Inilah Cara Sederhana Budidaya Tanaman Seledri

0
1262

Jika anda penggemar makanan berkuah seperti sop atau bakso, tentu anda tidak akan asing dengan seledri yang biasanya digunakan sebagai penyedap rasa dalam sop atau bakso. Selain sebagai penyedap masakan, seledri juga dikenal sebagai tanaman obat yang memiliki ragam manfaat.

Aroma khas yang dihasilkan seledri dalam campuran masakan, menjadikan tanaman sayur ini lebih dikenal sebagai bumbu dapur. Ada tiga jenis tanaman seledri yang dibudidayakan di Indonesia, yakni seledri daun, seledri tangkai dan seledri umbi. Ketiga jenis seledri ini memiliki kegunaan yang sama sebagai bahan penyedap masakan, daun, tangkai daun dan umbi biasa digunakan untuk campuran sop.

Selain sebagai penyedap masakan, tanaman seledri memiliki banyak khasiat bagi tubuh manusia. Salah satu manfaatnya adalah sebagai asupan makanan yang mampu meningkatkan tenaga prima bagi pria. seledri memiliki manfaat sebagai sumber makanan yang dapat meningkatkan androsteron, yaitu hormon yang dimunculkan melalui keringat dan bermanfaat dalam meningkatkan gairah.

Baca juga : Beberapa Asupan Makanan yang Mampu Meningkatkan Tenaga Prima

Mengenal Tiga Kelompok Seledri

  1. Seledri daun atau seledri iris (A. graveolens Kelompok secalinum) yang biasa diambil daunnya dan banyak digunakan sebagai penyedap rasa pada masakan Indonesia.
  2. Seledri tangkai (A. graveolens Kelompok dulce) yang tangkai daunnya membesar dan beraroma segar, biasanya dipakai sebagai komponen pembuatan salad.
  3. Seledri umbi (A. graveolens Kelompok rapaceum) yang membentuk umbi di permukaan tanah, biasanya digunakan dalam sup atau dibuat semur. Umbi ini kaya provitamin A dan K.

Dari tiga jenis tanaman seledri yang ada di Indonesia, seledri daun atau juga dikenal sebagai seledri iris adalah jenis yang paling banyak dibudidayakan. Berikut ini cara budidaya seledri daun yang bisa anda coba di pekarangan rumah atau menggunakan media tanam dalam pot.

Persiapan Media Tanam

Tanaman seledri akan baik dibudidayakan pada daerah dataran tinggi dengan ketinggian 1.000 – 1.200 mdpl dengan curah hujan rendah. Seledri dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada tanah yang gembur dan mengandung banyak bahan organik.

Siapkan media tanam tanah yang dicampur dengan kompos dan arang sekam, bisa menggunakan wadah berupa polybag atau pot tanaman. Campuran arang sekam akan bermanfaat untuk memperkuat daya ikat tanah terhadap unsur hara, serta dapat memperbaiki drainase dan tata udara pada tanah.

Baca juga : Manfaatkan Arang Sekam untuk Perbaiki Sifat Tanah

Cara Pembibitan

  • Perbanyakan Vegetatif

Tanaman seledri dapat dikembangbiakan dengan dua cara, yaitu perbanyakan vegetatif menggunakan anakan dari tanaman seledri, maupun perbanyakan generatif menggunakan biji. Perbanyakan vegetatif mudah dilakukan, caranya adalah dengan mengambil anakan yang terdapat pada rumpun tanaman seledri, lalu memindahkannya pada media tanam yang sebelumnya telah disiapkan.

  • Perbanyakan Generatif

Perbanyakan generatif dilakukan dengan cara penyemaian biji seledri terlebih dahulu, karena itu dibutuhkan media tanam sebagai tempat penyemaian. Media tanam penyemaian menggunakan campuran tanah, kompos dan arang sekam, sama seperti media tanam untuk pertumbuhan tanaman seledri. Bisa menggunakan wadah berbentuk nampan atau bisa membuat bedengan kecil menggunakan kayu.

1. Biji seledri yang hendak disemai sebaiknya direndam terlebih dahulu dengan air hangat yang tidak terlalu panas kurang lebih selama satu jam.

2. Biji yang sudah direndam kemudian diambil dan ditanam pada media tanam yang telah disiapkan dengan cara membuat lubang-lubang kecil sedalam 0,5 cm.

3. Masukkan biji seledri pada lubang-lubang tersebut dengan mengatur jaraknya, lalu taburi dengan tanah permukaan untuk menutupnya.

4. Letakkan media tanam pada tempat yang terlindung dari curah hujan langsung, atau bisa menaunginya dengan plastik bening. Jaga kelembaban media tanam dengan cara menyiram air secukupnya pada pagi atau sore hari.

5. Setelah bibit seledri tumbuh dan memiliki 3 – 4 daun tanaman, bibit siap dipindahkan pada polybag atau pot yang sebelumnya telah disiapkan.

Perawatan dan Panen

Setelah anakan atau bibit dari biji dipindahkan pada polybag atau pot, perawatan selanjutnya adalah hanya dengan menyiramnya secara rutin tiap pagi dan sore hari hingga tanaman berumur satu minggu.

Setelah itu penyiraman dilakukan seperti merawat tanaman pada umumnya menyesuaikan kondisi tanaman dan kebutuhan air. Penambahan pupuk organik atau kompos bisa dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi tanaman.

Tanaman seledri bisa mulai dipanen pada umur 2 – 3 bulan sejak tanam dan bisa dilakukan secara periodik satu atau dua minggu sekali tergantung kesuburan tanaman. Masa panen berakhir jika rumpun tanaman seledri sudah tidak produktif lagi, ditandai dengan jumlah anakan yang sudah berkurang atau jarang.

Sumber rujukan:
[1] Seledri: Wikipedia bahasa Indonesia, diakses pada 4 februari 2016
[2] Gambar ilustrasi : Pixabay.com , diakses pada 4 februari 2016

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here