Keunggulan Usahatani Minapadi Untungkan Petani

1
2365

USAHATANI MINAPADIi sudah menjadi satu sistem pertanian yang cukup populer pada kalangan petani di Indonesia. Usaha ini dilakukan dengan budidaya ikan di pematang sawah bersamaan dengan tanaman padi pada areal yang sama. Ibarat sambil menyelam minum air, usahatani minapadi mampu meningkatkan produktivitas lahan dan memberikan penghasilan yang lebih besar bagi petani.

Dalam menjalankan usahatani minapadi, petani harus memperhatikan ketersediaan air untuk tanaman padi dan sekaligus untuk pemeliharaan ikan. Selain air, penggunaan pupuk dan bahan-bahan lain yang digunakan dalam pemeliharaan tanaman padi juga harus memperhatikan kondisi ekosistem air yang menjadi tempat hidup ikan.

Menciptakan hubungan yang harmonis antara tanah, air, ikan dan tanaman padi menjadi syarat kunci keberhasilan usahatani minapadi. Sistem ini bisa diterapkan untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang dimiliki. Rekayasa sistem tanam padi dengan usahatani minapadi memiliki ragam keunggulan yang bisa mendatangkan keuntungan lebih bagi petani.

Pengendalian Hama Terpadu

Usahatani minapadi secara tidak langsung telah menerapkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Ikan yang dipelihara secara tumpangsari dengan tanaman padi akan membantu memakan binatang-binatang kecil yang merupakan hama tanaman padi (karnivora). Ikan juga memakan gulma kecil yang banyak terdapat pada lahan sawah.

Baca juga : Mengenal Teknik Budidaya dan Nilai Ekonomi Budidaya Pepaya California

Aktivitas ikan pada sore hari yang biasanya menggoyang-goyangkan tanaman padi, mengakibatkan serangga yang hinggap pada padi akan terbang, kemudian dimangsa oleh burung layang-layang. Hal ini akan berdampak secara langsung pada pengendalian hama tanaman yang menguntungkan petani. Pemanfatan lahan secara tumpangsari dengan tanaman padi dan ikan di sawah, menjadikan produktivitas lahan akan meningkat.

Efisiensi Penggunaan Pupuk

Pada sistem usahatani minapadi, kotoran ikan merupakan sumber pupuk organik bagi tanaman padi. Hal ini akan berdampak pada rendahnya pemakaian pupuk oleh petani, karena adanya korelasi ekologis antara pemeliharaan ikan dengan peningkatan kesuburan tanah.

Kotoran ikan dan sisa makanan menjadi pupuk dan akan mampu menghemat keperluan pupuk sekitar 20-30%. Mengurangi pemakaian insektisida dan menghambat pertumbuhan rumput. Hal ini terjadi karena terciptanya hubungan yang harmonis antara padi, ikan, air, dan tanah.

Efisiensi Tenaga Kerja

Usahatani minapadi akan mampu meningkatkan efisiensi tenaga kerja dalam pengelolaan minapadi. Terutama dalam kegiatan pemupukan, penyemprotan, dan penyiangan. Minapadi juga mampu meningkatkan hasil setara padi dan distribusi pendapatan. Melalui minapadi, sumber pendapatan petani tidak hanya dari hasil panen padi yang ditanam. Tetapi juga dari ikan yang bisa sering dipanen.

[Baca juga : Inilah Cara Mengendalikan Hama Wereng dengan Menggunakan Pestisida Nabati]

Dengan demikian, minapadi selain memperkuat dan meningkatkan sumber dan besarnya pendapatan petani, sekaligus juga meingkatkan distribusi pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kegiatan usahatani minapadi akan mampu menciptakan peluang usaha baru, seperti usaha pendederan bibit ikan, usaha pemasaran ikan hasil produksi dan juga usaha pengolahan ikan. Terciptanya peluang usaha baru ini juga akan berdampak pada distribusi produk pertanian yang lebih beragam.

Sumber rujukan:
[1] Informasi ini diambil dari badan publik sebagaimana diatur dalam undang-undang hak cipta. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Kementerian Pertanian , diakses pada 18 februari 2016.

[2] Gambar ilustrasi : Wikipedia Bahasa Indonesia , diakses pada 18 februari 2016

Berbagi dan Diskusi

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here