Kenapa Angpau Harus Berwarna Merah?

0
1981
Kenapa Angpau Amplop Merah

AMPLOP ANGPAU sejatinya tak jauh berbeda dengan wujud amplop lain, baik yang berwarna merah, warna putih, perpaduan merah dan putih, dan jenis amplop-amplop lainnya. Walau kadang ada peruntukan lain, namun yang paling lazim dari penggunaan amplop itu adalah untuk menyimpan barang berujud lembaran. Bisa (uang) kertas, bisa pula plastik, dan banyak lagi.

Apa Arti Angpau itu?

Berkaitan dengan keberadaan amplop itu, ada istilah yang berkaitan dengannya, ialah “angpau.” Lalu apa makna dari kata angpau itu?

Angpau merupakan istilah yang awalnya biasa dipakai dalam masyarakat suku Cina/Tionghoa. Oleh karena itu, kemunculannya juga tak akan jauh dari perayaan hari besar masyarakat Tionghoa, tahun baru Imlek salah satunya.    Angpau adalah satu hadiah pemberian dari mereka yang sudah berusia tua –dan yang dituakan– kepada generasi yang lebih muda, baik anak-anak, remaja, pun mereka yang belum menikah. Tujuan pemberian angpau ini adalah agar para penerima itu bisa mendapatkan keberuntungan dan nasib lebih baik pada masa-masa yang akan datang.

Ang memiliki definisi “warna merah,” sedangkan pau memiliki makna sebagai “amplop.” Seperti yang selalu kita lihat pada tradisi masyarakat Tionghoa, merah merupakan warna yang identik dengannya. Ia merupakan identitas sikap bersemangat (keberanian), kebahagiaan, kegembiraan, keberuntungan, ataupun hoki.

Tak Hanya Saat Imlek

Merunut makna dan tujuan pemberian “angpau” di atas, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya tradisi pemberian amplop angpau ini bukan saja dilakukan sebatas perayaan tahun baru Imlek, namun ada banyak waktu lain yang bisa untuk menerapkannya, misalnya pada saat hari raya lebaran Idul Fitri ataupun perayaan natal.

Banyak masyarakat Tionghoa meyakini bahwa pemberian angpau memiliki derajat yang lebih tinggi dari derma sekalipun. Terkait dengan hal itu, penerimanya pun tak harus orang yang bersuku Cina, tidak pula harus memiliki garis keluarga. Siapapun bisa menerima.

[Baca juga: Cina Totok – Cina Babah dan Hubungannya dengan Raden Patah]

Angpau Sebagai Wujud Penghargaan

Angpau dianggap pula sebagai sebuah ‘penghargaan.’ Hal itu sebagaimana yang tertulis dalam ampop warna merah berujud huruf kanji yang biasanya berisi pesan harapan dan kesejahteraan.

  • Hindari Angka 4

Sedangkan nilai uang yang biasa diisikan di dalam amplop pada umumnya tidak mengandung angka 4, di mana itu merupakan angka yang dihindari oleh banyak etnis Tionghoa karena memiliki arti “mati” alias “Si.”

  • Usahakan Angka 8

Sehubungan dengan “menghindari angka 4” di atas, maka tetap disarankan pula untuk memberikan angpau dengan angka yang mengandung nilai 8. Pasalnya 8 dalam tradisi Tionghoa dianggap sebagai angka simbol keberuntungan.    Tapi ingat, ini hanya saran saja, artinya tidak wajib, karena pemberian angpau juga tak boleh bersifat “membebani.”

Sebagaimana zakat dalam syarat rukun iman yang diterapkan pada kaum muslim, maka pemberian angpau ini juga hanya diberlakukan bagi mereka yang sudah memiliki rezeki berlebih.

Tata Cara Pemberian Angpau

Lagi-lagi seperti bagian rukun imannya umat muslim, pemberian angpau ini juga memiliki tata cara. Hanya saja tak banyak yang mengetahui dan memahami tata cara ini, termasuk masyarakat keturunan Tionghoa sendiri.

[Baca juga: Seorang Pria Cina Memilih Menunggangi Kuda Sebagai Solusi Mengatasi Kemacetan]

Tata cara itu di antaranya adalah; angpau diberikan usai sembahyang di Wihara, yaitu ketika semua anggota keluarga sedang berkumpul di salah satu keluarga yang tua –dan atau dituakan– yang kemudian duduk bersama mengelilingi yang dituakan tersebut, bisa laki-laki (kakek) ataupun perempuan (nenek). Pada saat berkumpul inilah pihak yang lebih tua dan dituakan memberikan angpau kepada pihak yang lebih muda dan atau anak-anak seraya mengucapkan selamat (tahun baru) dan berharap kesejahteraan di masa mendatang.

Ampol Merah, Bukan Amplop Putih

Dalam tradisi Cina, angpau ini akan selalu berujud amplop warna merah, sama sekali bukan amplop putih. Ini sangat berbeda. Pasalnya putih adalah warna yang dianggap suasana dukacita ataupun berkabung. Sehingga sekali lagi, putih bagi masyarakat Tionghoa bukanlah merupakan warna yang identik dengan angpau, melainkan identik dengan berbelasungkawa. [uth]

Rujukan:
[1] Di balik Tradisi Amplop Merah; Kompas Klasika Hal. 39, 9 Februari 2016

[2] Gambar ilustrasi; tionghoa.info, diakses pada 9 Februari 2016

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here