Buah Apel dan Buah Pir Menjadi Dua Pengkategorian Perut Buncit

0
1711
Buah Apel dan Buah Pir Menjadi Dua Kategori Perut Buncit
Buah Apel dan Buah Pir Menjadi Dua Kategori Perut Buncit

ABDOMINAL OBESITY adalah istilah lain dari kegemukan (obesitas) pada bagian perut –alias perut buncit, di mana bentuk perut yang semakin membesar itu cenderung membuat tak enak bagi sebagian orang. Alasannya pun beragam, ada yang merasa gampang begah, terganggu karena kegesitannya juga menjadi berkurang, dan juga lebih gampang merasakan capek.       Kegemukan pada bagian perut ini bisa dikategorikan dalam dua bagian, yaitu sesuai dengan karakteristiknya;  pertama adalah kegemukan yang memembuat bentuk perut menyerupai buah apel, yang kedua adalah kegemukan pada bagian pinggul sehingga memiliki bentuk hampir mirip dengan buah pir.

Serupa Buah Apel & Buah Pir

Visceral fat adalah istilah kegemukan yang memiliki ciri bentuk perut hampir sama dengan buah apel karena ada berlebih lemak tinggi pada pusat, termasuk dalam rongga perut. Sedangkan Visceral fat adalah istilah untuk mengatakan jenis kegemukan karena berlebihan lemak pada bagian tepi ataupun di bawah kulit, dengan ciri bentuk menyerupai buah pir.

[Baca juga: Beberapa Asupan Makanan Penyebab Perut Kembung dan Buncit]

Visceral fat

Beberapa ahli kesehatan menyatakan bahwa visceral fat memiliki efek lebih berbahaya dibandingkan subcutaneous fat. Alasannya karena visceral fat mampu menimbulkan berbagai jenis penyakit, yang di antaranya adalah kelainan kardiovaskuler, resistensi insulin atau pra-diabetes, kelainan hati, dan juga kista ovarium pada kaum perempuan.

Lemak pusat ini bisa merugikan kesehatan karena ia mampu menghasilkan hormon yang merugikan, bahkan bisa pula mengacaukan hormon yang ada dalam tubuh.  Sebagai contoh adalah hormon adiponectin pada jaringan lemak yang memiliki fungsi guna meningkatkan kepekaan insulin serta protect hati dari peradangan (antiradang).

Risiko Hipertensi dan Diabetes

Jika terjadi peradangan, maka kadar hormon adiponectin akan menurun, sedangkan insulin menjadi resistan dan terjadi penumpukan sel. Di sisi lain TNF Alpha (Tumor necrosis factor alpha –sel sinyal protein– sitokin) yang terjalin pada sistem inflamasi, akan memiliki jumlah yang berlebihan dan memiliki risiko dapat merusak sel.

[Baca juga: Hipertensi pada Masa Kehamilan, Berbahayakah?]

Dengan latar belakang seperti itu, maka bukan tidak mungkin penyakit hipertensi akan menghinggapi kita. Bahkan bukan itu saja, karena diabetes dan juga peradangan hati juga memiliki kecenderungan sama.

Bagaimana Perut bisa Buncit?

Terdapat dua faktor utama yang menjadi sebab timbulnya perut buncit. Pertama adalah tidak-seimbangnya antara energi yang masuk berbanding dengan energi yang keluar. Salah satu contoh terbanyak mengenai energi masuk ini misalnya adalah dari makanan.     Faktor tingginya kadar lemak dalam makanan itulah yang mengakibatkan perut bisa membuncit.    Selain itu bisa pula makanan dengan kadar fruktosa dan karbohidrat yang berlebih.   Fruktosa berlebih bisa ditemukan dalam beragam minuman yang mengandung soda, yang kesemuanya itu berkemungkinan menjadi sebab insulin resisten meninggi.

[Baca juga: Inilah Beberapa Contoh Menu Makanan Untuk Tubuh Sehat & Berat Badan Ideal]

Faktor kedua terjadinya kegemukan ini adalah terdapatnya energi yang mengendap dalam badan dan tak banyak dikeluarkan. Artinya, walaupun asupan energi yang kita masukkan itu masih bisa dibilang normal jumlahnya, akan tetapi jika tubuh kurang gerak, maka secara otomatis ia akan mengendap di dalam bagian perut.    Akibat adanya selisih energi yang masuk dengan energi yang keluar tersebut apabila tak difungsikan maka akan memiliki kecenderungan penumpukan di dalam visceral.

Orang dikatakan over- weight sebenarnya bisa mengukur sendiri, mislanya ukuran  lingkar pinggang yang tak lebih dari 80cm untuk perempuan, dan ukuran 90cm bagi kaum lelaki.

Solusi Perut Buncit

Menyimak pemaparan di atas, maka cara paling mudah dan bisa kita lakukan agar tak m enjadi buncit perutnya adalah dengan mengurangi asupan, –khususnya yang berkadar lemak– dan juga berusaha selalu gerak sehingga terjadi pembakaran.    Ini perlu dilakukan karena tubuh manusia ini idealnya memerlukan sejumlah 2200 kkal pada setiap harinya.

Menggerakkan badan ini bisa dengan cara apa saja, beraktivitas kerja, berolahraga, dan apapun yang sesuai dengan kegemaran masing-masing pribadi. Jika hendak berolahraga, yang menjadi kunci adalah pemilihan jenis olahraga yang sifatnya ritmikal ataupun aerobik. Pasalnya jenis olahraga semacam ini selain menggerakkan semua anggota badan juga mampu meningkatkan konsumsi oksigen.      Keteraturan dan ritme yang terus naik secara bertahap hingga mencapai puncak endurance alias ketahanan sangat disarankan. Ini lebih penting daripada langsung melakukan olahraga berat, namun hanya sekali-duakali saja volumenya.

[Baca juga: Berbahayakah Renang Ketika Perut Masih Penuh & Kenyang?]

Setelah melakukan olahraga sebagaimana yang disarankan tersebut, yang musti diperhatikan bukan sekedar timbangan berat-badan saja. Lebih dari itu adalah juga kondisi lingkar pinggang yang seharusnya semakin berubah mengecil. [uth]

Sumber Rujukan:
[1] Problem Perut Buncit; Koran Cetak Suara Merdeka Minggu 29 November 2015
[2] Gambar ilustrasi; pixabay.com, diakses pada 1 Desember 2015

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here