Botol Plastik Merusak Lingkungan

0
2274
Botol Plastik Merusak Lingkungan
Botol Plastik Merusak Lingkungan

BOTOL plastik memang praktis digunakan sebagai kemasan banyak barang, utamanya yang bersifat cairan. Salah satu kepraktisan dari botol plastik itu adalah sebagai kemasan air minum sebagaimana yang acap kita gunakan. Kemasan air mineral misalnya.   Namun tahukah Anda bahwa di balik kepraktisan tersebut ternyata ada banyak hal negatif. Beberaap di antaranya adalah menegnai manufakturing, pengisian, pelabelan, pengiriman, penyimpanan dan pembuangan botol plastik yang membutuhkan biaya tak murah.

Mengamati adanya banyak madharat dari kemasan botol plastik itu, maka seyogyanya kita pun harus mengurangi pembelian dan penggunaannya. Apa alasaannya? Di bawah ini ada tiga alasan yang bisa terpaparkan dari banyaknya alasan kemadharatan itu.

[Baca juga: Hindari Penggunaan Ulang Botol Plastik dan Pahami Angka Simbol Pada Kemasannya]

Transportasi

Dalam pengangkutan botol air minum, transportasinya tentu membutuhkan banyak sumber daya yang bukan saja sebatas sumber daya manusia, melainkan juga sumber daya alam.   Lebih dari satu liter BBM (bahan bakar minyak) adalah ukuran yang dibutuhkan guna mengangkut satu botol plastik itu

Mengacu pada pemaparan Institut Kebijakan Bumi, sebelum dikonsumsi isinya, diperkirakan satu dari empat botol air minum adalah jumlah minimum yang harus melewati sebuah perbatasan negara dengan menggunakan kapal, kereta ataupun angkutan-truk.  Semua proses pengiriman ini tentunya mengeluarkan karbondioksida, sehingga perubahan iklim pun akan dipengaruhi olehnya.

[Baca juga: Inilah Cara Memanfaatkan Botol Bekas sebagai Perangkap Nyamuk]

Emisi Gas Rumah Kaca

Botol plastik biasanya diproduksi dari plastik PET (polietilena tereftalat), yaitu bahan yang diproduksi dari minyak mentah.   Melihat bahan pembuatannya ini, bukan saja ekstraksi minyak bumi yang memiliki dampak buruk karena bisa membuang emisi gas rumah kaca dan merusak habitat, akan tetapi dala proses pembuatan plastik juga mengeluarkan racun ke dalam lingkungan.

Dan lebih dari itu, selepas ekstraksi, minyak bakal-calon botol plastik itu juga musti dibawa ke kilang khusus, sebagai contoh adalah di Köln, yaitu satu instalasi penyulingan minyak terbesar di negara Jerman.   Sebagaimana proses pengiriman botol yang telah jadi dan siap konsumsi, pengiriman bahan minyak inipun tentunya juga mengeluarkan karbondioksida. Sehingga terjadinya pengaruh terhadap perubahan iklim cenderung lebih besar.

Sumber Pangan

Selain dari plastik PET, botol juga bisa dibuat dengan bahan dari plastik organik. Artinya ia bukan dari minyak bumi, melainkan berbahan dari materi nabati, misalnya dari jagung ataupun tebu.

Memang botol plastik berbahan organik ini bisa terbiodegradasi dan aman dibuang ke kompos usai dipakai, namun bioplastik ini bukan berarti lantas menjadi aman dan ramah terhadap lingkungan. Pasalnya dalam proses pembuatannya tetap diperlukan sumber daya alam yang tak sedikit, sebagai contoh adalah air dan juga lahan pertanian sebagai sumber pangan. [uth]

Sumber Rujukan:
[1] Inilah Alasan Mengapa Kita Harus Mengurangi Penggunaan Botol Plastik; nationalgeographic.co.id, diakses pada 5 Januari 2016
[2] Gambar ilustrasi; pixabay.com, diakses pada 5 Januari 2016

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here