Inilah Cara Sederhana Budidaya Mentimun

0
1590

BUDIDAYA MENTIMUN menjadi perlu dilakukan karena ia merupakan salah satu jenis tanaman yang buahnya cukup populer bagi masyarakat Indonesia. Buah mentimun memiliki tekstur kulit yang renyah, dengan bentuk yang lonjong dan memanjang. Bagi sebagian masyarakat indonesia, mentimun biasa dikonsumsi sebagai lalapan dengan sambal, atau digunakan sebagai campuran masakan.

Berbeda dengan jenis sayur lainnya, mengkonsumsi mentimun tidak perlu memasaknya terlebih dahulu. Mentimun bisa dimakan dalam keadaan segar tanpa harus melalui proses pengolahan. Namun, tidak semua bagian dari mentimun bisa dikonsumsi, bagian pangkalnya biasanya akan dibuang karena memiliki rasa yang pahit.

Dataran Tinggi

Budidaya mentimun bisa dilakukan di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah, tapi tanaman mentimun lebih ideal ditanam pada tanah dengan ketinggian 1.000 – 1.200 mdpl. Tanaman mentimun harus mendapatkan sinar matahari langsung sebagai salah satu syarat pertumbuhannya.

[Baca juga : Inilah Tiga Jenis Sayur yang Mudah Ditanam dan Cepat Panen]

Langkah-Langkah Budidaya Mentimun

Budidaya mentimun terbilang cukup sederhana, tanaman ini bisa ditanam pada tegalan sawah, pekarangan rumah, atau bahkan di polibag. Asalkan tanah sebagai media tanamnya mengandung unsur hara organik yang cukup.

  • Penyiapan Benih

Perbanyakan tanaman mentimun dilakukan menggunakan biji. Biji mentimun didapatkan dari mentimun kualitas baik, biasanya memilih buah yang lebih besar dan panjang dengan pangkal buahnya yang cenderung lebih kecil. Mentimun yang akan diambil bijinya sebagai benih harus mentimun yang masak di pohon, petani biasanya akan membiarkannya tetap menempel pada pohon hingga terlihat akan membusuk.

Sila petik mentimun yang terlihat akan membusuk, lalu diamkan satu malam. Pada hari berikutnya, belah buah mentimun menjadi dua bagian dan kerok bagian bijinya menggunakan sendok. Taruh pada wadah, lalu diamkan biji tersebut pada wadah selama satu malam. Kemudian pisahkan biji mentimun dari selaput yang menyelubunginya menggunakan air sambil mencucinya. Pada proses ini bisa langsung dilakukan seleksi biji yang akan dijadikan benih. Caranya dengan memilih biji mentimun yang tenggelam di dalam air.

Jemur biji mentimun yang sudah terseleksi selama dua hari. Sebaiknya biji yang sudah selesai dijemur tidak langsung ditanam, simpan terlebih dahulu pada wadah yang tertutup rapat selama satu atau dua bulan. Biji siap tanam adalah biji yang sudah melewati masa penyimpanan, sebelum digunakan rendam terlebih dahulu dengan air hangat selama 3 jam. Kemudian letakkan pada kain basah atau taruh pada tempat yang lembab. Setelah 24 jam akan tumbuh tunas pada biji-biji mentimun, benih bertunas inilah yang siap ditanam pada lahan.

  • Penyiapan media tanam

Penyiapan media tanam dilakukan menyesuaikan dengan lahan atau lokasi tanam yang akan digunakan. Anda bisa membuat bedengan dengan lebar satu meter dan panjang menyesuaikan kondisi lahan. Olah atau bolak balik tanah terlebih dahulu hingga gembur, campurkan pupuk kandang yang anda inginkan. Pupuk kandang yang paling sering digunakan oleh petani adalah kotoran ayam.

Setelah pupuk tercampur rata dengan tanah, buatlah lubang tanam pada bedengan. Atur jarak tanam antar lubang 40 cm, pembuatan lubang tanam ini akan lebih rapi jika dalam satu bedengan dibuat menjadi dua baris memanjang. Mentimun baik ditanam pada iklim kering atau pada saat musim kemarau, namun yang harus diperhatikan adalah ketersediaan air untuk tanaman dan kelembaban tanah tempat tumbuh tanaman. Anda bisa membuat saluran irigasi antara satu bedengan dengan bedengan lainnya. Hal ini akan memudahkan anda saat mengairi lahan untuk menjaga kelembaban tanah.

  • Penanaman dan perawatan

Benih bertunas yang telah disiapkan sebelumnya, dimasukkan ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan saat sore hari. Lalu tutup lubang tanam dengan tanah permukaan secukupnya, setelah itu lakukan penyiraman pada pagi dan sore hari untuk menjaga kelembaban tanah.

Setelah lima hari dari masa tanam, periksa pertumbuhan tanaman pada setiap lubang tanam. Jika ada yang mati atau pertumbuhannya tidak baik, ganti dengan benih yang baru. Agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal, sebaiknya pasang bilah bambu atau petani di jawa biasa menyebutnya lanjaran di samping tempat tumbuh tanaman.

Secara bertahap tanama mentimun akan tumbuh daun dan batang yang memanjang, rambatkan batang tanaman pada bilah bambu dengan cara mengikatnya menggunakan tali. Lakukan secara bertahap menyesuaikan pertumbuhan tanaman. Saat proses pertumbuhan tanaman, Pengairan dilakukan secukupnya untuk menjaga kelembaban tanah.

Pengendalian hama dan penyakit tanaman dilakukan menyesuaikan dengan hama atau penyakit tanaman yang muncul. Jika ingin mendapatkan hasil mentimun yang sehat, sebaiknya menggunakan pestisida nabati.

]Baca juga : Inilah Cara Sederhana Budidaya Tanaman Seledri]

  • Masa panen

Tanaman mentimun akan mulai berbunga pada umur 20 hari setelah tanam. Pada umur 35 – 40 hari tanaman mentimun akan mulai berbuah, proses pembesaran buah ini akan berlangsung dengan waktu yang tidak lama. Panen dilakukan menyesuaikan dengan selera anda atau kebutuhan pasar, karena buah mentimun yang terlalu tua kadang akan sulit laku di pasaran.

Konsumen biasanya akan lebih memilih mentimun yang besar dan masih muda, karena lebih renyah dan memiliki rasa yang sedikit manis. Jika sudah masuk masa panen, mentimun bisa dipanen setiap hari. Satu tanaman bisa menghasilkan satu atau dua buah mentimun setiap harinya tergantung pada kesuburan tanaman. Setelah satu bulan masa panen, produktivitas tanaman biasanya akan menurun hingga sudah tidak berbuah lagi.

Masa tanam yang terbilang singkat dengan hasil yang lumayan, menjadikan budidaya mentimun menarik untuk dilakukan. Besar kecilnya keuntungan yang diperoleh menyesuaikan dengan harga mentimun di pasaran. Seperti jenis sayur lainnya, harga jual mentimun mengalami kenaikan dan penurunan harga yang terbilang cepat hingga cenderung kurang stabil.

Sumber gambar: pixabay.com diakses pada 18 februari 2016

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here