Cara Mudah Membuat Pupuk Organik Cair dari Urine Sapi

0
3461

Dalam sistem pertanian organik, kita mengenal pupuk kompos dan pupuk organik cair yang digunakan sebagai perangsang pertumbuhan tanaman. Penggunaan pupuk kompos dan pupuk organik cair menjadi pilihan karena bebas residu. Sehingga aman bagi pertumbuhan tanaman dan menghasilkan produk pertanian yang aman dikonsumsi oleh manusia.

Jika pupuk kompos digunakan untuk memperbaiki sifat tanah, pupuk organik cair lebih banyak digunakan oleh petani untuk merangsang pertumbuhan akar dan daun pada tanaman. Pada tanaman cabai, tomat, lada dan tanaman yang menghasilkan buah lainnya, penggunaan pupuk organik cair mampu merangsang tanaman untuk cepat berbunga atau berbuah.

Baca juga : Mengolah Sampah Organik Menjadi Kompos

Salah satu bahan yang bisa dimanfaatkan untuk membuat pupuk organik cair adalah urine sapi. Pemanfaatan urine sapi sebagai pupuk organik cair harus melewati tahapan fermentasi terlebih dahulu, dicampur dengan beberapa bahan lain untuk mendapatkan manfaat yang lebih.

  • Bahan-bahan yang dibutuhkan

1. Urine sapi 20 liter
2. Gula merah 1 kg, atau bisa menggunakan tetes tebu 1 liter
3. Air rendaman kedelai sebanyak 1 gelas atau 250 ml
4. Empon-emponan seperti kunyit, jahe, kencur, atau lengkuas (pilih salah satu, gunakan 1/2 kg)
5. Air biasa 4 liter
6. Bakteri dekomposer (bisa menggunakan larutan EM4)

  • Cara membuat

1. Empon-emponan ditumbuk sampai halus, lalu rebus dengan 4 liter air sampai mendidih.
2. Diamkan empon-emponan yang sudah mendidih sampai dingin, lalu campur dengan urine sapi, gula merah atau tetes tebu, air rendaman kedelai dan tambahkan bakteri dekomposer.
3. Masukkan semua bahan yang telah tercampur ke dalam wadah bertutup atau bisa menggunakan jerigen. Lalu tutup rapat dan diamkan selama 3 minggu.
4. Pada proses fermentasi ini, buka tutup wadah sehari sekali untuk membuang gas yang dihasilkan di dalam wadah.
5. Setelah 3 minggu, pupuk organik cair hasil fermentasi siap digunakan. Saring terlebih dahulu jika ingin menggunakannya dengan alat semprot tanaman.

  • Cara menggunakan

Perangsang pertumbuhan akar

Jika ingin menggunakan pupuk organik cair untuk merangsang pertumbuhan akar, pupuk organik cair digunakan untuk merendam biji atau benih, dan bisa digunakan untuk merendam akar bibit tanaman sebelum ditanam.

Penggunaan pada biji atau benih yang hendak disemai. Gunakan pupuk organik cair yang dicampur dengan air bisa dengan kadar 10% atau dengan perbandingan 1 : 10 .

Sedangkan untuk penggunaan pada bibit yang hendak ditanam, gunakan komposisi yang sama untuk merendam akar bibit selama 10 menit saja. Penggunaan pupuk organik cair yang digunakan untuk merendam benih atau biji dan bibit tanaman, akan mampu merangsang pertumbuhan akar tanaman.

Baca juga : Inilah Cara Membuat Nutrisi Tanaman dari Bahan Temulawak

Perangsang pertumbuhan daun

Penggunaan pupuk organik cair sebagai perangsang pertumbuhan daun menggunakan komposisi yang sama seperti pada benih atau bibit, yakni dengan perbandingan 1 : 10 menyesuaikan kebutuhan. Cara penggunaannya adalah dengan menyemprotkan langsung pada tanaman yang telah masuk pada usia pemupukan.

Penggunaan pupuk organik cair pada tanaman akan mampu memaksimalkan pertumbuhan tanaman dan hasil produksi. Pupuk organik cair aman digunakan karena terbuat dari bahan yang mudah terurai dan tidak meninggalkan residu pada tanaman maupun lingkungan yang berbahaya bagi manusia.

Gambar ilustrasi : pixabay.com diakses pada 20 februari 2016

Berbagi dan Diskusi

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY