Apa Virus Zika itu?

0
2070
Apa Virus Zika itu - Nyamuk Aedes

VIRUS ZIKA yang menjadi bahan pemberitaan dewasa ini polanya seolah tak jauh berbeda dengan virus-virus lain yang pernah ada, sebagai contoh adalah virus penyakit sapi gila, cikungunya, dan masih banyak lagi. Dan dengan melihat pola yang tak jauh berbeda itu, tak pelak ingatan kita pun akan melayang pada beberapa cerita pada film-film yang pernah kita saksikan. Sebuah  wabah penyakit tiba-tiba melanda satu kelompok masyarakat, kemudian dengan cepat bisa menyebar tak kasat mata, yang selanjutnya tidak ada obat ataupun vaksin yang mampu melawannya.

Bukan saja hanya menyerang sistem syaraf pada orang tua ataupun dewasa, wabah virus zika ternyata juga mampu mengakibatkan bayi mengalami cacat permanen dan bahkan memungkinkan mengganggu pertahanan kekebalan tubuh.

Virus Zika Bukan Fiksi & Cerita Film

Alih-alih menyetarakan dengan kisah film dan cerita fiksi, kenyataannya zika sama sekali bukanlah sebuah penyakit yang fiktif. Sebaliknya, ia nyata!    Hal ini bisa dilihat dengan adanya beberapa negara di Amerika Latin  yang saat ini merasa terhantui akibat merebaknya wabah virus Zika, virus yang diduga menjadi penyebab bentuk kepala lebih kecil (mikrosefali) pada bayi yang baru saja dilahirkan.

[Baca juga: Bagaimana Cara Agar Rambut Bayi Tumbuh Lebat?]

Kegelisahan semakin memuncak seiring meningkatnya angka penderita, sebagaimana negara Brasil yang memaparkan bahwa sejak bulan Oktober 2015 lalu jumlah bayi yang terlahir mikrosefali ini telah hampir mencapai angka 4.000.  Pun yang dialami negeri-negeri di sebelahnya; Kolombia, Ekuador, El Salvador dan Jamaika. Akibatnya, kebanyakan merekomendasikan pada para perempuan untuk menunda kehamilan hingga pengetahuan akan virus Zika ini jelas diketahui.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Margaret Chan, bahkan sampai memaparkan keprihatinannya karena virus Zika bisa menyebar secara luas dalam waktu cepat, sedangkan kekebalan masyarakat bisa dikatakan sangat kecil.

Zika Mulai Muncul di Asia –Tenggara

Bagaimana Virus Zika Menyebar dari Afrika
Bagaimana Virus Zika Menyebar dari Afrika?

Keprihatinan dan kekhawatiran bukan saja ada pada kepala WHO, pasalnya tak sedikit praktisi kesehatan dan para pejabat berwenang juga merasakannya. Sebut saja yang di Asia, negara India dan Indonesia contohnya.

Menyikapi wabah virus zika itu, negara India bahkan telah melakukan uji coba virus pada sejumlah 1,3 miliar penduduknya. Dan hasilnya bukan satu hal yang mengejutkan, mereka bisa menemukan karena secara histori India ternyata memang telah memiliki sejarah infeksi Zika yang panjang.         Temuan itu juga terjadi di negeri kita, Indonesia. Hal itu seperti yang pernah diungkapkan oleh seorang Deputi Direktur Eikjman Institute, Dr. Herawati Sudoyo Ph.D, yang memaparkan bahwa lembaga kesehatan ini pernah menjumpai kemunculan virus Zika, yaitu di kawasan Jambi, Sumatera.

Apa Virus Zika itu?

Zika adalah sebuah virus dari jenis Flavivirus (keluarga Flaviviridae). Virus ini memiliki kesamaan dan bahkan masih satu keluarga dengan virus lain seperti virus penyebab penyakit demam berdarah (dengue), penyakit kuning, penyakit chikungunya, dan virus lain yang berasal dari kelompok arbovirus. Virus Zika dewasa ini juga acap dikaitkan dengan terjadinya pengecilan otak pada bayi serta dihubungkan pula dengan penyakit kekebalan langka sindroma Guillain-Barre.

Mereka yang berkemungkinan diserang virus Zika biasanya memiliki beberapa gejala, antara lain adalah timbulnya rasa sakit pada kepala, rasa demam dan nyeri pada punggung, ruam di bagian wajah, leher, lengan bagian atas, dan berkemungkinan pula menyebar di bagian telapak tangan dan kaki.

Dan dinamakan Zika tak lain adalah karena virus ini pertama kali diisolasi pada tahun 1948 dari monyet di Hutan Zika, Uganda.

Virus yang Awalnya Dianggap Sepele

Dari penelitian para ahli kesehatan yang sejatinya pernah lama dilakukan, yaitu salah satunya adalah pada tahun 1950an, awalnya para peneliti ini tidak terlalu mencemaskan adanya inveksi virus Zika.

Ia lebih dipandang sebagai sebuah penyakit yang masih ringan dan hanya menyebabkan penampakan bintik merah pun demam ringan, jauh dari kemungkinan adanya komplikasi jangka panjang.    Namun pemahaman ini pada akhirnya berubah seratus delapan puluh derajad. Utamanya serelah beberapa bulan terakhir virus Zika dihubungkan dengan kejadian cacat pada perkembangan otak ketika proses kehamilan, ditambah lagi kemunculan penyakit auto-kekebalan.

[Baca juga: Aktivitas Mencuci Piring Sejak Kecil Memiliki Dampak Positif Bagi Kekebalan Tubuh Anak]

Cara Penularan Virus Zika

Ada beberapa hal yang bisa dicatat sebagai penyebab munculnya virus zika ini.

  • Nyamuk Aedes

Banyak pihak menyatakan bahwa virus Zika berkemungkinan besar ditularkan melalui gigitan nyamuk, khususnya jenis nyamuk Aedes, baik Aedes Aegypti untuk masyarakat daerah tropis, ataupun nyamuk Aedes Africanus bagi masyarakat di negeri Afrika. Atau juga nyamuk Aedes Albopictus pada beberapa daerah lain.

Seperti diketahui, jenis nyamuk Aedes ini merupakan nyamuk yang lebih aktif pasa siang hari, dan berkemungkinan besar hidup di dalam maupun luar ruangan.

  • Proses Kehamilan

Sedangkan bagi seorang ibu yang sudah positif terkena virus zika, dan lalu berada dalam kondisi hamil, maka ia pun berkemungkinan besar menularkan virus zika itu kepada janin calon buah hatinya.

  • Transfusi Darah & Hubungan Seks

Selain akibat penyebaran oleh nyamuk Aedes dan juga proses kehamilan, beberapa penelitian menemukan kecurigaan penyebaran virus ini pada proses tranfusi darah dan juga hubungan seks.

[Baca juga: Pentingnya Pendidikan Seks Bagi Remaja]

Kecurigaan tersebut sepertinya sedikit bisa dibuktikan dengan sebuah publikasi dari Pusat Pengendalian Penyakit (CDC), bahwa usai menangani seorang pasien di Kota Dallas, Negara Bagian Texas, Anne Schuchat selaku wakil direktur CDC memaparkan sebuah kronologi yang dialami pasiennya.    Pasien yang ditanganinya itu sama sekali tidak pernah bepergian ke daerah endemik virus Zika. Akan tetapi pasangannya baru saja kembali dari Venezuela yang merupakan daerah endemik zika.

Meski ini masih sebatas dugaan dan belum bisa dibuktikan kepastiannya, namun bukan tidak mungkin semua itu bisa terjadi, sehingga sudah selayaknya timbul kewaspadaan dan kehati-hatian pada kita.

Langkah Apabila Terinfeksi Virus Zika?

Sampai saat ini dinyatakan belum ada satupun jenis obat yang bisa mengobati penyakit akibat virus zika ini. Oleh karenanya yang bisa dilakukan masih sebatas pada pencegahan ataupun pengobatan gejala-gejala yang ditimbulkannya.

Berikut adalah langkah yang bisa ditempuh guna mencegah itu;

  1. Istirahatkan badan secara cukup
  2. Konsumsi air untuk guna mencegah terjadinya dehidrasi
  3. Konsumsi obat-obatan yang mampu mengurangi rasa demam ataupun nyeri
  4. Hindari konsumsi aspirin ataupun obat-obatan non stereoid anti inflmation (NSAID) lain
  5. Hubungi dan konsultasikan pengobatan kepada ahli kesehatan terdekat.

Pencegahan Menularnya Virus Zika

Apabila di bagian atas adalah langkah guna mencegah ataupun mengobati gejala-gejala sebagai penyebab munculnya virus zika, maka di bawah ini adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan dalam mencegah penularan virus.

[Baca juga: Inilah 3 Penyakit yang Dapat Menular kepada Bayi dalam Kandungan]

  1. Minimalisir berkontak dengan nyamuk.
  2. Menghindari perjalanan menuju pun melewati area terjangkitnya virus zika dan atau  area yang memiliki 2 atau lebih gejala munculnya infeksi virus Zika.
  3. Memberantas sarang nyamuk, misalnya dengan menerapkan pola 3M Plus (menguras dan menutup tempat penampungan air, memanfaatkan atau melakukan daur ulang barang bekas, plus melakukan pencegahan lain seperti menabur bubuk larvasida, menggunakan kelambu saat tidur, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, dan lain sebagainya.
  4. Mengawasi keberadaan jentik dengan melibatkan peran aktif lingkungan sekitar.
  5. Berlaku hidup bersih dan sehat (PHBS) agar daya tahan tubuh juga tetap terjaga.
  6. Bagi kaum wanita hamil atau mereka yang memiliki rencana kehamilan, wajib melakukan perlindungan ekstra terhadap gigitan nyamuk. [uth]

Rujukan:
[1] Zika outbreak: What you need to know; bbc.com, diakses pada 5 Januari 2016
[2] Pertanyaan Seputar Penyakit Virus Zika, depkes.go.id, diakses pada 5 Januari 2016
[3] Apa Itu Zika Virus?; deherba.com, diakses pada 5 Januari 2016
[4] Gambar ilustrasi; pixabay.com & Lancaster University by bbci.co.uk, diakses pada 5 Januari 2016

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here