Mengenal Teknik Budidaya dan Nilai Ekonomi Pepaya California

0
1362

 

Pepaya callina atau yang lebih dikenal oleh masyarakat dengan nama pepaya california, merupakan salah satu varietas buah pepaya yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Buah pepaya jenis ini dengan mudah bisa kita temukan di pasar tradisional, toko buah hingga supermarket.

Kebutuhan pasar akan buah pepaya california yang terus meningkat, menjadikan petani di beberapa daerah berlomba-lomba untuk membudidayakannya. Salah satu daerah penghasil buah pepaya california adalah di Kecamatan Maos, Cilacap Jawa Tengah.

Pepaya california memiliki sifat dan keunggulan tersendiri, buahnya tidak terlalu besar dengan bobot 0,8 – 1,5 kg/buah, berkulit hijau tebal dan mulus, berbentuk lonjong. Jika sudah matang buah berwarna kuning, rasanya manis, daging buah kenyal dan tebal.

Asal mula nama pepaya california

Tanaman pepaya yang memiliki nama latin Carica Papaya L merupakan tanaman yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan. Tanaman pepaya saat ini telah menyebar ke berbagai negara tropis, salah satunya Indonesia.

Namun untuk varietas pepaya callina yang lebih dikenal oleh masyarakat dengan nama pepaya california, sebenarnya adalah buah lokal asli Indonesia hasil pemuliaan oleh tim Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) di Institut Pertanian Bogor.

Oleh para pedagang buah, nama pepaya callina diganti dengan sebutan pepaya california agar lebih populer di pasaran. Penyebutan pepaya california ini kemudian lebih populer di kalangan masyarakat Indonesia, sehingga tidak heran banyak yang keliru menganggap pepaya california adalah buah impor yang berasal dari California sesuai dengan nama populernya.

Baca juga : Carica, Jenis Pepaya Gunung yang Langka dan Tumbuh di Dieng

Teknik budidaya pepaya california

  • Pembibitan

Tanaman pepaya california dikembangkan dengan menggunakan biji yang berasal dari buah masak pohon dalam keadaan sehat. Biji pepaya california yang digunakan untuk penyemaian bibit menggunakan biji yang berada pada 2/3 bagian buah dari ujung buahnya. Sementara untuk biji yang berada pada 1/3 bagian buah di pangkalnya tidak banyak digunakan oleh para petani, alasannya memiliki kualitas yang kurang baik.

Biji pepaya kemudian disemai menggunakan media tanam tanah di dalam polibag. Bibit pepaya california yang berasal dari penyemaian biji baru bisa ditanam pada lahan saat berumur 1 – 2 bulan masa penyemaian. Cara ini dianggap lebih efektif untuk pertumbuhan tanaman jika dibandingkan dengan menanam biji langsung pada lahan.

  • Penanaman

Penanaman pepaya california dilakukan dengan membuat bedengan atau biasa disebut gulahan oleh petani di jawa. Bedengan dibuat memanjang dengan lebar 1 – 1,5 meter dan panjangnya menyesuaikan dengan lahan yang dimiliki. Pada kondisi tanah yang rata, bedengan bisa dibuat dengan cara membuat saluran air dengan kedalaman 30 cm. Saluran air yang berada di antara satu bedengan dan lainnya dibuat lurus memanjang dan saling terhubung dengan saluran air pada bedengan yang lain.

Setelah bedengan siap, pada tengah bedengan dibuat lubang yang disiapkan untuk penanaman bibit, lebar lubang menyesuaikan bibit yang akan ditanam. Antara satu lubang dengan lubang lainnya dibuat jarak sekitar 2,5 meter sebagai jarak tanam agar pertumbuhan tanaman bisa maksimal.

Pada lubang yang telah disiapkan diberi arang sekam dan pupuk kandang atau pupuk organik sebagai pupuk dasar. Pupuk dasar ini dicampurkan dan diaduk dengan tanah galian yang berasal dari permukaan tanahnya. Biarkan lubang tanaman selama satu minggu, setelah itu baru tanam bibit pepaya dari hasil penyemaian yang telah disiapkan sebelumnya.

Baca juga : Manfaatkan Arang Sekam untuk Perbaiki Sifat Tanah

  • Perawatan

Setelah tanaman berumur 1,5 bulan dari masa tanam pada bedengan, perhatikan perkembangan tanaman. Jika ada pohon pepaya california yang pertumbuhannya jelek, bisa langsung diganti dengan bibit yang baru. Pemupukan baru dilakukan setelah 2 minggu dari masa tanam bibit pada bedengan, selanjutnya bisa dilakukan sebulan atau dua bulan sekali.

  • Panen

Tanaman pepaya california memiliki pohon atau batang pohon yang bersifat kerdil, lebih pendek dari pohon pepaya jenis lain. Tinggi tanaman pepaya california sekitar 1,5 – 2 meter. Pada umur tanam 8 – 9 bulan, buah pepaya california sudah bisa mulai panen, bisa dipanen hingga 4 kali dalam sebulan untuk setiap pohonnya. Masa panen ini bisa bertahan hingga pohon pepaya california berumur 4 tahun.

Buah pepaya california dipanen saat sudah nampak ada garis kuning pada kulit buahnya. Menurut para petani di daerah Maos, Cilacap Jawa Tengah, buah pepaya yang telah dipanen bisa bertahan hingga seminggu. Sehingga aman jika hendak dikirim ke luar daerah.

  • Harga jual biji, bibit dan buah

Para petani di Maos, Cilacap menjual biji pepaya california dalam kemasan kecil dengan harga Rp 40 ribu yang berisi 400 biji. Kemasan besar dengan harga Rp 160 ribu berisi 1.600 biji, atau sama dengan setiap bijinya berharga Rp 100,- .

Selain biji, para petani juga menjual bibit yang siap tanam, untuk bibit yang berumur 2 bulan, petani menjual Rp 1.500,- perbatang, sedangkan bibit yang berumur sekitar satu bulan dijual dengan harga Rp 1.000,- perbatang.

Sementara untuk harga buah pepaya california di tingkat petani adalah Rp 2.500,-/kilogram. Harga pepaya di pasaran memiliki harga yang berbeda-beda menyesuaikan dengan biaya ongkos kirim dan biaya pemasaran lainnya.

Bagi anda yang berminat untuk membudidayakan pepaya california, anda bisa mencobanya di halaman atau pekarangan rumah sendiri, atau bahkan bisa juga membuat kebun budidaya pepaya california. Budidaya yang terbilang mudah dengan kebutuhan pasar yang terus meningkat, menjadikan budidaya pepaya california memiliki peluang usaha yang cukup menjanjikan.

Sumber rujukan : Pepaya, Wikipedia Bahasa Indonesia. Diakses pada 29 januari 2016
Gambar ilustrasi : Pixabay.com , diakses pada 29 januari 2016

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here