Konsumsi Antibiotik Justru Merugikan Kesehatan Tubuh

0
1581
Konsumsi Antibiotik Ternyata Justru Merugikan Kesehatan Tubuh
Konsumsi Antibiotik Ternyata Justru Merugikan Kesehatan Tubuh

ANTIBIOTIK adalah bagian yang paling sering diandalkan sebagai pengobatan dan juga mencegahan terjadinya penyakit tertentu. Sebagai bagian dari penyembuhan, antibiotik juga merupakan barang yang sangat diandalkan bukan saja oleh pasien, melainkan juga oleh para ahli medis.

Pembunuh Bakteri

Konsumsi antibiotik ini memang sangat membantu, karena ia berfungsi sebagai pembunuh bakteri yang jahat sekaligus menghentikan pembelahan diri. Selain itu, dengan antibiotik juga memungkinkan tubuh kita melawan balik terhadap bakteri jahat tersebut.

Sayangnya, selain bakteri jahat, antibiotik ini juga membunuh bakteri baik, bahkan ia juga mampu menyebabkan beberapa kerusakan akut bagi tubuh kita. Lebih dari itu, apabila tidak mempunyai infeksi bakteri, antibiotik sama sekali tak membantu, karena ia hanya akan membuat sakit bagi tubuh.

Infeksi Bakteri apa?

Lalu jenis infeksi bakteri seperti apakah yang pas ditangkal menggunakan antibiotik?

Infeksi bakteri itu antara lain adalah infeksi berat sinus (yang berlangsung lebih dari 10 hari), Pneumonia, infeksi telinga dan radang tenggorokan. Batuk dan pilek atau bahkan bronkitis akut juga masuk ke dalam ragam infeksi yang adakalanya membutuhkan resep Antibiotik.

Efek Negatif Antibiotik

Hal-hal yang musti diingat adalah bahwa ketidak-tepatan penggunaan antibiotik pada akhirnya justru memiliki efek yang merugikan. Dan di bawah ini adalah beberapa di antara kerugian tersebut.

  • Mengacaukan Kinerja Usus

Konsumsi antibiotik adakalanya justru bisa membuat makanan yang kita lahap bergerak lebih cepat menuju ke usus. Hal itu terjadi sebab mereka juga berperan dalam mengumpulkan semua jenis bakteri –baik bakteri yang baik ataupun bakteri yang buruk– yang baik dan buruk – sehingga semua perintah-perintah dalam usus juga turut menjadi kacau.

Efek di kemudian hari pun tak bisa disepelekan lagi, karena tatkala terapi antibiotik telah berhenti pun, ada beberapa orang yang tidak pernah bisa pulih kembali.   Dan bagi mereka yang pernah konsumsi antibiotik lebih dari 3 dalam periode 5 tahun, mereka juga lebih berkemungkinan terkena penyakit iritasi usus, utamanya radang usus (ulcerative colitis) ataupun penyakit Crohn.

  • Mengganggu Otak

Antara otak dan usus tentu saling berhubungan, sehingga tatkala antibiotik memusnahkan bakteri pada usus Anda, maka bukan tidak mungkin otak pun akan menjadi terganggu.  Selanjutnya depresi dan kecemasan bukan tidak mungkin akan menjangkiti.

  • Berat Badan Naik

Hal yang butuh diketahui adalah fungsi antibiotik yang acap ditaruh ke dalam makanan. Ternyata hal itu dilakukan salah satunya guna menggemukkan sapi dan ayam sebelum mereka dipotong.      Perlakuan itu kadangkala juga diterapkan pada tubuh manusia, sebagai contoh pada usia kanak-kanak. Padahal penggunaan antibiotik pada usia kanak-kanak ini tidak hanya berpengaruh terhadap kenaikan berat badan si anak, namun juga akan mempengaruhi perkembangannya pada tahun-tahunyang akan datang.

[Baca juga: Tahukah Anda, Konsumsi Antibiotika Bisa Menyebabkan Protozoa Malaria?]

Di samping itu, antibiotik juga dikaitkan dengan pengembangan diabetes tipe 2 yaitu tentang faktor risiko bagi obesitas. Bahwa bagi mereka yang telah mengonsumsi 5 atau lebih resep antibiotik, maka sebanyak 53%  memiliki kemungkinan lebih besar mengembangkan penyakit. [uth]

Sumber Rujukan:
[1] 3 Efek Berbahaya yang Disebabkan oleh Antibiotik, kompas.com, diakses pada 7 Januari 2016
[2] Gambar ilustrasi; pixabay.com, diakses pada 7 Januari 2016

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here