Tanaman sidaguri ini bisa hidup dan tumbuh subur di adatarn rendah hingga dataran dengan ketinggian mencapai 1450 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dan meskipun menjadi tanaman liar serta mudah tumbuh, namun sidaguri memiliki kelebihan yaitu berkhasiat sebagai tanaman obat, bahkan bisa untuk obat luar sekaligus sebagai obat dalam.

Obat Luar dan Dalam

Penyakit luar yang bisa diobati dengan sidaburi di antaranya adalah kudis dan gatal-gatal sejenisnya, bisul, bengkak akibat patah tulang, dan luka dengan perdarahan. Sedangkan khasiat pada pengobatan dalam antara lain yaitu; mengeluarkan cacing kremi, asma, dan juga asam urat.

Proses Pengobatan

Di bawah ini adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan dalam mengambil manfaat tanaman sidaguri, baik sebagai obat luar ataupun obat dalam.

[Baca juga: Landik: Tanaman Liar Yang Memiliki Manfaat Sebagai Obat Luka]

  • Obat Luar

Pada pengobatan luar, setelah tersedia sidaburi segar secukupnya, silakan haluskan bahan tersebut, kemudian dioleskan pada bagian yang mengalami sakit.

  • Obat Cacing Kremi

Untuk pengobatan dalam, salah satunya adalah untuk mengatasi cacing kremi, silakan ambil daun sidaburi sebanyak seperempat genggam, setelah dibersihkan, kemudian digiling hingga halus. Dan selanjutnya sidaguri halus itu dituangkan ke dalam air matang sebanyak tiga perempat cangkir yang telah dibubuhi garam hingga melarut, setelah itu  silakan diperas. Perasan air tersebutlah yang musti diminum sebanyak dua kali dalam satu harinya. Dan lakukan pengobatan ini minimal dalam waktu empat hari.

[Baca juga: Daun Legundi Berkhasiat Mengobati Cacingan]

  • Obat Sakit Asma

Guna mengobati sakit asma, silakan sediakan akar sidaguri sebanyak 60gram, kemudian direbus hingga mendidih. Dan agar tercipta rasa manis, jangan lupa bubuhi pula dengan gula pasir sebanyak 30gram. Setelah itu, silakan konsumsi air rebusan itu.

  • Obat Asam Urat

Sebagai obat asam urat, pada sore hari silakan ambil lima batang akar sidaguri, kemudian dicuci sampai bersih dan potong kecil-kecil. Silakan rebus potongan batang-akar sidaguri tersebut hingga mendidih dengan menggunakan air sebanyak dua gelas. Setelah dirasa cukup, tuangkan air rebusan beserta akarnya ke dalam wadah-gelas dan selanjutnya tutup rapat, serta tunggu semalaman.

Keesokan paginya, air rebusan tersebut bisa dikonsumsi pada waktu sebelum sarapan. Dan setelah itu, bahan tadi bisa direbus sekali lagi untuk diminum pada sore harinya, namun setelah itu buang. Sehingga musti bikin yang baru lagi jika hendak konsumsi pada keesokan paginya. [uth]

Sumber Rujukan:
[1] Aneka Khasiat Sidaguri; Koran Cetak Minggu Pagi, Minggu ke-3 November 2015
[2] Gambar ilustrasi; wikipedia.org, diakses pada 22 November 2015

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here