Elkebana adalah Penghias Dinding Estetis yang Idenya dari Ikebana

0
2338
Inilah Elkebana: Seni Menghias Dinding Estetis yang Ide Awalnya dari Ikebana
Inilah Elkebana: Seni Menghias Dinding Estetis yang Ide Awalnya dari Ikebana

HIASAN DINDING ada banyak macamnya, dari bahan yang masih hidup ataupun yang telah mati. Bisa hiasan berupa binatang, bisa pula berujud tumbuh-tumbuhan. Hiasan dinding yang berasal dari binatang mati misalnya adalah pemasangan (kulit) kepala rusa berikut tanduknya yang sudah diawetkan. Atau bisa juga kupu-kupu yang telah mati kemudian dikeringkan. Sedangkan dari tetumbuhan yang mati, ada banyak sekali, antara lain sekadar ranting pepohonan yang bagus bentuknya, lidi (bahan sapu) yang  dibentuk sedemikian lupa, dan masih banyak lagi.  Di samping itu, dinding-dingding lebar banyak pula dihiasi dengan karya snei rupa, bisa lukisan, kristik, kain rajut bergambar, dan lain sebagainya.

Tentang hiasan hidup, ada banyak binatang yang bisa dipelihara dan dibikinkan tempat guna memperindah sisi dinding ruangan. Sebagai contoh adalah pemasangan akuarium yang  di dalamnya dihiasi dengan beragam ikan serta binatang air. Untuk tanaman hidup, ada banyak bunga yang selain menghiasi sudut ruangan serta menghiasi meja, sering pula kita melihatnya menghiasi dinding.

[Baca juga: Tahukah Anda Perbedaan Aquascape dan Akuarium?]

Taksidermi Kepala Rusa

Ruangan dengan dinding tanpa hiasan tentu akan terlihat kosong dan kurang nyaman. Oleh karenanya butuh hiasan untuk membuatnya agar terlihat cantik. Namun, dalam memberikan hiasan dinding itu bukan lantas semaunya sendiri. Karena tetap ada hal-hal yang butuh dilihat dan dipertimbangkan. Sebagai contoh adalah tone warnya ruangannya.

Jika kita acap mencermati, ada beberapa orang yang menghiasi dinding ruangannya menggunakan kepala rusa beserta tanduknya yang telah diawetkan dengan taksidermi. Selain nampak estetis, hiasan jenis kepala rusa ini memang ada yang menegarai merupakan kepuasan perihal prestise perasaan superior sebagai manusia.

Flora Menyerupai Kepala Rusa

Karena alasan “superior” itu pula, sebagian orang lain justru tak begitu menyukai hiasan dinding kepala rusa. Maka jika pun tak dikosongkan, ia akan menggantinya dengan hiasan lain, sebagai contoh lukisan dalam kain kanfas ata sekedar poster.

Lain dari itu, ada pilihan lain yang terkini dan digandrungi beberapa orang. Yaitu bentuk yang tak jauh dari kepala rusa, namun berasal drai flora alias tumbuh-tumbuhan.

[Baca juga: Syarat Tumbuh Tanaman Hias dalam Ruangan]

  • Elkebana

Pajangan penghias dinding mirip kepala rusa berbahan flora tersebut desain awalnya mulai diperkenalkan oleh Fabio Milito, seorang desainer di Amsterdam, Belanda. Dalam kelanjutan mewujudkna ide, Milito berkolaborasi dnegan Paula Studio di Italia, yang kemudian hasil kerjasama itu dinamakan “elkebana.”

Nama elkebana sebagai “piala pajangan” ini terinspirasi oleh ikebana, yaitu seni kuno di Jepang dalam mereka-reka komposisi floranya baik yang berujud rangkaian bunga ataupun tetumbuhan lain, termasuk seni bonzai.

[Baca juga: Ikebana: Seni Kuno Merangkai Bunga di Jepang]

  • Papan Birch

Berbagai macam variasi akhirnya tercipta dari kepiawaian Milito yang bekerjasama dengan Paula Studio itu. Sebagai gambaran dari variasi elkebana ini adalah dua tabung kaca yang ditempelkan pada kayu kuat terbuat dari birch. Kemudian dua tabung kaca tersebut diisi dengan bermacam bunga, ranting dan juga dedaunan yang ditata layaknya pada rangkaian bunga (flower arangement).

  • Asri dan Nyaman

Dengan isi flora dalam tabung kaca yang bisa disesuaikan dengan keinginan tersebut, maka elkebana ini selain ringan juga memiliki suasana ceria sekaligus klasik dan penuh warna. Dan bahkan karena fleksibel, elkebana pun bisa pas di segala jenis ruangan.

Selain bisa mengganti isi tabung kaca, –entah bunga, ranting, dna lainlain– kita pun bisa menggantinya dengan desain berbeda. Dan yang pasti, ketika belum digunakan, elkebana ini juga cocok sebagai tanda cindera mata alias souvenir. [uth]

Sumber Rujukan:
[1] Percantik Dinding dengan Elkebana; Koran Cetak Kompas hal 39, 28 November 2015
[2] Gambar ilustrasi; thisiscolossal.com, diakses pada 28 November 2015

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here