Apa Gangguan Epilepsi dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

0
1539
Apa dan Bagaimana Mengatasi Epilepsi

EPILEPSI atau ada pula yang menyebutnya dengan julukan ‘ayan’ adalah salah satu istilah yang merujuk pada satu gangguan berujud kejang akibat pengaruh sel-sel saraf (neuron) di dalam otak kita. Hal ini bisa terjadi karena ketidaknormalan dari fungsi sel saraf yang menjadi bagian dari sistem saraf sebagai pengatur kesadaran, kemampuan berpikir, mengendalikan gerak tubuh, dan pengatur sistem panca indera.   Sedangkan secara tata-bahasa, epilepsi berasal dari kata kerja Yunani Kuno yang memiliki arti “menguasai, memiliki, atau menimpa”.

Kejang Tanpa Penyebab Langsung

Serangan penyakit ayan memiliki bermacam-macam episode, mulai dari serangan singkat dan hampir tak terdeteksi sampai dengan keadaan yang berguncang kuat untuk jangka waktu yang cukup lama. Meski ada yang menderita epilepsi akibat dari cedera otak, stroke, kanker otak, dan penyalahgunaan obat dan alkohol, dan lain-lain, namun secara umum dinyatakan bahwa pada gangguan epilepsi ini serangan yang terjadi sifatnya cenderung berulang dan tanpa harus ada penyebab langsung yang mendasarinya. Artinya, apabila terdapat gangguan dengan didahului adanya penyebab khusus, maka justru ia tak dianggap mewakili gangguan epilepsi ini.

Yang perlu diketahui adalah; bahwa pada kondisi normal setiap sel saraf terjadi saling berkomunikasi dengan mmemanfaatkan impuls listrik. Namun gangguan kejang bisa terjadi, yaitu pada saat impuls listrik tersebut juga sedang mengalami gangguan.  Akibatnya perilaku ataupun gerakan tubuh menjadi tidak terkendali.

[Baca juga: Definisi dan Ragam Penyakit Stroke]

Tak Peduli Usia

Penderita epilepsi tak selalu merunut pada umur, karena bukan saja bagi orang tua pun orang dewasa, ada pula yang masih berusia kanak-kanak juga dapat diserang gangguan ini. Sedang berdasarkan temuan, epilepsi bisa dibagi menjadi tiga kategori, yaitu epilepsi simptomatik, kriptogenik, dan idiopatik.

  • Epilepsi Simptomatik pada umumnya ditandai dengan kejang-kejang yang diakibatkan adanya gangguan (kerusakan) di bagian otak.
  • Epilepsi Idiopatik berkebalikan dengan simptomatik, yaitu tak diketahui sama sekali tanda penyebab dari kejang yang terjadi.
  • Epilepsi Kriptogenik sama dengan Idopmatik, yaitu sama-sama tak ditemukan adanya bukti kerusakan struktur di otak. Hanya saja terdapat tanda kerusakan yang ditengarai dari adanya gangguan belajar yang diderita.

Pengobatan

Secara pasti memang belum ada jenis obat yang benar-benar bisa memberikan efek sembuh secara total. Yaitu kesembuhan pada penyakit ini dan tak akan terjadi kekambuhan kembali. Sebaliknya, yang ada masih sebatas obat guna mengatasi gangguan pada saat ia datang/kambuh.

Sehubungan dengan hal di atas, sangat disarankan selalu intensif berkonsultasi dengan dokter ataupun ahli medis yang menguasai jenis penyakit epilepsi ini. Sehingga akan diperoleh tips dan trik-trik khusus yang terbaik pada kondisi masing-masing penderita. Di bawah ini adalah beberapa langkah yang bisa diambil di antaranya;

  • Teratur Konsumsi Obat

Memastikan keteraturan diri dalam mengonsumsi obat itu sangat disarankan. Pasalnya ada kemungkinan lebih besar munculnya kejang atau status epileptikus pada mereka –para penderita– yang tak memedulikan rutinitas konsumsi obat ini.

  • Segerakan Jika Lupa!

Jika ada saat yang terlewatkan akibat lupa, segerakan untuk mengambil dan lalu mengonsumsi obat itru demi mendapatkan hal terbaik.

  • Konsultasikan Jika Konsumsi Obat Lain

Apabila Anda sedang mengonsumsi obat lain, jangan lupa konsultasi pun diskusikan dengan dokter atau ahli medis terdekat. Ini dilakukan demi menghindari pengaruh yang kontra produktif dengan obat yang dikonsumsi sehubungan dengan gangguan epilepsi.

[Baca juga: Inilah Beberapa Kebiasaan Setelah Makan Yang Sebaiknya Dihindari]

  • Ceritakan

Baik sebagai anggota keluarga (penderita) ataupun Anda sendiri yang  menderita seyogyanya jangan ragu dan malu menceritakan keadaan gangguan yang dialami itu kepada lingkungan, baik lingkungan kerja ataupun tempat tinggal. Karena –terlepas sungkan dan malu– dengan begitu akan ada lebih banyak orang lain yang bisa membantu di kala gangguan itu datang.

  • Hindari Penyebab

Singkirkan kebiasaan yang itu cenderung bisa menyebabkan terjadinya ayan. Misalnya tidur kurang, terlambat makan, stres fisik dan emosi, dan lain sebagainya.

Demikian mengenai epileptik yang juga memerlukan perawatan ekstra. Semoga bisa memberikan manfaat. [uth]

Rujukan:
[1] Petunjuk Praktus Pengobatan Epilepsi pada Anak, Kolom Klasika Koran Kompas Cetak hal. 35, edisi 28 Februari 2016
[2] Gambar ilustrasi; pixabay.com, diakses pada 1 Maret 2016

Berbagi dan Diskusi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here