Ekidna; Binatang Mamalia Unik dan Aneh Asli Papua

0
2119
Echidna - Ekidna; Binatang Mamalia Unik dan Aneh Asli Papua
Echidna - Ekidna; Binatang Mamalia Unik dan Aneh Asli Papua

EKIDNA, tahukah Anda dengan nama itu? Ya, ia adalah nama “mamalia unik dan aneh” yang habitatnya bisa dikatakan asli dari tanah Papua.   Kenapa disebut “mamalia unik dan aneh?” Jawabannya adalah karena ekidna termasuk jenis mamalia yang tak biasanya, ia merupakan mamalia yang perkembangbiakannnya melalui cara bertelur.

Mamalia Monotremata

Mungkin Anda tahu bahwa salah satu mamalia petelur yang cukup populer di dunia adalah platypus, yaitu binatang bermoncong bebek yang keberadaannya banyak di Australia. Nah, tak hanya di Australia, namun di sbeelah utaranya, yaitu di Papua yang masih menjadi bagian dari bumi Nusantara hidup pula satu mamalia petelur itu, namanya ekidna.

Di bawah ini adalah deskripsi mamalia petelur yang sering juga dinamakan sebagai monotremata.

Apa itu Ekidna?

Ekidna adalah jenis binatang mamalia petelur yang wujudnya menyerupai landak, yaitu berduri pada tubuhnya. Asupan makanan favoritnya pun tak jauh berbeda, yaitu mencari rayap di batang pohon dan juga gundukan tanah.

Ekidna memiliki ukuran tubuh yang bervariasi, yaitu mulai 30cm sampai dengan 55 cm, dengan berat tubuh sekitar 3 hingga 6 kilogram, bergantung jenis kelaminnya.

  • Bukan Kelompok Landak

Tabiatnya juga mirip dengan landak, yaitu sebagai binatang soliter alias penyendiri yang aktif pada malam hari. Tetapi ekidna ini sama sekali bukan satu kelompok dengan landak. Ekidna tak mempunyai gig, namun mereka memanfaatkan lidahnya yang lengket dalam menangkap rayap dan memangsanya hidup-hidup.

  • Unik dan Aneh?

Jika di atas tadi dikatakan unik dan aneh karena ekidna termasuk mamalia namun bertelur, maka masih ada keunikan dan keanehan lainnya, yaitu bahwa telur ekidna itu ternyata wujudnya berbulu, sedangkan kontur cangkangnya juga lunak.

[Baca juga: Ringneck Pheasant: Ayam Unik Tanda Bahaya Pencurian & Bencana Gempa]

Anak di Dalam Kantong Induk

Selepas masa pembuahan berlangsung, tak lama kemudian induk ekidna akan mengeluarkan sebutir telur. Dari butir telur yang menetas menjadi bayi ekidna, ia lantas bisa langsung berjalan-jalan. Melainkan bakal tetap berada dalam kantong induknya  itu sebagaimana kebiasaan pada bayi kanguru.

Durasi waktu anak dan induk ekidna, di mana sang anak tetap berada dalam kantong sang induk itu adalah selama 45 hingga 55 hari. Sang induk akan menggali lubang tanah sebagai bakal tempat tinggal sang anak, utamanya ketika tubuh sang bayi mulai ditumbuhi duri. Namun bukan lanats sang ibu menyapih anaknya, karena ia akan ap tetkembali pada tiap lima hari guna menyusui si bayi, bahkan hingga usia anaknya  itu menginjak tujuh bulan.

Hal yang sangat disayangkan adalah bahwa keberadan ekidna kini terancam punah. Oleh karenanya dibutuhkan kepedulian dari banyak pihak guna tetap menjaga eksistensi binatang monotremata yang unik dan aneh ini. [uth]

Rujukan:
[1] Ekidna, Mamalia Petelur Asli Papua; intisari-online.com, diakses pada 9 Januari 2016
[2] Gambar ilustrasi; pixabay.com, diakses pada 9 Januari 2016

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here